Ketua Komisi II DPR: Segera Musnahkan e-KTP Rusak di Bogor!

0
179

Jakarta, namalonews.com- Masih ramai kabar adanya ribuan eksemplar e-KTP atau KTP Elektronik yang ditemukan tercecer di Jalan Salabenda, Kabupaten Bogor. Kejadian ini mendapat tanggapan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Peristiwa tercecernya e-KTP pada Sabtu (26/5) siang kemarin itu viral di internet. Warga menyaksikan dua kardus e-KTP itu tercecer di jalan dan meneriaki sopir.
“Saat ini permasalahan ditangani Polres Kabupaten Bogor dan rencananya pagi ini beberapa staf yang mengawal barang tersebut dan sopir akan diminta keterangan,” kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Zudan Arif Fakrulloh, dalam keterangan persnya, Minggu.
Tercecernya e-KTP dari truk di Bogor, Jawa Barat menyisakan tanda tanya. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengirimkan tim menyelidiki penyebab tercecernya e-KTP yang disebut sudah rusak tersebut.
Tjahjo Kumolo kesal dengan tercecernya ribuan keeping e-KTP di Jalan Raya Salabenda Semplak, Kabupaten Bogor. Dia menyebutkan ada unsur sabotase di balik peristiwa itu, sehingga harus diinvestigasi penyebabnya.
“Saya memerintahkan kepada Sekjen, Irjen, dan Biro Hukum (Kemendagri) untuk segera turun, lakukan investigasi di Ditjen Dukcapil. Siapa yang tanggung jawab dan pasti ada unsur sabotase,” ujar Tjahjo, Minggu kemarin.
Tjahjo malah mempertanyakan kenapa e-KTP yang dipastikan rusak itu tak langsung dimusnahkan, tapi malah dipindahkan dari gudang milik Ditjen Dukcapil di Pasar Minggu ke gudang di Semplak, Bogor sehingga jatuh di tengah jalan.
“Kenapa tidak langsung dihancurkan? Lalu kok pakai mobil terbuka dan tidak dijaga walau hanya ratusan yang tercecer,” jelasnya.
Tjahjo menilai insiden ini jelas bukan unsur kelalaian. “Tapi sudah unsur kesengajaan,” kata Tjahjo.
“Kepada Dirjen Dukcapil diperintahkan sekarang juga e-KTP yang rusak atau salah atau invalid harus dihancurkan atau dibakar, jangan dibawa bawa ke gudang, waspada disalahgunakan,” tegas Tjahjo.
Tjahjo mengatakan, dirinya sudah mengirimkan tim dari Kemendagri untuk mencari tahu penyebab tercecernya e-KTP tersebut. Dai mencari tahu apakah ada unsur kelalaian atau sabotase dalam kejadian ini.
“Sekarang tim Sekjen, Irjen dan tim hukum (Kemendagri) sedang meneliti apakah ada unsur kelalaian, keteledoran, sabotase. Ini yang tercecer dua kardus mi instan,” katanya.
Zudan Arif Fakrulloh Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri mengatakan, e-KTP yang tercecer tersebut adalah KTP Elektronik yang kondisinya rusak.
Zudan juga mengungkapkan e-KTP tersebut tercecer ketika akan diangkut ke gudang Kemendagri di Semplak, Bogor. Hal tersebut sudah dicek oleh Sesditjen Dukcapil I Gede Suratha bersama dengan jajaran Polsek Kemang dan Polres Kabupaten Bogor di lokasi. Ia juga telah memastikan yang tercecer di Bogor adalah e-KTP invalid alias rusak.
“Menunjukkan bahwa KTP elektronik yang tercecer tersebut adakah KTP elektronik rusak/invalid dan diangkut dari gudang penyimpanan sementara di Pasar Minggu ke Gudang Kemendagri di Semplak, Bogor,” kata Zudan.
Kemendagri mengatakan akan segera mengikuti instruksi Mendagri untuk melakukan pemusnahan.
“Kita nanti ikuti Pak Mendagri saja. Kan Pak Mendagri sudah menyampaikan toh, kita ikutin Pak Mendagri saja,” kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Zudan Arif Fakrulloh
Kemendagri juga telah turut memastikan bahwa satu dus dan seperempat karung e-KTP yang tercecer di Bogor merupakan e-KTP rusak. Komisi II DPR mendorong supaya e-KTP tersebut segera dimusnahkan.
“Supaya selesai itu ya dimusnahkan. Jangan menyimpan barang yang sudah tidak terpakai,” kata Ketua Komisi II Zainuddin Amali Minggu (27/5/2018).
Zainuddin turut mengucapkan terima kasih kepada Kemendagri yang telah menjelaskan terkait tercecernya e-KTP tersebut. Zainuddin meminta untuk pemusnahan segera dilakukan agar tidak terjadi penyalahgunaan.
“Dirjen Dukcapil telah menjelaskan bahwa itu adalah barang perpindahan ke tempat barang-barang afkir. Kita menerima penjelasan itu. Tapi kita minta kalau barang sudah tidak digunakan tidak disimpan dan dimusnahkan saja supaya tidak disalahgunakan,” jelas Zainuddin.
Zudan Arif Fakhrullah selaku Dirjen Dukcapil, menjelaskan perihal e-KTP yang tercecer di Bogor, Jawa barat. Ia mengatakan KTP elektronik itu adalah produk rusak.
“Jadi KTP yang rusak itu cetakan tahun 2012-2013,” katanya dalam sebuah wawancara. Zudan menjelaskan pada tahun 2010-2014 semua e-KTP dicetak di Jakarta. Bila terdapat kerusakan, Dinas dukcapil daerah akan mengembalikan ke pusat.
Kerusakan tersebut terdiri dari dua aspek. Yang pertama, data yang tercantum di dalam e-KTP itu tidak valid. Kedua, secara fisik ada kerusakan pada KTP elektronik.
Zudan kemudian menjelaskan alasan KTP elektronik yang rusak tersebut tidak dimusnahkan. Ia juga mengatakan bahwa ada kasus di KPK terkait proyek e-KTP.
Dengan pertimbangan tersebut, semua e-KTPdan blangklo yang rusak tidak dimusnahkan.
“Saya khawatir nanti dibutuhkan. Kalau kami musnahkan nanti dianggap menghilangkan barang bukti. Ini merupakan kehati-hatian kami saja,” kata Zudan.
KTP elektronik yang rusak tersebut disimpan di Kantor Ditjen Dukcapil. Ketika insiden tercecer di Bogor, KTP elektronik yang rusak itu akan dibawa ke Gudang Ditjen Dukcapil di Semplak, Bogor.
“Truknya bukan cuma khusus membawa KTP el, tapi truk untuk membawa lemari yang rusak, meja yang rusak, kursi yang rusak, kemudian dokumen-dokumen yang sudah tidak terpakai,” ungkap Zudan.
Ia menegaskan soal penyebab tercecernya KTP elektronik disebabkan karena masalah teknis. Truk bak terbuka yang membawa KTP elektronik diduga saat itu mengalami guncangan.
Pihak Kementerian Dalam Negeri juga memastikan bahwa e-KTP yang jatuh di Bogor merupakan e-KTP rusak. Berapa keping jumlah e-KTP yang tercecer itu?
“KTP elektronik rusak/invalid yang dibawa ke Semplak sebanyak satu dus dan seperempat karung, bukan ber karung karung,” kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Zudan Arif Fakrulloh, dalam keterangan pers pada Minggu (27/5/2018).
Meskipun jumlahnya secara umum e-KTP itu diketahui sebanyak satu dus dan seperempat karung, akan tetapi jumlah spesifik e-KTP yang rusak itu belum diketahui.
“Jumlahnya kepingnya tidak dihitung karena merupakan gabungan dari sisa-sisa pengiriman sebelumnya,” kata Zudan.
“Di dalam KTP itu ada tulisan Sumatera Selatan, mungkin berasal dari sana. Masa berlakunya ada juga yang sampai 2017 dan seumur hidup. Tapi belum tahu KTP itu mau dibawa ke mana dan mau diapakan,” kata Ugan.
Mendengar adanya kejadian itu, Achmad Baidowi anggota Komisi II dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta Kemendagri untuk terlebih dahulu melakukan pengecekan lebih lanjut keaslian ratusan e-KTP yang tercecer tersebut. Kata dia, pengecekan perlu dilakukan agar tidak terjadi penyalahgunaan e-KTP.
“Kemendagri harus melakukan pengecekan apakah e-KTP tersebut asli atau palsu? Jangan sampai Kemendagri kecolongan dan Jangan sampai terjadi penyalahgunaan terhadap e-KTP,” kata Baidowi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/5/2018).
Wakil Sekretaris Jenderal PPP ini juga berharap agar e-KTP tidak dijadikan sebagai alat untuk berbuat kecurangan dalam pesta demokrasi. Khususnya perbuatan untuk menjatuhkan kelompok lain jelang Pilkada 2018 atau Pemilu 2019 mendatang.
“Sekarang mendekati momen politik jangan sampai e-KTP tersebut menjadi komoditas untuk menguntungkan ataupun menjatuhkan salah satu kelompok,” ucapnya.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here