Bupati Buton Selatan yang Terjaring OTT KPK Akhirnya Ditetapkan Tersangka

0
199

Jakarta, namalonews.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat dan Tonny Kongres, kontraktor PT Barokah Batauga Mandiri, sebagai tersangka kasus penerimaan hadiah dan janji dalam proyek pengerjaan pada pemerintahan Kabupaten Buton Selatan.

Ketika itu, setelah selesai operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (23/5/2018), pelayanan administrasi yang ada di kantor pemerintahan Buton Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi lumpuh total.

Pada hari Kamis (24/5/2018) kemarin, suasana kantor bupati tampak sangat sepi dan hanya dijumpai anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) beserta petugas dari Polsek Batauga. Juga tampak ruangan Bupati Buton Selatan, Agus Feisal Hidayat masih tampak tersegel garis KPK.

Tak hanya itu saja, ruang lain yang juga ikut tersegel yakni ruang kerja bendahara, sruang ekertariat kantor Bupati Buton Selatan, ruangan unit layanan pengadaan (ULP) dan juga ruangan kantor dinas pekerjaan umum.

Pada saat menjelang siang, terlihat juga beberapa pegawai yang hadir. Akan tetapi mereka hanya bisa duduk di luar ruangan itu, karena ruang kerjanya saat itu telah disegel oleh KPK. Tak hanya empat ruangan di kantor bupati buton selatan, namun rumah jabatan bupati yang termasuk lokasi OTT juga tersegel.

Sebelumnya, KPK telah menerima laporan dari masyarakat setempat berkaitan dengan transaksi dugaan suap pada penyelenggara negara yang terjadi di Buton Selatan ini. Dan dari penemuan itu, KPK‎ telah mencium adanya dugaan korupsi yang telah dilakukan oleh Bupati Buton Selatan yang bernama Agus Feisal Hidayat.

Sesudah melakukan pemeriksaan selama waktu 1X24 jam dilanjutkan gelar perkara disimpulkan terdapat dugaaan tindak pidana korupsi oleh Bupati Buton Selatan.

Dirinya diduga terlibat dengan peneriman hadiah atau janji berhubungan dengan proyek-proyek pekerjaan di Pemerintah Kabupaten Buton Selatan.

“KPK meningkatkan status dua orang menjadi tersangka pertama AFH (Agus Feisal Hidayat) Bupati Buton Selatan periode 2017-2022 diduga sebagai penerima suap dan kedua TK sebagai pemberi suap,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (24/5) malam WIB.

Sebelumnya, KPK telah menangkap sejumlah 11 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Buton Selatan. Tak hanya Agus dan Tonny, KPK juga menangkap sejumlah pihak dari unsur swasta, pemerintahan, dan juga konsultan lembaga survei. “Tujuh orang sudah diperiksa di kantor KPK,” kata Basaria.

Basaria mengatakajuga mengungkapkan bahwa KPK pertama menangkap Laode Yusrin, ajudan Bupati yang ketika itu baru menerima uang Rp 200 juta dari Aswardi—orang kepercayaan Tonny pada salah satu bank guna diserahkan pada Agus atas perintah Tonny. “Setelah itu, KPK menangkap Yusrin di dekat rumah Agus. Sedangkan Agus dan Tonny ditangkap di kediamannya,” ucapnya.

Menurut Basaria, tersangka Agus telah diduga menerima uang dari proyek pengerjaan di pemerintahan Kabupaten Buton Selatan, yang telah dikumpulkan Tonny, yang berperan sebagai koordinator pengumpul uang.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, pada konferensi pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (24/5/2018) mengungkapkan “Setelah melakukan pemeriksaan intensif dilanjutkan gelar perkara, disimpulkan adanya tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh Bupati Buton Selatan terkait proyek-proyek pekerjaan di Pemerintah Kabupaten Buton Selatan

Selain Agus, KPK juga telah menetapkan status tersangka terhadap Tonny Kongres, selaku kontraktor dari PT Barokah Batauga Mandiri. Mereka berdua pun telah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada hari Rabu (23/5/2018).

Agus Feisal diduga telah menerima suap sebesar Rp 409 juta dari Tonny terkait proyek-proyek pengerjaan di lingkungan Pemkab Buton Selatan. Sebagian sumber dana yang lain diduga berasal dari sejumlah kontraktor yang menggarap proyek di Buton Selatan.

Basria juga mengungkapkan “Sementara TK (Tonny Kongres) diduga sebagai koordinator dan pengepul dana untuk diberikan kepada Bupati,”.

Dalam operasi tangkap tangan ini, penyidik telah berhasil menyita uang tunai sebesar Rp 409 juta dari rumah Syamsuddin yang merupakan konsultan politik.

Tak hanya itu, penyidik juga menyita tabungan BRI atas nama Aswardy terkait penarikan uang dengan besar Rp 200 juta dan buku tabungan atas nama Anastasya yang termasuk anak dari Tonny Kongres terkait penarikan Rp 200 juta.

Karena perbuatan yang dilakukannya tersebut, maka Agus telah disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 Undang-Undang no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagai mana sudah diubah dengan Undang-Undang no 20 tahun 2000 juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara untuk Tony Kongres telah disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau b pasal 13 UU no 31 tentang tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU no 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Hari ini selain dua yang telah ditetapkan menjadi tersangka tersebut, penyidik KPK juga memeriksa sembilan orang lainnya yang terjaring dalam OTT kemarin.

Mereka adalah Laodr Yusrin yang merupakan ajudan bupati Buton Selatan, Laode Muhammad Nasrun sopir bupati Buton Selatan, Aswardi yang merupakan pegawai PT BRI yang merupakan orang kepercayaan Tony, kemudian ada Fonny, pihak swasta yang merupakan keponakan Tony, Elvis yang selaku pejabat Bendahara Sekretariat Pemkab Buton Selatan, Theo selaku pengurus proyek Pemkab Buton Selatan, Ari, Jossi Daniel Sedona, dan Syamsudin sebagai seorang konsultan politik.

Dalam Operasi tangkap tangan kemarin, KPK telah mengamankan barang bukti dalam bentuk uang senilai Rp 409 juta. Selain uang tunai ternyata masih ada juga bentuk bukti transaksi elektronik dan alat peraga kampanye calon wakil gubernu Sulawesi Tenggara Sjafei Kahar.

Sjafei yang merupakan ayah kandung dari Agus Feisal Hidayat yang dulunya pernah menjabat sebagai bupati Kabupaten Buton selama dua periode. Basaria tak menutup kemungkinan dalam pengembangan penyidikan akan memanggil Sjafei bila ada korelasi dan juga bukti kuat.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah mengatakan bahwa lembaganya sudah menyiapkan Pelaksana Tugas (Plt) untuk menjabat sebagai Bupati Kabupaten Buton Selatan. Dia yaitu La Ode Arusani yang sebelumnya merupakan Wakil Bupati untuk periode 2017-2022.

Persiapan telah dilakukan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah untuk Plt Bupati Buton Selatan tak lama begitu memperoleh informasi Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin, Rabu (23/5).

“Kita tunggu pengumuman resmi KPK. Begitu nanti KPK resmi (menetapkan status tersangka), Pak Dirjen Otda sudah siapkan tinggal saya teken. Begitu resmi langsung kami kirim supaya Pemda tak terganggu. Wakilnya naik Plt sampai yang bersangkutan berkekuatan hukum tetap. Karena dengan ditahan dia tak bisa menjalankan pemerintahan,” kata Tjahjo, di Jakarta, Kamis (24/5) kemarin.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here