Golkar Yakin Jokowi Bakal Pilih Airlangga Jadi Cawapres

0
234

Jakarta, namalonews.com- Siapa kandidat wakil presiden pendamping Joko Widodo di Pilpres 2019 kedepannya belum ada titik terang. Namun beberapa nama calon sudah bermunculan, salah satunya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Hubungan antara Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang terlihat semakin mesra membuat partai berlambang pohon beringin itu percaya diri ketua umumnya akan dipilih Jokowi untuk menjadi Cawapres di perhelatan Pilpres 2019.

Anwar Arifin selaku Anggota Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar telah mengatakan jika keyakinannya Capres petahana, Joko Widodo atau Jokowi mulai memilih Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto sebagai Cawapres. Terlebih partai Golkar sudah menyatakan dukungannya kepada Jokowi di Pilpres 2019 yang akan datang.

Terkait peluang Ketua Umum DPP Partai Golkar, Joko mengatakan Airlangga adalah sosok yang cerdas. Pemahamannya di bidang ekonomi dan pemerintahan dapat memberikan dukungan terhadap berbagai agenda kesejahteraan Presiden Jokowi. Airlangga juga dikenal rendah hati dan pekerja keras.

Alasannya, Golkar telah menyatakan dukungan untuk Jokowi maju pada Pilpres 2019 mendatang dan Airlangga juga merupakan anggota Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Anwar mengatakan, berdasarkan studi metafisika, calon pemimpin mampu dibaca sejak dini. Ia melihat dari sosok Airlangga yg menurutnya pantas menjadi pemimpin seandainya dilihat dari perilakunya, cara memimpin dan bagaimana dia bertindak.

Puluhan tahun silam Jusuf Kalla diprediksi mulai menjadi pemimpin dan prediksi itu terbukti dimana JK menduduki jabatan Wapres beberapa kali.

“Saya yakin Jokowi akan memilih Airlangga Hartarto sebagai cawapres,” ujar Anwar dalam diskusi yang digelar Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (27/5/2018) sore.

Anwar juga sangat menyakini bahwa keyakinannya tersebut akan menjadi kenyataan. Dia mencontohkan, puluhan tahun silam Jusuf Kalla diprediksi akan menjadi pemimpin dan prediksi itu terbukti di mana JK menduduki jabatan wapres dua kali.

“Dulu Pak JK waktu masih mahasiswa banyak yang menyebut dia mulai mengangkat nama ayahnya Haji Kalla. Faktanya dia menjadi wakil presiden di masa depan,” jelasnya dalam diskusi yg digelar Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 27 Mei kemarin sore.

Kemudian dari Ketua Umum Orkestra Poempida Hidayatullah menyampaikan sosok Airlangga Hartarto sudah memiliki kapasitas sebagai seorang cawapres pendamping Jokowi. Selain itu Airlangga dinilai memiliki karakter kepemimpinan yang baik dan mumpuni.

“Jadi cawapres pantas. Orangnya enggak macam-macam. Sepertinya oke,” ujar Poempida.

Ketua Umum Orkestra Poempida Hidayatullah mengungkapkan jika Jokowi akan memilih cawapres yang dapat diterima oleh semua kalangan terutama parpol gabungan koalisi. Jokowi, lanjutnya, akan mengupayakan parpol yang sudah menyatakan akan mendukungnya akan tetap solid. Oleh sebab itu, apabila cawapres diambil dari tokoh parpol maka Jokowi akan berusaha untuk merangkul parpol yang tidak memperoleh jatah cawapres dengan menjanjikan posisi di kabinet.

Maka dari itu, apabila cawapres diambil dari tokoh parpol maka Jokowi akan berupaya merangkul parpol yang tidak dapat jatah cawapres dengan menjanjikan posisi di kabinet. “Kemungkinan akan seperti itu,” pungkas Poempida.

Sementara itu, dari Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu juga telah mengatakan jika kepemimpinan Airlangga tersebut bisa memberikan dampak yang cukup besar bagi partai Golkar menuju ke arah positif.

“Pergantian pemimpin dari Setya Novanto (Setnov) ke Airlangga ini berdampak besar, konsolidasi sudah berjalan, internal partai sudah relatif kondusif dan siap menghadapi Pilkada Serentak dan Pemilu 2019,” tuturnya.

Yohan melanjutkan, posisi Golkar sudah tepat, dimana kepemimpinan Airlangga mampu merawat harapan masa depan Gokar.

“Airlangga adalah sosok yang tak pernah terkait kasus apapun dan tipikal pekerja. Masa depan Golkar sebenarnya dikuatkan bagaimana komitmen partai memberikan kerja nyata kepada masyarakat,” kata Yohan.

Pengamat Politik Anhar Widodo menambahkan, Golkar bisa teruji dari ujian karena model kepemimpinan Airlangga yang adaptif dengan perkembangan sosial politik saat ini.

Artinya, Golkar memiliki modal yang kuat untuk menjadi pemenang pada Pemilu 2019 mendatang.

“Golkar jika solid akan berhasil melakukan proses transformasi kepartaian yang signifikan, sembari melakukan edukasi politik agar proses regenerasi dari politik ‘zaman old’ berpindah ke politik ‘zaman now’,” tandasnya.

Hal ini membuat keberadaan dan kekuatan Partai Golkar, dan calon wapres yang diusungnya, akan bernilai strategis bagi kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019 nanti.

Sebelumnya memang Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto telah dianggap siap menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo pada Pilpres 2019. Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengklaim seluruh kader partainya mendukung pencalonan itu.

Agung mengatakan semua peserta Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar beberapa waktu lalu percaya Airlangga memiliki kapasitas sebagai calon wakil presiden.

Agung mengatakan banyak desakan dari para kader agar Golkar segera mengusung Airlangga menjadi cawapres mendampingi Jokowi. Namun Agung tak ingin berkomentar banyak. Menurutnya, langkah politik tidak boleh diambil secara terburu-buru.

Agung juga mengatakan segala kemungkinkan masih bisa terjadi dalam politik. Saat ini Golkar ingin memperhatikan dinamika politik terlebih dahulu sebelum menentukan sikap politik terkait dengan cawapres Jokowi.

Ketua Umum Kosgoro itu juga mengatakan jika partai Golkar tidak akan mengabaikan peran Jokowi selaku orang yang membutuhkan pasangan pada Pilpres 2019 yang akan datang.

Diketahui, Golkar juga termasuk salah satu partai politik yang telah mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi sebagai capres pada Pilpres 2019 yang akan datang. Selain Golkar, partai lain yang mendukung Jokowi diantaranya yaitu PPP, NasDem, Hanura, dan partai PDI Perjuangan.

Hubungan Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto terlihat semakin akrab. Keduanya sudah sering kali tertangkap kamera menghadiri acara bersama-sama.

Munculnya nama Airlangga sebagai salah satu kandidat cawapres, lantaran ia memiliki kedekatan dengan Jokowi. Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga sudah duduk sebagai Menteri Perindustrian di Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla.

Apalagi, Dewan Pakar Partai Golkar sudah merekomendasikan Airlangga untuk mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden pada pemilu 2019. Ia pun sempat mengatakan siap berkampanye ke masyarakat sebagai cawapres Jokowi.

Presiden Jokowi mengaku sudah memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Airlangga. Jadi, publik dinilainya keliru, kalau menganggap kedekatannya dengan Airlangga semata-mata karena faktor jeang Pemilu 2019.

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, diyakini akan menaikkan elektabilitas Presiden Joko Widodo bila dipilih sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2019 mendatang.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Golkar, Sarmuji, memandang seluruh kader partainya akan semakin bergairah bila Airlangga jadi cawapres Jokowi.

Sosok Airlangga, dinilai akan menopang elektabilitas Jokowi yang saat ini masih di kisaran 30-40 persen. Apalagi menurutnya, ditambah semangat kader partai berlambang pohon beringin itu yang semakin meningkat untuk memenangkan Jokowi.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here