Siapkan Kader Cawapres untuk Pemilu 2019 Berdasarkan Banyak Pandangan

0
293

Jakarta, namalonews.com- Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai dar partai Golkar di anggap oleh kara kader yang layak menjadi pendamping capres petahana Jokowi pada pemulu tahun 2019 yang akan datang. Airlangga dianggap sebagai salah satu sosok yang memang sengaja disiapkan oleh partai Golkar yang akan mendampingi Jokowi nantinya.

Salah seorang anggota Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar, Anwar Arifin, menyatakan bahwa Airlangga adalah salah satu kader terbaik yang tepat. Pasalnya karena beliau berada di posisi teratas prioritas pendamping Jokowi dari Golkar.

Namun, di samping itu dari Charta Politika Indonesia merilis terdapat tiga nama yang dianggap paling difavoritkan sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo dan Prabowo Subianto dalam pemilu 2019 mendatang.

Beberapa nama tersebut diambil dari hasil survei yang baru-baru ini digelar seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gatot Nurmantyo, dan Anies Baswedan.

Hal ini sudah terbukti dari hasil survei Agus Harimurti Yudhoyono AHY mampu menempati posisi pertama apabila dipasangkan dengan Jokowi. Sedangkan Anies Baswedan menempati posisi pertama apabila dipasangkan dengan Prabowo Subianto.

Yunarto Wijaya seorang Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, di Jakarta Selatan, pada hari Senin 21 Mei 2018 menyatakan bahwa “Berdasarkan survei semi terbuka, elektabilitas AHY apabila disandingkan dengan Jokowi maka sebesar 11,8 persen sedangkan  Anies apabila berpasangan dengan Prabowo 15,6 persen,” ungkapnya menerangkan.

Sedangkan Jokowi, dua nama lainnya yang mencuat sebagai seorang calon wakil presiden yakni Gatot Nurmantyo dengan elektabilitas sebasar 11,5 persen, kemudian dengan Anies Baswedan sebesar 9,1 persen.

Lebih lanjut menerangkan “Sedangkan dua nama lainnya untuk Prabowo, adalah Gatot Nurmantyo dengan sebesar 15,1 persen serta dengan AHY 10,4 persen,”.

Ketika melakukan survei secara tertutup, terdapat tiga nama cawapres dengan elektabilitas yang berbeda-beda dimana sedang bersaing untuk mendampingi Prabowo.

Pertama yakni nama Anies dengan elektabilitas sebesar 12,2 persen, kedua yakni Gatot Nurmantyo sebesar 11,9 persen, sedangkan AHY berada di posisi ketiga dengan elektabilitas sebesar 8,0 persen.

Sedangkan untuk mendampingi Jokowi, dalam survei secara tertutup, nama Wakil Presiden Jusuf Kalla justru yang menempati posisi pertama. Seperti yang diungkapkan oleh Yunarto bahwa  “JK mendapatkan elektabilitas yakni 10,3 persen. sedangkan Gatot dan AHY. Keduanya masing-masing mendapatkan elektabilitas yakni sebesar 8,6 persen dan 7,6 persen,”.

Menurut survei calon wakil presiden versi umumnya bahwa, nama Jusuf Kalla kembali mendapatkan posisi pertama untuk mendampingi Jokowi, besaran Elektabilitasnya yakni mencapai 11,8 persen.

“Selanjutnya diikuti oleh Gatot Nurmantyo yakni sebesar 8,3 persen kemudian Anies Baswedan sebesar 8,2 persen.”

Survei ini digelar tersebut sudah melibatkan 2.000 responden diamna sudah tersebar di 34 Provinsi di Indonesia dengan metode acak bertingkat (multistage random sampling).

Survei tersebut menggunakan margin of error yakni sebesar +/- 2,19 persen pada tingkat kepercayaan yakni 95 persen tersebut, dilakukan pada 13–19 April 2018 dengan melalui wawancara tatap muka secara langsung yang menggunakan kuesioner terstruktur.

Agung Laksono sebagai Ketua organisasi sayap Partai Golkar Kosgoro 1957, menyatakan bahwa Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sudah siap menjadi calon wakil presiden yang mendampingi Joko Widodo pada Pilpres 2019 nanti.

Agung mengungkapkan pendapatnya dalam acara buka puasa bersama keluarga besar Kosgoro 1957 di kediamannya, Jalan Cipinang Cempedak II, Jakarta Timur pada hari Minggu, 20 Mei 2018 bahwa “Semuanya kami serahkan kepada DPP Partai Golkar, Beliau sendiri tidak menolak dan sudah siap, tapi Beliau (Airlangga) mengatakan ya saya tidak mau mendahului Bapak Presiden (Jokowi),” ungkapnya.

Karena hal tersebut maka sudah siap, kata Agung akan tetapi Airlangga tidak akan mau mendeklarasikan dirinya sebelum berbicara terlebih dulu dengan Bapak Jokowi.

Agung menjelaskan kembali “Artinya tidak ingin mendahului, itu terserah pada kewenangan Beliau. Kalau menurut saya ya kita sudah siap, diterima syukur, tidak juga tidak apa-apa. Itu semua tidak mengubah sikap kami terhadap dukungan kepada Jokowi,”.

Agung mengungkapkan bahwa Airlangga sendiri sudah mengkonfirmasi ke seluruh kader Partai Golkar bahwa beliau yang maju untuk menjadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019.

Karena alasan tersebut, Agung ingin bahwa Airlangga untuk segera mendeklarasikan diri maju menjadi cawapres pada pemilihan umum presiden 2019.

Agung kembali menegaskan bahwa “Bukan hanya kami dari dewan pakar, bukan hanya dari ormas Kosgoro, bahkan dari Soksi MKGR pun juga demikian. Daerah-daerah dewan pembina, dewan kehormatan pun juga punya pandangan yang sama bahwa dari Golkar hanya ada satu, Pak Airlangga. Tinggal kita harapkan saja Beliau mau secepatnya untuk mendeklarasikan,”

Agung kembali menegaskan bahwa “Saya menunggu Beliau. Kami berharap bisa secepatnya, kami sudah bulat, karena lebih cepat lebih akan lebih baik Beliau mendeklarasikan sebagai cawapres,”.

Terkait nanti kemungkinan dari Jusuf Kalla akan maju lagi atau tidaknya menjadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019, Agung manyatakan hal tersebut yang tidak mungkin akan terjadi.

“Beliau kan sudah pernah selama dua periode, dan saya kira by konstitution sudah tidak mungkin lagi,” tagasnya.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendeklarasikan bahwa dirinya sebagai cawapres dari  Joko Widodo pada pemilu tahun 2019 mendatang. Bahkan, dari Cak Imin sendiri percaya bisa dipilih Jokowi sebagai pasangannya nanti.

Ada juga kalimat yang bernada ancaman sempat dilontarkan Cak Imin, yang mana apabila beliau tidak dipilih menjadi cawapres, maka PKB akan mengalihkan dukungan dan membuat poros koalisi yang baru. Gaya ancam tersebut dinilai membuat Jokowi tidak nyaman bahkan meragukan untuk memilih Cak Imin sebagai cawapres.

Hal tersebut disampaikan oleh pengamat politik Ray Rangkuti dalam diskusi yang digelar oleh Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, yakni hari Minggu 27 Mei 2018) pada sore hari.

“PKB dulu ada kemungkinan akan dilirik oleh Jokowi dan kemudian PKB memberikan ancaman. Gaya-gaya ngancam tersebut malah membuat Jokowi jadi tidak happy,” ungkap Ray.

beliau menegaskan, bahwa gaya yang semikiian bisa membuat Jokowi terganggu. Menurut beliau, malah dari Cak Imin atau PKB kurang mampu membaca psikologi politik Jokowi.

Menurutnya, terdapat beberapa alasan yang membuat Jokowi akan memilih Cak Imin menjadi cawapres. Beberapa diantaranya yakni karena Cak imin dinilai dapat merekatkan kubu NU untuk mau bergabung ke Jokowi. Sehingga, dengan dukungan PKB tersebut, maka suara NU akan semmakin mudah untuk didapatkan.

Demikian beberapa hal yang sudah dipersiapkan untuk pemilihan umum presiden 2019 dari berbagai pihak lain pun sudah menyiapkan dan memandang kader yang pantas. Semoga apapun yang sudah menjadi pilihan rakyat kedepannya bisa memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Iintinya sebagai warga negara yang baik kita selayaknya tidak golput, sekian dan terimaksih sudah membaca artikel ini.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here