Kehangatan Bukber Fahri Hamzah Jokowi, Apa Obrolannya?

0
222

Jakarta, namalonews.com- Keakraban yang terjalin antara Presiden Joko Widodo dengan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah kembali terlihat kemarin.

Walaupun agak sedikit terlambat, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah hadir juga dalam acara buka bersama ‎pimpinan DPR dengan Presiden Joko Widodo serta Wakil Presiden Jusuf Kalla, di rumah dinas Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang berlokasi di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Senin (28/5/2018).

Ada banyak sekali tokoh yang hadir dalam acara buka puasa bersama tersebut. Mulai dari menteri Kabinet Kerja jokowi-JK, pimpinan DPR, Ketua/Kepala Lembaga setingkat menteri, dan juga pimpinan parpol.

Di luar itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyapa Presiden Joko Widodo dengan sebutan Haji Jokowi dalam acara buka bersama di rumah dinasnya. Ia juga taklupa menyapa para bakal cawapres yang hadir di acara buka puasa tersebut.

“Selamat sore Pak Haji Jokowi, sebutan haji ini penting, selamat sore Pak Haji Jusuf Kalla. Selamat datang calon wakil presiden, ada Pak Rommy, Pak Airlangga, Pak Zul. Saya juga komunikasi dengan Muhaimin Iskandar, beliau juga cawapres,” tutur Bamsoet.

“Kalau sekiranya Pak Jokowi bingung pilih cawapres, kami siap fit and proper test,” tambah dia.

Bamsoet kemudian menyebutkan dua pimpinan DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah yang juga dijadwalkan hadir. “Mudah mudahan sempat bertemu presiden dan bisa bercanda,” kata Bamsoet.

Dia mengapresiasi kehadiran Presiden Jokowi di acara malam ini. Bamsoet berharap agar ajang silaturahmi antara tokoh bangsa ini dapat menjadi sebuah contoh baik bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa supaya menghindari pertikaian yang tidak perlu.

“Silaturahmi para pemimpin yang penuh kebersamaan dan kekeluargaan, apalagi belangsung di bulan suci Ramadan adalah hal yang menyejukan. Jika pemimpinnya rukun dan guyub, insyaallah kedamaian dan kemakmuran akan tercipta,” kata politikus Partai Golkar itu.

“Maka saya ingin mengajak seluruh elemen bangsa untuk mencari titik kesamaan dan bukan pada perselisihan. Apalagi sampai menyulut permusuhan. Sudah saatnya kita meninggalkan kegiatan-kegiatan yang tidak menyulut perselisihan bangsa dan negara,” ujar dia.

Selain Jokowi dan JK, dalam acara ini turut dihadiri sejumlah elite. Di antaranya Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua KPK Agus Rahardjo, Wakil Ketua DPD Nono Sampono, Menteri Sosial Idrus Marham, Menteri Perindustrian Airlangga Hartaro, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, Ketua KPU Arief Budiman, dan Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy).

Saat menghadiri acara buka bersama tersebut, Fahri yang mengenakan kemeja batik dengan lengan panjang, duduk bersama dalam satu meja dan bersebelahan dengan Jokowi. Keduanya tampak begitu akrab saling berbincang selama acara berlangsung, disaksikan oleh Bamsoet, dan tokoh lainnya yang berada di meja yang sama.

Kemesraan Fahri Hamzah dan Jokowi ini terlihat jelas dari foto jepretan sahabatnya yang saat ini jadi politikus Golkar, Mukhamad Misbakhun. Fahri terlihat mengobrol sembari senyum-senyum ke Jokowi.

Dalam foto yang telah beredar, diketahui Presiden Jokowi mengenakan baju batik hitam coklat dan juga peci hitam terlihat sedang melakukan percakapan dengan Fahri Hamzah.

Presiden Joko Widodo dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dua kali bertemu ketika buka puasa bersama. Di dalam dua pertemuan itu keduanya tampak begitu akrab dan mesra. Ternyata, ada pesan khusus yang disampaikan oleh Fahri ketika bertemu mesra dengan Jokowi. Apakah itu?

Fahri selama ini memang dikenal lantang‎ dalam menyuarakan kritikannya kepada pemerintah, mulai dari masalah pemberantasan korupsi, nilai tukar rupiah, ekonomi, sampai isu tenaga kerja asing.

Setelah acara buka bersama usai, Fahri lantas meninggalkan lokasi acara, sebelum Presiden Joko Widodo.‎ Fahri tidak berkomentar ketika dirinya ditanya mengenai topik apa yang dibicarakan bersama Jokowi tersebut.

“Emang rumornya apa?” kata Fahri balik bertanya.

Saat dimintai konfirmasi terpisah, Fahri tak mau buka-bukaan soal apa yang disampaikan ke Jokowi. Memang tak sedikit yang penasaran dengan apa yang dibicarakan keduanya karena selama ini Fahri kerap kritis terhadap Jokowi. Namun, bak berbalik arah, Fahri kali ini tebar senyum di depan Jokowi.

“Ya adalah yang diomongin. Kalau aku sama Presiden kan selalu positif, aku kalau berbicara bukan untuk diri sendiri, nggak ada kepentingan pribadi,” kata Fahri.

Ketika dimintai konfirmasi ulang, Fahri tetap tak mau buka suara soal apa yang disampaikannya kepada Presiden. “Rahasia, gitu aja,” tegasnya sembari tersenyum.

Fahri mengatakan bahwa dirinya memang sengaja untuk mencari kesempatan agar dapat bicara dengan Jokowi dalam acara buka puasa bersama tersebut. Dia ingin menyampaikan sebuah pesan khusus terkait dengan kinerja pemerintahan.

“Saya mencari kesempatan untuk berbicara kepada Pak Jokowi, karena memang saya pernah mengingatkan Presiden di awal pemerintahannya tentang ancaman kepada ekonomi,” kata Fahri.

Kepada Presiden Jokowi, Fahri menyampaikan bahwa pemerintah untuk sekarang ini mewarisi keadaan ekonomi yang relatif baik dari pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal ini sudah terlihat dari meningkatkan APBN semasa pemerintahan SBY.

“Pak Jokowi mewarisi suatu ekonomi yang relatif baik. Karena di zaman Pak SBY itu kita melompati APBN itu sampai dua kali, tiba-tiba sekarang terjadi stagnasi. Pertumbuhan kita itu relatif melambat dan pertumbuhan 5 persen itu hanya dapat mengungkit APBN dari sekitar Rp 2.039 triliun saat awal kepemimpinan Pak SBY, sekarang itu menjadi hanya sekitar Rp 2.240 triliun. Jadi 4 tahun itu kita hanya dapat memperoleh Rp 200 triliun,” katanya.

Sementara itu, lanjut Fahri, pada era pemerintahan SBY, dalam 10 tahun APBN meningkat sekitar Rp 1.700 triliun. “Itu akselerasi yang cukup luar biasa,” katanya.

Fahri juga mengatakan, stagnasi tersebut sudah dia sampaikan ke Jokowi pada awal masa pemeritahannya. Ketika itu, kata Fahri, dia juga menyampaikan salah satu tantangan terbesar Indonesia adalah persoalan penegakan hukum, khususnya tantangan dalam bidang korupsi.

“Nah, stagnasi ini sudah saya ungkapkan dari awal kepada beliau, bahwa tantangan kita itu adalah penegakan hukum. Dan khususnya saya katakan kepada beliau, peegakan hukum pada pemberantasan korupsi,” katanya.

Dikatakan Fahri, setelah dirinya menyampaikan perihal situasi tersebut, Jokowi bertanya apa usulan darinya. Fahri juga menyampaikan usulan terkait dengan undang-undang.

“Saya katakan kepada beliau, ini baru saja ada undang-undang pemberantasan terorisme. Konsepnya itu bisa dipakai untuk memberantas korupsi. Karena yang diperlukan dalam memberantas korupsi itu adalah lembaga yang mengkoordinir sebagai leadership dalam pemberantasan korupsi. Itu yang tidak ada sekarang ini. Seharusnya ada semacam BNPT dalam pemberantasan korupsi,” jelas Fahri.

Nah, seperti itulah ternyata perbincangan yang terjadi antara Fahri Hamzah dan juga Jokowi di sela acara buka puasa bersama yang berlangsung di kediaman Bambang Soesatyo tersebut.

“Intinya saya mengingatkan bahwa, 6 bulan setelah beliau dilantik atau bahkan kurang, saya sudah mengatakan ini dan saya mengingatkan kembali,” katanya.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here