Hari Ini, Presiden Jokowi Akan Resmikan Bandara Kertajati

0
223

Jakarta, namalonews.com- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah dijadwalkan akan meresmikan pengoperasian Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau yang juga disebut dengan Bandara Kertajati yang berlokasi di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

Pada hari Kamis, 24 Mei 2018 ini, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka‎, tersebut akan resmi beroperasi dan melakukan pendaratan perdana atau historical landing.

Dijadwalkan juga, bahwa historical landing tersebut akan dilakukan oleh dua maskapai, diantaranya yakni Garuda Indonesia dan Batik Air dengan membawa penumpang VVIP dan VIP.

Hadir mendampingi Presiden Jokowi diantaranya yaitu Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto dan masih ada yang lainnya.

Kemudian ‎pesawat kepresidenan pun akan mendarat di bandara yang mempunyai luas sekitar 1.800 hektar dan juga memakan biaya sebesar Rp 2,6 triliun.

Sesuai dengan agenda, Presiden Joko Widodo bersama dengan rombongan akan bertolak ke BIJB Kertajati kurang lebih pukul 09.00 WIB melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Sekitar pukul 09.30 WIB, pesawat yang ditumpangi oleh Presiden akan mendarat di BIJB Kertajati yang selanjutnya akan dilakukan peresmian pengoperasian bandara tersebut.

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, bahwa Manager Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait menjelaskan jika pengoperasian Bandara Kertajati itu sesudah dilakukan Aeronautical Information Publication (AIP) yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan kepada seluruh stakeholder penerbangan entah itu domestik atau internasional pada tanggal 29 Maret 2018 yang lalu.

AIP termasuk publikasi yang berisi informasi operasional penerbangan seperti halnya lokasi bandara, fasilitas penerbangan, rute dan juga informasi lainnya. Hal ini termasuk hal yang sebaiknya dilakukan pada waktu membuka bandara baru dan juga sesuai dengan Annex 15 ICAO (International Civil Aviation Organization).

Bandara Kertajati yaitu bandara kedua terbesar yang ada di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.

Pada tahun 2014, Bandara Kertajati ini mulai dibangun dengan pembangunan landas pacu/runway sepanjang 2.500 meter x 60 meter dan paralel taxiway yang panjangnya 2.750 meter x 25 meter yang telah selesai dibangun pada akhir tahun 2017.

Dengan ukuran landas pacu itu, kedepannya bandara ini akan bisa melayani operasional pesawat A330

Rencananya, landas pacu yang panjangnya hingga 3.200 meter x 60 meter tersebut supaya bisa melayani operasional pesawat sipil terbesar di dunia seperti halnya Airbus A380, Boeing B 747, atau B 777.

Bandara ini juga memiliki apron dengan luas 397.890 meter persegi yang bisa menampung 10 parking standpesawat jet narrow body.

Tak hanya untuk penumpang dan juga kargo, Bandara Kertajati nantinya juga akan menjadi embarkasi haji untuk masyarakat Jawa Barat dan juga sebagian masyarakat Jawa Tengah.

Lalu di kompleks juga akan dikembangkan diantaranya seperti kawasan industri penerbangan yang meliputi industri pembuatan pesawat, industri perawatan dan juga perbaikan pesawat (maintenance repair and overhaul/MRO). Kemudian beberapa industri lain yang terkait juga akan dibangun.‎

Bandara Internasional Jawa Barat yang berada di Kertajati, kurang lebih 68 km dari Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Berada di lokasi yang strategis di Jawa Barat.

Aksesibilitas BIJB terjamin dengan terdapatnya jalan raya serta kereta api yang menghubungkan Bandung, Kertajati, serta menghubungkan Cirebon. Lalan tol Cisumdawu sebagai penghubung Bandung dan Kertajati. Sedangkan Jalan tol Cipali sebagai penghubung Kertajati dan Kawasan Industri Karawang; dan juga jalur langsung menuju pelabuhan Cirebon.

BIJB dibangun diatas lahan yang luasnya 1.800 ha, dalam proses pembangunannya akan dibagi menjadi tiga tahap. BIJB akan mengoperasikan satu landasan terbang dengan panjang 3500 meter, kedepannya setelah pembangunan selesai BIJB akan mempunyai dua landasan terbang.

Bandara ini kedepannya juga akan memberikan kapasitas yang cukup dalam memenuhi kebutuhan di masa mendatang untuk perjalanan udara. Hal tersebut untuk memudahkan dalam hal infrastruktur bandara, fasilitas terminal dan juga untuk kemajuan bandara di dalam meningkatkan pengalaman dari para penumpang dan juga para pengunjung.

Sedangkan untuk total area bangunan Terminal Penumpang sendiri yaitu sebesar 121,000 meter persegi. Yang mana bisa untuk menampung 5 juta penumpang/tahun dan akan bisa digunakan untuk menampung 18 juta, selanjutnya lintas penumpang pada tahun yang berikutnya.

Di kargo depan, 0,004 juta ton juga sudah ditangani dalam operasi pertama, kargo keseluruhan di BIJB nantinya juga diperluas secara besar-besaran sampai bisa mencapai 1,5 juta ton pada tahun 2045 kedepannya.

Berhubungan dengan layanan di Bandara Kertajati, AirNav Indonesia telah siap melayani penerbangan di Bandara Kertajati. Pada 29-30 Maret 2018 lalu AirNav juga telah melakukan validasi prosedur penerbangan dengan memakai pesawat Beechcraft King Air B350-I registrasi PK-CAP.

Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat juga akan melayani sebanyak lima rute penerbangan domestik. Hal itu juga telah disampaikan Kadishub Provinsi Jawa Barat,yang bernama Dedi Taufik.

Untuk lima rute penerbangan tersebutdiantaranya yaitu, Kertajati-Denpasar, Kertajati-Surabaya, Kertajati-Ujung Pandang, Kertajati-Balikpapan, dan juga Kertajati-Medan.

Beberapa maskapai yang telah siap melayani dari kelima rute tersebut diantaranya yaitu Garuda Indonesia, Citilink, dan juga Sriwijaya Air. Pihaknya pun juga akan terus mempersiapkan Bandara Kertajati supaya bisa dipakai oleh para masyarakat.

Sebelumnya, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), atau yang sering dikenal dengan nama Bandara Kertajati, memang telah direncanakan akan beroperasi sebelum mudik Lebaran pada tahun 2018 ini. Bandara ini memang akan menjadi pelengkap dari Bandara Husen Sastranegara di Bandung, Jawa Barat.

Agus Santoso selaku Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan juga mengatakan, bahwa bandara ini memiliki banyak sekali nilai dan manfaat. Di antaranya yaitu untuk membuka moda transportasi baru penerbangan untuk warga masyarakat yang ada di sekitar.

Selain itu juga untuk membuka gerbang ekonomi, industri, dan juga untuk menumbuhkan sektor pariwisata, dan juga sebagai bandar udara embarkasi haji untuk masyarakat yang ada di Jawa Barat. Dengan demikian bisa mengurangi beban dari Bandar Udara Soekarno Hatta.

Di dalam mengantisipasi melonjaknya jumlah penumpang, luas terminal Bandara yang sekarang ini sanggup untuk melayani sebanyak 5,6 juta orang per tahun nantinya akan dikembangkan pada tahapyang selanjutnya. Yaitu menjadi berkapasitas 20 juta penumpang per tahun.

Selain itu, di dalam melengkapi konektivitas antar moda, maka Bandara Kertajati akan dilengkapi juga dengan jalur kereta bandara guna menarik minat dan juga untuk mempersingkat waktu penumpang dari Jakarta maupun yang dari Bandung.

Dengan adanya Bandara Kertajati dan kereta bandara ini, maka diharapakan efektivitas transportasi dari seluruh warga masyarakat akan menjadi terpenuhi.

Bandara Kertajati akan efektif dapat beroperasi, yaitu pada tanggal 24 Mei 2018. Jadi tanggal 24 Mei 2018 ini bukanlah peresemian Bandara Kertajati saja, akan tetapi juga sebagai tanggal efektif bandara tersebut bisa digunakan untuk melayani penerbangan.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here