DPR Harap Ribuan Guru Honorer Dapat THR

0
164

Jakarta, namalonews.com- Komisi X DPR RI  mengharapkan pemerintah memperhatikan 700 ribu guru honorer Indonesia mendapatkan alokasi anggaran THR pada lebaran tahun ini.

“Saat peraturan pemerintah terkait THR keluar, ingatlah bahwa masih ada ratusan ribu guru honorer yang tidak mendapat THR, khususnya guru di daerah,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih pada Senin (28/5/2018).

Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2018 terkait pemberian tunjangan hari raya (THR) 2018 kepada PNS, TNI/POLRI, pensiunan, dan penerimaan tunjangan telah ditandatangani oleh Presiden. Namun, Kemendikbud menunjukan 700-an ribu tenaga guru honorer tidak termasuk dalam skema pemerintah tersebut, khususnya THR.

“Seharusnya, itu sudah menjadi perhatian pemerintah. Ada yang telah mengabdi puluhan tahun, membantu mencerdaskan bangsa, tapi mereka tidak diberikan THR,” katanya.

Ia menambahkan banyak guru honorer digaji hanya berkisar di antara Rp 300-400 ribu saja. Sebagian lainnya sudah mendapatkan sertifikasi, mendapat upah lebih baik yang berkisar sekitar RP 1,5 juta. Namun, semuanya tidak mendapat THR.

Padahal, mereka-khususnya di daerah-daerah, merupakan ujung tombak pendidikan. Keberanian mereka mengabdi di daerah harus diberi tunjangan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla perna menyebut 5 ribu guru PNS pensiun tiap tahun. Bertentangan dengan itu, pemerintah malah melakukan moratorium pengangkatan PNS baru.

Faqih menyebut banyak SDN yang hanya memiliki satu guru PNS. Situasi ini sangat memprihatinkan. “Bahkan, satu sekolah adalah guru honorer kecuali kepala sekolahnya,” katanya.

Ia pun menyayangkan situasi tersebut. Karenanya, ia mengharapkan pemerintah mencarikan solusi bagi kesejahteraan guru yang sebagian besar bukan PNS, selain mengangkat guru honorer untuk mengisi kekosongan posisi PNS di sekolah-sekolah.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here