Golkar: Dukungan untuk Jokowi di Pilpres Sangat Solid

0
787

Jakarta, namalonews.com- Ketua Fraksi Golkar yaitu Melchias Markus Mekeng memastikan bahwa dukungan Golkar kepada Jokowi sebagai capres dil Pilpres pada tahun 2019 yang akan datang sudah sangat solid.

Bahkan, beliau mengatakan bahwa dukungan tersebut akan semakin kuat dengan adanya deklarasi Ketua Umum Partai Golkar sendiri yaitu Airlangga Hartarto yang mencalonkan sebagai cawapres Jokowi.

Mekeng mengatakan bahwa dukungan dari Partai Golkar kepada Jokowi memang sangat kuat dan solid. Hal tersebut dapat ditetapkan mulai tahun 2016 rapimnas era Pak Novanto dan akan dikuatkan pada Munaslub Pak Airlangga.

Beliau mengaku bahwa bersama dengan sejumlah pengurus Partai Golkar lainnya akan mendesak Jokowi agar segera menetapkan Airlangga Hartarto sebagai cawapres Jokowi.

Mekeng menegaskan bahwa Partai Golkar menghendaki agar Ketum Partai Golker ditetapkan sebagai cawapres Jokowi. Beliau meyakini bahwa Jokowi akan memilihnya sebagai cawapres. Pertimbangan tersebut, karena sosok Airlangga merupakan salah satu tokoh yang memiliki integritas dan kabalitas yang tinggi dan mumpuni untuk dijadikan cawapres.

Beliau juga mengatakan bahwa seorang figur Airlangga sudah memiliki pengalaman dalam bidang legislatif dan eksekutif, memiliki integritas yang tinggi dan merepresentasikan berbagai proses regenerasi bagi politik Partai Golkar ke depannya.

Mekeng juga meyakini bahwa pertimbangan Jokowi untuk memilih Airlangga karena Partai Golkar adalah partai yang besar dan mempunyai mesin politik yang kuat hingga ke akar rumput.

Mekeng mengatakan bahwa Partai Golkar merupakan partai yang menang pemilu ke-2 pada tahun 2014 silam memberikan sebuah kontribusi dukungan hingga 14,5 % pada pencalonan Jokowi.

Sedangkan Ketua DPP Golkar TB Ace Hasan Syadzily membantah jika berbagai pihak mengatakan bahwa dukungan Partai Golkar tidak solid.

Ace Hasan mengatakan bahwa keputusan dalam mendukung Jokowi di Pilpres 2019 merupakan sebuah kesepakatan yang sudah bulat. Namun berbagai dukungan apa yang akan diberikan Partai Golkar masih belum dibahas secara internal.

Ace mengungkapkan bahwa mengenai Partai Golkar yang sudah bulat untuk mendukung Jokowi tersebut tidak dapat diubah.

Beliau melanjutkan bahwa selain Partai Golkar, ada Partai Nasdem, PPP yang dipilih sebagai pendukung pencapresan Jokowi. Menurut Ace, PKB juga diperkirakan akan merapat sebagai pendukung Jokowi. Namun berbagai proses sebelum Pilpres terhitung masih satu tahun lebih dan masih dapat dibilang dinamis.

Sedangkan, pada saat disinggung masalah solid atau tidaknya internal sebagai pendukung Jokowi, Ace memperkirakan masih akan dinamis untuk kedepannya.

Ace mengatakan bahwa dalam sebuah tradisinya, Partai Golkar selalu menunjukan ketidaksolidan. Namun karena lewat berbagai proses organisatoris maka Partai Golkar akan tetap solid.

Ace juga menambahkan bahwa pihkanya secara internal belum membahaw mengenai berbagai pola dukungan untuk Jokowi. Pihaknya tersebut belum membahas mengenai berbagai pengajian cawapres yang akan mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019.

Namun tardisi dalam soal cawapres akan diserahkan kepada Jokowi sendiri. Karena Jokowi harus memiliki wakil yang satu arah, satu visi dan satu kebijakan.

Ace mengatakan bahwa Partai Golkar tidak solid dalam mendukung Jokowi. Apalagi hal tersebut dinyatakan oleh salah satu Senior dari Partai Golkar sendiri.

Ace mengatakan bahwa semua partai itu kompak dalam memberikan dukungan tanpa adanya persyaratan, dan jika nanti ada yang mendapat jatah sebagai cawapres tersebut artinya sesuai dengan kesepakatan peserta koalisi dan kehendak dari Jokowi sendiri.

Alasan tersebut Ace sangat optimis bahwa semua partai koalisi akan solid hingga Jokowi keluar menjadi pemenang dalam Pilpres 2019 mendatang. Tidak hanya solid, namun Ace juga memprediksi bahwa akan ada partai lain yang menyusul memberikan dukungan kepada Jokowi, walaupun tidak menyebutkan salah satu partai yang di maksud.

Ace mengatakan mereka sangat optimis dalam mendukung Jokowi dan bahkan akan bertambah beberapa partai lainya selain partai yang sudah ada saat ini. Intinya mereka masih dalam keadaan solid.

Sekertaris Jendral Partai Golkar yaitu Lodewijk menegaskan Partai Golkar tetap konsisten dalam mendukung Jokowi sebagai calon presiden dalam Pilpres 2019.

Lodewijk mengatakan bahwa hal yang paling penting bagi Partai Golkar sendiri yaitu menyusun beberapa startegi dalam memenangkan Jokowi. Partai Golkar ingin solidaritas koalisinya berbagai pendukung Jokowi akan tetap solid.

Beliau mengatakan bahwa Partai Golkar tidak merasa terancam dengan berbagai potensi pembentukan poros koalisi yang ketiga. Sebab, Jokowi telah mempunyai berbagai elektabilitas yang cukup tinggi dibandingkan dengan beberapa calon yang lain. Oleh karena itu, Partai Golkar akan terus fokus untuk memenangkan Jokowi.

Beliau juga menjelaskan bahwa elektabilitas Jokowi sangat bagus dan akan tetap dijaga. Tinggal bagaimana caranya mesin partai akan bergerak lebih bagus dalam mendukung Jokowi.

Sebelumnya Ace Hasan menilai bahwa munculnya beberapa wacana poros ketiga selain poros pendukung Jokowi dan Prabowo merupakan sesuatu yang wajar.

Menurutnya Pilpres 2019 harus diikuti oleh banyak pasangan capres dan cawapres. Dengan begitu para masyarakat akan memiliki pilihan lebih banyak dalam menentukan calon pemimpinnya tersebut.

Ace mengatakan bahwa Pilpres tersebut harus diikuti oleh berbagai pasangan. Semakin banyak pasangan makan akan semakin bagus bagi para masyarakat dalam memilih calon presiden yang terbaik dalam segala kemungkinan yang dapat terjadi.

Anggota Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar yaitu Anwar Arifin mengatakan bahwa partainya tersebut sudah kompak dalam mendukung Airlangga Hartarto sebagai cawapres Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

Anwar mengatakan hingga sampai saat ini potendi dari konflik internal Golkar sangat kecil, karena semua kader sudah kompak dalam mendukung Airlangga Hartarto sebagai cawapres.

Anwar juga menekankan bahwa Golkar merupakan salah satu partai yang memiliki pengalaman dalam mengatasi berbagai macam potensi konflok di internal. Beliau mengatakan jika sejauh ini semua sikap dan pandangan kader selalu mengacu terhadap berbagai ketentuan anggaran dasar serta anggaran rumah tangga partai.

Anwar menjelaskan bahwa mereka meyakini soliditas tersebut tetap terjaga. Airlangga mempunyai kualitas yang sangat baik dan memiliki peluang memimpun yang sangat bagus.

Hingga sampai saat ini Jokowi belum memutuskan nama pendamping sebagai cawapres dalam Pilpres 2019 mendatang.

Airlangga Hartarto sendiri merupakan salah satu tokoh yang disebut oleh sejumlah lembaga survei yang berpotensi dalam mendapingi Jokowi di Pilpres tersebut.

Meskipun telah menetapkan sebagai dukungan kepada Jokowi, namun masih ada kemungkinan akan terjadinya perpecahan suara internal dari Partai Golkar. Menurut Anwar Arifin kader Partai Golkar sendiri yang tidak setuju mendukung Jokowi, akan pindah ke partai lain.

Anwar mengatakan bahwa jika melihat lebih baik, ternyata Partai Golkar sendiri tidak menikmati berbagai dukungan kepada Jokowi. Partai Golkar juga dapat menjadi saingan baru dan berkarya. Semakin banyaknya demokrasi, maka akan semakin banyak partai dan semakin meluas.

Beliau juga menyebutkan bahwa perpecahan internal pertai tersebut dapat saja berkembang hingga menjadi perpecahan yang meluas. Sebab, berbagai konflik tersebut akan diakibatkan oleh perbedaan ideologi internal yang tidak diungkapkan secara publik.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here