Kenaikan Harga Sembako Menjelang Lebaran Idul Fitri 2018 – NamaloNewsVideo

0
846

NamaloNewsVideo,

Harga bahan pokok mengalami naik turun menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri. Tampak beberapa kebutuhan pokok seperti cabai, bawang merah, telur, dan tomat misalnya sudah mulai mengalami peningkatan. Harga sembako pekan kemarin atau pekan depan belum tentu sama dengan harga hari ini.

Menurut Dinas Perdagangan Koperasi Informasi harga sembako terbaru, terlengkap dan selalu update setiap dua kali dalam sepekan ini, menyebutkan harga cabai hingga pertengahan bulan puasa ramadan ini masih terjangkau. Bahkan, harga cabai justru turun hingga Rp5.000/Kg. Tetapi harga daging sapi menembus angka Rp110.000/Kg. Sementara itu harga beras kualitas premium, medium dan beras termurah tetap seperti harga sebelumnya.

Namun memang sepertinya pada kenyataannya sangat berbeda. Dari pantauan Wartawan Namalo News, subuh pagi tadi pukul 01:30 para pedagang hampir 85% mengeluhkan masalah kenaikan harga ini. Pelanggan pun akhirnya banyak yang menghilang dengan omset yang sangat jatuh mulai dari awal-awal bulan ibadah ini.

Harga daging bisa dikatakan telah mengalami kenaikan yang belum seberapa, karena seorang pedagang daging yang telah memulai bisnis selama 25th bernama Pak Apong mengatkan, “Harga daging sekarang harus dikasih 120ribu perak untuk daging import Indonesia, untuk daging ekspor hingga 150ribu loh. Ini belum H-7 kurang, bagaimana nanti H-2 atau H-1?”.

Untuk harga ayam juga begitu, harga standar ayam sekarang adalah 25ribu, akan tetapi saat ini harga sudah mulai mencapai 29ribu. Bahkan untuk ayam boiler atau ayam besar standartnya 38 ribu, sekarang sudah mencapai 40.000. Bagaiman nanti bila H-2 atau 3 kata seorang pedang ayam.

Untuk sayuran tentu mengalami kenaikan, hanya para pedagang sayur menyatakan, “untungnya sayuran itu dipanen setiap hari, jadi memang untuk harga ya selalu berganti. Lain hal dengan jengkol “Harga jengkol saja yang kemarin-kemarin Rp. 20.000 per kilo sekarang jadi Rp. 40.000. Sama juga dengan harga – harga lainnya. Bawang putih yang paling naik tinggi, dari Rp. 20.000 per kilo sekarang jadi Rp. 60.000 per kilo,” kata Fatimah

Kenaikan harga sembako ini memang sudah selalu diprediksi. Setidaknya kedepan ada dua momentum yang memicu kenaikan, yakni bulan puasa dan lebaran. Hanya saja, berbeda dengan kenaikan tahun sebelumnya, kenaikan sembako tahun ini berhimpitan dengan kenaikan harga barang akibat kenaikan harga BBM.

Memang, dalam situasi yang sulit begini, terobosan dari pemerintah sangat diperlukan. Tidak sekedar dengan operasi pasar. Dalam banyak kasus, operasi pasar tidak begitu efektif. Selain sifatnya yang temporer, operasi pasar juga hanya menjangkau segmen kecil dari masyarakat. Akibatnya, operasi pasar terkadang tidak begitu efektif menahan laju kenaikan harga dan memastikan ketersediaan sembako yang bisa dijangkau rakyat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here