Kebijakan Tarif Impor AS Pengaruhi Hubungan Perdaganan Jepang

0
179

Jakarta, namalonews.com- Perbedaan isu perdagangan antara Amerika Serikat dan Jepang masih sulit untuk mendapatkan titik temu. Hal ini disebabkan oleh kebijakan tarif impor baja dan alumunium AS yang menjadikan hubungan perdagangan keduanya semakin sulit dijembatani.

Reuters merilis kedua negara gagal mencapai kesepakatan dalam meningkatkan hubungan perdagangan pada Kamis (31/5/2018). Bahkan, AS telah me-resign dari perjanjian perdagangan Trans Pacific Partnership yang dipelopori oleh Jepang sebagai penyeimbang Cina. Selain itu, AS juga meninggalkan perjanjian perubahan iklim yang ditopang oleh Jepang.

Meski demikian, Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyetujui akan memulai pembahasan terkait perjanjian perdagangan bebas yang adil dan timbal balik.

Presiden Trump menyebut hubungan perdagangan bilateral antarkeduanya akan lebih bagus. Sedangkan, PM Abe menilai pakta perjanjian perdagangan multilateral menjadi pilihan terbaik.

Sebelumnya, Jepang telah menginformasikan kepada organisasi perdagangan dunia  bahwa mereka berhak mengambil tindakan balasan terhadap kebijakan tarif impor baja dan alumunium AS.

Selama ini, Jepang mengakui telah berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi AS. Tercatat sepanjang 2016, perusahaan Jepang telah melakukan investasi sebesar 421 miliar dolar AS secara kumulatif di AS. Dengan investasi ini, lapangan kerja semakain besar dan luas.

Kenaikan impor energi juga diprediksi akan membantu mengurangi ketidakseimbangan perdagangan bilateral antar AS dan Jepang.

Jepang menerima pengiriman pertama gas alam cair pada minggu lalu dari Nest Point yang baru saja dilakukan oleh Dominion Energy yang merupakan pabrik ekspor Maryland asal AS.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here