Amien Rais Melontarkan Peluru Penghantam Jokowi Dalam Rakornas PA 212

0
173

Jakarta, namalonews.com- Amien Rais sang Mantan ketua umum MPR RI kembali membakar semangat para aktivis 212. Menurutnya, Presiden Jokowi bakal dilengserkan oleh Allah subhanahu wata’ala dikarenakan oleh kesalahannya sendiri.
Ketua Dewan Penasihat PA 212 Amien Rais itu memberikan alasan, Jokowi sudah salah langkah sampai- sampai melakukan blunder.
Amien Rais juga kembali meletuskan peluru-peluru yang secara langsung ataupun tak langsung meghantam Presiden Joko Widodo ketika sedang menghadiri acara Rakornas Persaudaraan Alumni (PA) 212. Peluru eks Ketua MPR itu ke Jokowi yang dilontarkan kali ini beragam, salah satunya terkait dengan Pilpres 2019.
Selasa 29 Mei 2018 kemarin Rakornas PA 212 yang dihadiri oleh Amien Rais ini berlokasi di Aula Sarbini, Taman Bunga Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur.
Tembakan pertama langsung meletus dari Amien ke Jokowi ketika politikus PAN itu memberikan sambutan. Sambil dirinya menunjuk foto Jokowi, Amien mengatakan petahana Presiden RI itu akan dilengserkan Allah di 2019.
“Kita sudah lihat dengan jelas, kita perhatikan bagaimana pemimpin yang akan dilengserkan Allah itu langkahnya dari salah ke keliru, dari keliru ke blunder, salah lagi dan seterusnya,” kata Amien sambil menunjuk foto Jokowi.
Selain itu Jokowi juga kena tembak lagi oleh Amien Rais lantaran gaji para fungsionaris Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang angkanya bernilai ratusan juta rupiah.
Memang, kritik Amien mengenai gaji BPIP itu tak langsung menyeret nama Jokowi. Akan tetapi, gaji para pejabat BPIP diatur lewat Perpres 42/2018 yang diterbitkan dan diteken Presiden Jokowi pada 23 Mei 2018. Perpres ini juga mengatur gaji Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah.
“Orang-orang yang sudah sepuh itu yang menjadi BPIP, kemudian mengejutkan hanya ongkang-ongkang, hanya tukar pikiran wah (digaji) Rp 100 juta lebih,” kata Amien.
Ketika Amien Rais mengkritik fantastisnya besaran gaji BPIP, dirinya juga menyinggung prosesi ngunduh mantu Jokowi. Dirinya mengungkit citra Jokowi yang dianggapnya sederhana saja.
“Misalnya Pak Jokowi dikesankan presiden yang sederhana. Tapi ketika ngunduh mantu di Medan itu 3 hari 3 malam. Pasti puluhan miliar mendatangkan kuda, kereta kencana dari Solo beserta saisnya (kusir). Contoh kecil. Nah seperti ini kan paradoks. Katanya sederhana ternyata bermewah-mewah,” tuturnya.
Yang terakhir kali, Amien Rais menyinggung kasus seorang remaja pengancam Jokowi. ABG 16 tahun berinisial RJ itu mengancam akan memasung dan menembak Jokowi.
Amien membandingkan bagaimana proses hukum RJ dengan proses hukum kasus ujaran kebencian yang lainnya. Menurut Amien, ada kasus lain yang lebih kecil jika dibanding dengan kasus RJ tapi aparat penegak hukum langsung memproses tanpa pandang bulu.
“Ini saya kira pola yang makin membahayakan. Ada China yang kurang ajar yang mau menggal kepala Pak Jokowi lepas dari badannya, Pak Jokowi kacungnya, dan lain-lain nggak diapa-apakan,” kata Amien.
Menurut Amien, ketidakadilan dan juga ketimpangan tersebut menjadikan masyarakat akan semakin kehilangan kepercayaan terhadap pemerintahan Presiden Jokowi.
“Yang kayak gini ini membuat kita makin kehilangan kepercayaan dengan Pak Jokowi,” pungkasnya.
Ia mengaku bahwa dirinya yakin hal tersebut pasti bakal terjadi. Menurutnya, malaikat bakal membantu mewujudkannya. “Saya yakin sekali, memang ini (menunjuk foto Jokowi-JK) insyaallah tangan malaikat yang mengatur ya,” ujar Amien.
Amien juga tak lupa mencontohkan kekeliruan yang dibuat oleh pemerintahan Jokowi. Salah satunya yaitu terkait dengan daftar mubalig yang direkomendasikan oleh Kemenag.
Disamping daftar rekomendasi mubalig oleh Kemenag, Amien mencontohkan juga kesalahan Jokowi yang lainnya, yakni persoalan e-KTP yang tak kunjung selesai. Amien juga menaruh curiga terhadap proses pembuatan e-KTP yang memakan waktu sangat lama.
“Bayangkan saja e-KTP padahal sudah cacat masak cacat berkardus-kardus. Lalu memang kalau cacat betul mengapa dimusnahkan. Ini taktik-taktik ala anak-anak TK. Jadi mari kita kerja terus karena kebenaran dan keadilan itu adalah slogan atau semboyan kita,” tutur Amien.
Amien berharap agar rakornas yang mengambil tema ‘Menyatukan Arah Perjuangan Umat Islam dalam Suksesi Kepemimpinan Nasional’ ini dapat membangkitkan semangat umat Islam untuk melanjutkan perjuangan.
“Agar perjuangan kita berlanjut, dari kemenangan untuk memenjarakan penista agama sampai kemudian berdampak positif kepada pilkada, bahkan insyaallah sampai tahun depan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama bahkan Ketua Dewan Penasehat Persaudaraan Alumni 212, Amien Rais menganjurkan calon presiden petahana, Joko Widodo tenang menghadapi Pilpres 2019.
Anjuran tersebut disampaikannya, karena ini berlandaskan pada falsafah Jawa, yaitu ‘kekuasaan tidak ada yang langgeng’ dan semua keputusan itu ada di tangan Tuhan.
“Sekarang ini, mau dua periode, tapi nanti Allah yang memutuskan. Santai sajalah. Pak Jokowi juga saya anjurkan tenang-tenang saja. Kekuasaan tidak ada yang abadi, di dunia ini tidak ada yang abadi,” ujar Amien Rais usai berlangsungnya Rakornas PA 212 di Aula Sarbini Taman Bunga Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, kemarin.
Mantan Ketua MPR tersebut juga mengambil contoh bagaimana Najib Razak di Malaysia yang ingin kembali merebut posisi Perdana Menteri, namun upayanya digagalkan oleh Mahathir Mohamad.
“Maksud saya, kita semua, Jokowi, Prabowo, itu silakan saja bertanding. Tapi kita yakin keputusan akhir pada Allah, betapa kemauan Najib Razak ingin jadi Perdana Menteri (Malaysia) lagi, kalah sama Mahathir (Mohamad),” ujar Amien Rais.
Selanjutnya, Amien Rais juga kembali mengingatkan bahwa untuk menjadi pemimpin adalah panggilan Tuhan dan tidak ada kekuasaan yang abadi, selama Tuhan tidak mengizinkan.
“Pemimpin itu panggilan dari Allah, kalau tidak dicopot kembali, jangan sampai mimpi menikmati dan lain-lain,” ujar Amien Rais.
Sebelumnya, Amien Rais hadir dalam Rakornas PA 212 yang dalam acara tersebut membahas kriteria calon Presiden dan Wakil Presiden yang sesuai dengan kriteria peserta rapat.
Hasilnya, berbagai rekomendasi nama calon presiden dikeluarkan oleh PA 212 dalam Rakornas tersebut, seperti halnya Rizieq Shihab, Prabowo Subianto, dan Zulkifli Hasan.
Disamping itu, nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga turut muncul sebagai rekomendasi calon wakil presiden, bersama dengan Ahmad Heriyawan, Anies Matta, Hidayat Nur Wahid, dan Eggi Sudjana.
Di lain pihak, Golkar juga menyindir Amien Rais soal partainya yang sampai saat ini belum menentukan sikap di Pilpres 2019.
“Sekarang ini belum waktunya berkampanye mengganti presiden. Toh hingga saat ini Pak Amien masih belum punya siapa capres resmi yang akan diusungnya,” ujar Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan, kepada wartawan, Rabu (30/5/2018).
Ace juga mengaku bahwa partainya tak ambil pusing mengenai peluru panas yang kembali diletuskan oleh Amien ke Jokowi. Menurut Ace, rakyat itu saat ini sudah cerdas dalam menentukan pilihan.
“Bagi saya biarkan saja Pak Amien melontarkan pernyataan yang seperti itu. Karena hal itu tidak akan mengubah keadaan juga kok. Semua orang tahu jalan pikirannya Pak Amien Rais,” kata Wakil Ketua Komisi VIII itu.
“Elektabilitas Pak Jokowi juga nyatanya semakin meningkat. Pak Jokowi lebih baik kerja dan kerja untuk rakyat. Yang harus dilayani adalah rakyat agar mereka benar-benar merasakan kepuasan atas kerja keras Pemimpinnya. Rakyat juga tahu siapa yang harus dipilih,” imbuh Ace.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here