Real Madrid Juara Liga Champions 2018, Hattrick!

0
1364

Jakarta,namalonews.com- Real Madrid kembali meraih gelar juara Liga Champions 2018 setelah memenangkan pertandingan dengan skor 3-1 atas Liverpool pada pertandingan final di Stadion NSK Olimpiyskiy, Minggu, 27 Mei 2018, dini hari.
Tiga gol yang membawa Real Madrid kepada kemenangan sekaligus mengamankan si kuping besar alias trofi Liga Champions, dicetak oleh Karim Benzema pada menit ke-51 dan Gareth Bale yang mencetak brace atau dua gol, masing-masing pada menit ke-64 dan menit 83.
Sedangkan gol balasan yang disarangkan oleh Liverpool dicetak oleh Sadio Mane pada menit ke-55, setelah berselang 4 menit dari gol pertama Real Madrid yang dilesatkan oleh Karim Benzema pada menit ke-51.
Dengan kemenangannya pada final 2018, Real Madrid pun menorehkan rekor baru melewati rekornya tahun lalu. Rekor yang dipecahkan Ronaldo dan kawan-kawan adalah rekor sebagai tim pertama yang menjadi juara pada era Liga Champions selama tiga tahun berturut-turut. Rekor ini sekaligus memecahkan rekor yang dicetak Real Madrid sendiri pada tahun 2017 lalu yaitu rekor sebagai juara pada era Liga Champions selama dua tahun berturut-turut.
Jalannya Pertandingan Final Antara Real Madrid vs Liverpool
Babak pertama pertandingan final antara Real Madrid vs Liverpool berjalan sengit, di mana kedua pihak saling jual-beli serangan. Pada babak pertama, nampak Real Madrid menunjukkan permainan yang santai dengan penguasaan bola, sedangkan Liverpool mencoba dengan permainan cepat dan pressing ketat kepada para pemain Los Blancos.
Mala petaka datang bagi Liverpool pada menit ke-31, di mana sang striker, Mohammed Salah mengalami cedera setelah terjadi suatu insiden dengan Sergio Ramos. Akibatnya, Mohammed Salah tidak bisa melanjutkan pertandingan karena merasa ada yang tidak baik dengan kondisi lengannya. Pada menit ke-31, Mohammed Salah meninggalkan lapangan hijau dengan tangisan kesedihannya karena tidak bisa melanjutkan ikut membela tim kebanggaannya, The Reds.
Berselang enam menit kemudian, giliran Los Galatcticos yang harus kehilangan bek sayap kiri andalannya, Dani Carvajal. Dani Carvajal juga mengalami cedera, sehingga tidak bisa melanjutkan perjuangannya bermain bersama teman-temannya di final Liga Champions. Sama halnya dengan Mohammed Salah, Dani Carvajal juga meninggalkan lapangan hijau dengan air mata yang berurai.
Pada akhir babak pertama sebelum turun minum, permainan kedua tim semakin intens dan terjadi jual-beli serangan yang sengit. Akhirnya, babak pertama berakhir dengan kedudukan imbang, 0-0.
Pada menit ke-51, Benzema berhasil memecah kebuntuan Real Madrid dengan gol yang dilesatkannya, memanfaatkan blunder yang dilakukan oleh penjaga gawang The Reds. Gol ini berawal dari sebuah umpan panjang yang dikirim ke arah Benzema dan bisa ditangkap oleh Karius. Kemudian, kiper asal Jerman itu memberi umpan dengan melempar bola ke arah pemain bertahan The Reds, akan tetapi ternyata bola bisa dipotong oleh Benzema dan langsung diarahkannya ke arah gawang. Alhasil, bola yang dilemparkan oleh Karius justru terpental kaki Benzema dan masuk ke dalam gawang The Reds sendiri. Para pemain The Reds sempat memrotes gol tersbut, namun wasit pertandingan, Milorad Mazic, mengesahkan gol Benzema.
Para fans Liverpool bersorak di menit ke-55 di mana play maker Liverpool, Sadio Mane yang memasukkan si kulit bundar ke gawang yang dijaga oleh Keylor Navas. Berawal dari tendangan sudut, bola disundul oleh Virgil Van Dijk dan mengarah ke depan gawang. Mane yang berdiri di depan gawang memaksimalkan umpan yang dikirim oleh Virgil dengan memotong arah bola dan melesatkannya melewati Keylor Navas.
Pada menit ke-61, Karius melakukan penyelamatan. Karius berhasil menepis tendangan Isco Alarcon dari jarak dekat, sehingga hanya membuahkan tendangan sudut bagi Los Galacticos.
Bale yang baru saja masuk menggantikan Isco kemudian kembali membawa Real Madrid unggul. Pada menit ke-64, Gareth Bale mencetak gol spektakuler. Umpan silang yang dikirimkan oleh Marcelo, berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh striker Wales itu dengan jitu dengan tendangan salto.
Andrew Robertson melakukan tackle penting untuk skuad The Reds pada menit ke-74. Dia menggagalkan peluang emas Cristiano Ronaldo yang sudah berada di depan gawang dan siap melesatkan tendangan. Akhirnya bola mengenai kaki Andrew dan hanya menghasilkan tendangan sudut.
Pada menit ke-83, Real Madrid mengunci kemenangan dengan gol kedua yang kembali dicetak oleh Gareth Bale dengan sepakan kerasnya dari luar kotak pinalti. Karius salah mengantisipasi sepakan Bale, sehingga meskipun Karius menepis bola, bola justru berbelok dan masuk ke gawang yang ia jaga sendiri.
Pada menit-menit akhir, sang mega bintang, Cristiano Ronaldo mendapatkan kesempatan untuk menambah pundi-pundi gol Real Madrid. Akan tetapi terdapat pitch invader, sehingga pertandingan sempat terhenti selama beberapa menit, dan akhirnya peluit panjang ditiup oleh Milorad Mazic.
Pertandingan pun berakhir dengan kedudukan 3-1 untuk Real Madrid. Dengan kemengangan ini Real Madrid memastikan timnya menjadi Juara Liga Champions 2018. Trofi Liga Champions tahun ini menjadi trofi ke-13 Real Madrid yang diraihnya 3 kali beruntun dari musim 2016/2017 hingga musim 2018/2019.
Zinedine Zidane Takjub dengan Permainan Anak Asuhnya
Pelatih Real Madrid yang sekaligus mantan pemain Real Madrid yang menjadi legenda, Zinedine Zidane, memberikan komentar usai anak asuhnya bermain dengan apik dan berhasil mempertahankan gelar bergengsi di Eropa, Liga Champions selama tiga tahun berturut-turut.
Zidane mengaku tidak menyangka bahwa ia dan timnya hattrick atau tiga kali beruntun memenangkan Liga Champions.
“Apa-apa yang telah kami lalui adalah hal yang luar biasa. Saya tidak bisa mengutarakannya dengan kata-kata. Saya mengatakan kepada para pemain untuk menikamti momen ini, karena momen ini sangat jarang”, kata Zidane setelah memenangi final Liga Champions.
“Bisa memenangkan Liga Champions secara tiga kali beruntun bersama klub ini adalah peistiwa yang luar biasa. Kami menjalani musim yang sulit. Akan tetapi, dengan memenangkan pertandingan dan memecahkan rekor baru ini membuat kami sangat bahagia”, tambah Zidane.
Dengan kemengangan Zinadine Zidan dan Real Madrid di final Liga Champions, Zinadine Zidan memecahkan rekor sebagai pelatih pertama yang berhasil memenangkan si kuping besar selama tiga kali beruntun. Sebelumnya belum ada pelatih yang mencapai rekor ini.
Real Madrid, DNA Juara Liga Champions
Mungkin sangat pantas bagi Real Madrid apabila dikatakan bahwa Real Madrid memiliki DNA juara di Liga Champions. Hal ini dibuktikan dengan torehan prestasi serta rekor yang di pecahkan oleh Real Madrid melalui pelatih dan para pemainnya yang luar biasa.
Setelah kembali memenangi Liga Champions pada bulan ini, Real Madrid berhasil mengunmpulkan 13 trofi. Jumlah trofi Liga Champions yang diperoleh Real Madrid masih jauh dengan perolehan trofi oleh tim-tim se-Eropa lainnya.
Dengan hasil apik ini, Real Madrid memastikan bahwa DNA Real Madrid adalah DNA juara Liga Champions.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here