Kasubag Dukcapil Dicopot Pasca-Temuan Ribuan Keping e-KTP Tercecer di Jalan Salabenda Bogor

0
218

Jakarta, namalonews.com- Zudan Arif Fakrulloh selaku Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam telah menggelar jumpa pers dengan kepolisian di kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (28/5/2018), terkait temuan ceceran ribuan keping e-KTP  di jalan Raya Kemang Kabupaten Bogor, hari Sabtu 26 Mei 2018 yang lalu.

Polres Bogor juga melakukan penyelidikan terkait dengan temuan ribuan e-KTP elektronik yang disebut rusak  tersebut dan merilis hasilnya pada hari  Senin kemarin. Polres Bogor memperkirakan jumlah blanko yang tercecer tersebut ada 6 ribu keping.

Tak hanya melakukan olah TKP petugas juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 17 orang saksi termasuk Staf Ditjen Dukcapil Kemendagri dan juga supir kendaraan.

Dari hasil penyelidikan tersebut Polres Bogor menyatakan bahwa tidak terdapat perbuatan yang dinilai melawan hukum atas kejadian tersebut.

Penyelidikan tersebut dilakukan setelah memantau viralnya foto KTP Elektronik yang terlihat berserakan di daerah Salabenda Kabupaten Bogor sekitar 13.40 WIB pada Sabtu 26 Mei 2018  kemarin.

Siang itu masyarakat telah digegerkan dengan beredarnya foto dan video ribuan keping e-KTP yag tampak berserakan

Sejumlah orang berusaha memunguti keping demi keping e-KTP tersebut. Dari video dan foto yang beredar, terlihat data warga di keping e-KTP yang tercecer adalah berasal dari Sumatera Selatan.

Penyelidikan polisi menyatakan, sekitar 6 ribu e-KTP rusak yang dikemas dalam dua kardus terjatuh secara tidak sengaja dari bagasi sebuah truk bak terbuka yang mengangkut barang-barang inventaris Ditjen Dukcapil termasuk meja, lemari, dan kursi yang sudah tidak terpakai lagi.

Pemindahan barang inventaris kantor tidak berjalan mulus karena truk pengangkut jenis engkel tersebut terkena lobang hingga membuat muatan dus terjatuh saat melewati perempatan Jalan Salabenda, Bogor.

Sopir truk menepi dan dibantu warga langsung memunguti keping e-KTP yang terjatuh.

Bagasi truk berwarna biru bermerek Dyna tersebut terlihat tertutup terpal berwarna biru.

Polisi menemukan kardus-kardus tersebut jatuh karena penempatannya yang tidak pas. Ketika dua kardus tersebut jatuh kemudian mobil pick up tersebut langsung menepi dan supir turun.

Warga sekitar kemudian membantu supir untuk mengumpulkan KTP Elektronik yang tercecer itu kembali ke dalam kardus untuk dasukan ke dalam truk.

Pada saat pengumpulan barang tersebut seorang pengguna jalan kemudian mendokumentasikan kejadian tersebut dan memviralkannya.

Truk ekspedisi tersebut kemudian melanjutkan perjalanan dan tiba di gudang Kemendagri di daerah Semplak Kecamatan Kemang pada pukul 13.30 WIB. Seluruh KTP Elektronik kemudian diturunkan dan dimasukan ke dalam gudang dengan lengkap.

Menurut Zudan, prosedur operasi standar (SOP) pemindahan e-KTP berbeda dengan barang meja dan kursi. Namun surat jalan pemindahan itu sudah sesuai dengan prosedur.

Setelah foto-fotonya viral kemudian Ditjen Dukcapil berkoordinasi dengan Polres Bogor melakukan penyelidikan.

Zudan Arif Fakrulloh mengakui pihaknya telah melakukan kesalahan prosedur dalam pemindahan ribuan keping blanko tersebut.

Ia memastikan Kasubag Rumah Tangga Dukcapil Kemendagri menjadi salah satu pihak yang bertanggung jawab atas kesalahan ini.

Selain itu, sata ini mutasi staf tersebut tengah diproses di Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

“Untuk yang mutasi sedang diproses di Baperjakat. Tapi dipastikan akan ada yang dimutasi. Penanggung jawabnya itu Kasubag Rumah Tangga,” kata Zudan.

Dari kejadian yang menggemarkan warga tersebut, Zudan menyebutkan ada unsur kelalaian yang menyebabkan e-KTP tercecer di Jalan Salabenda, Kabupaten Bogor. Namun, tidak ada perbuatan melawan hukum terhadap kejadian ini.

Dijelaskan, terjatuhnya kardus yang berisi KTP-el adalah murni semata-mata karena kelalaian ekspedisi. Jadi disimpulkan bahwa tidak terdapat perbuatan melawan hukum atas kejadian tersebut.

Zudan menyatakan, beberapa berita di media sosial yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan menyebut bahwa berita tersebut hoax. Berita pertama menyebutkan bahwa terdapat berkardus-kardus aspal disembunyikan dalam sebuah gudang di Bogor disertai dengan foto.

Zudan menegaskan foto gudang tersebut adalah gudang resmi Kemendagri yang berada di Semplak, Bogor.

Ia mengatakan gudang tersebut bukan gudang yang digunakan untuk menyembunyikan blanko e-KTP maupun e-KTP palsu.

Ia memastikan seluruh keping e-KTP rusak yang disimpan di gudang KEmendagri di Sempak Bogor adalah asli. “Jadi bukan gudang yang digunakan untuk menyembunyikan KTP Elektronik. Ini adalah berita hoax” terang Zudan.

Ia juga menegaskan, foto di media sosial dengan postingan kalimat berupa tudingan e-KTP digunakan untuk warga asing adalah tidak benar alias hoax.

Berkaitan dengan hal ini, Kementerian Dalam Negeri mengerahkan 50 staf untuk menggunting seluruh blanko KTP elektronik rusak yang tersimpan di kawasan Semplak, Kemang, Kabupaten Bogor, Senin (28/5/2018) pasca temuan ceceran ribuan keping e-KTP di Jalan Salabenda, Kemang, Bogor.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memerintahkan agar seluruh keping e-KTP yang rusak untuk dipotong.

Alasannya, untuk menghindari penyalahgunaan untuk kepentingan pilkada 2018 maupun Pemilu 2019.

Zudan memperlihatkan dua gambar yang menunjukan proses pemotongan blanko e-KTP tesebut.

Gambar pertama menunjukan Zudan disaksikan Kapolres Bogor AKBP M Dicky Prastika tengah memegang gunting di tangan sebelah kanan dan blanko e-KTP di tangan kiri.

Sementara, gambar kedua memperlihatkan belasan orang berseragam PNS duduk bersila berhadapan tengah menggunting blanko e-KTP dengan latar belakang kardus berserakan.

Menurutnya, kerusakan pertama pada fisik blanko seperti melengkung, terkelupas dan lainnya. Sedangkan yang kedua ada pada elemen data di dalamnya seperti salah nama, tidak ada tanggal lahir, dan sebagainya.

Ribuan keping e-KTP yang rusak dan terjatuh di jalan itu bukan saja berasal dari Sumsel, melainkan dari beberapa daerah.

Zudan juga mengatakan bahwa blanko KTP El atas nama Retni tersebut merupakan blanko yang rusak elemen datanya. Menurut Zudan, seharusnya tanggal lahir yang tertulis di KTP tersebut adalah tanggal 29, bukan 28.

Ia menerangkan, untuk pencetakan e-KTP pada 2010 sampai 2014 dilakukan di pusat.

Namun, setelah 2014, pecetakan e-KTP dilakukan di daerah.

Jadi jika ada blanko yang rusak di daerah, maka akan dikirim ke pusat untuk diganti blankonya. Proses mencetaknya berbeda meskipun proses pengajuan permintaan blankonya sama.

Menurut Zudan blanko rusak tersebut belum dimusnahkan hingga sekarang karena masih menunggu informasi dari beberapa instansi terkait yang memiliki kemungkinan menjadikan blanko tersebut sebagai barang bukti hasil kejahatan seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), atau Inspektorat Jenderal.

Ia juga mengatakan, sejumlah perwakilan anggota Komisi II DPR RI telah melakukan sidak ke gundang Kemendari di Semplak Bogor tempat penyimpanan ribuan blanko e-KTP rusak.

Pada Sabtu 26 Mei 2018 kemarin, masyarakat digegerkan dengan beredarnya foto dan video ribuan keping e-KTP berserakan di sekitar Jalan Salabenda, Kemang, Bogor.

Sejumlah orang berusaha memunguti keping demi keping e-KTP tersebut. Dari video dan foto yang beredar, terlihat data warga di keping e-KTP yang tercecer adalah berasal dari Sumatera Selatan.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here