Perekrutan KSP: Pemborosan Anggaran atau Kepentingan Politik?

0
610

Jakarta, namalonews.com- Dalam rangka membantu Presiden dan Wakil Presiden untuk meningkatkan kelancaran pengendalian Program-Program Prioritas Nasional dan penyelenggaraan Komunikasi Politik Kepresidenan serta Pengelolaan Isu Strategis, Presiden telah membentuk Kantor Staf Presiden.

Kantor Staf Presiden merupakan Unit Staf Kepresidenan, yang dibentuk dengan Perpres No. 26 Tahun 2015 Tentang Kantor Staf Presiden. Kantor Staf Presiden memiliki tugas dan fungsi memberi dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam melaksanakan pengendalian program-program prioritas nasional, komunikasi politik, dan pengelolaan isu strategis penyelesaian masalah secara komprehensif, percepatan pelaksanaan dan pemantauan program prioritas nasional serta tugas lain yang diberikan Presiden.

Belum lama ini Presiden Joko Widodo merekrut masuknya Ali Mochtar Ngabalin ke lingkungan istana. Hal ini menjadi hak prerogative Presiden. Presiden Joko Widodo mengangkat Ali Mochtar Ngabalin sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi di Kantor Staf Presiden (KSP). Ali Mochtar yang merupakan mantan tim sukses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Pemilu 2014 bertugas membantu Presiden Jokowi melakukan komunikasi politik kepada publik.

Biarpun sebenarnya menjadi hak perogative Presiden, namun yang diperlukan pemerintah dalam hal perekrutan tak lain tak bukan adalah untuk efisiensi dan efektivitas kinerja pemerintahan. Bukan sekadar penambahan personil semata.

Disinyalir, kinerja di kantor staf presiden dirasa masih bisa koordinasikan secara baik. “KSP (Kantor Staf Presiden) itu nyaris enggak ada kerjanya. Koordinasi antar kementerian sudah ada menteri koordinator. Soal teknis sudah ada Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet. Selain itu, sudah ada juga staf khusus lain. Oleh karenanya, tidak ada kerjanya,” kata  Yandri Susanto, anggota Komisi II DPR, di Jakarta, Kamis (24/5) pada media.

Lebih lanjut, Yandri, begitu panggilan akrabnya, menambahkan akan memperingan anggaran maupun kinerja. “Apalagi Pak Jokowi bilang hemat angggaran dan kinerja. Tapi ini hak Pak Jokowi penuh. Kalau tahu ini buang anggaran, sudah ada fungsi lain, mungkin bisa,” kata politikus Partai Amanat Nasional itu.

Presiden Joko Widodo sering mengampanyaken efektifitas dan efisiensi dalam bekerja. Tapi kalau memang kenyataannya Presiden mengangkat staf khusus lagi, berarti bisa dikatakan ingkar janji.

Dari pandangan pengamat politik Hendri B Sastro, tindakan dan langkah yang diambil Presiden Joko Widodo melalui kantor staf kepresidenan dengan merekrut Ali Mochtar merupakan pendekatan dengan umat agama islam maupun terhadap ulama. Ali Mochtar sendiri merupakan ulama yang sudah akrab dengan masyarakat luas.

“Resep jitu yang dimiliki Ngabalin dan tidak dimiliki staf presiden lainnya, adalah ia seorang ulama dan sekaligus politisi, ini belum ada di staf lainnya,” ujarnya pada wartawan beberapa waktu lalu.

Dengan masuknya Ali Mochtar ini seharusnya staf khusus lain yang tidak atau kurang menguasai jurus  merasa tertampar. Karena presiden sampai merekrut tokoh oposisi yang dipandangnya bisa menggandeng tokoh lainnya dengan baik.

Ali Mochtar dulu sempat bersebrangan dan  mengkritik Jokowi. Namun kini ia berada di Golkar yang sudah menjadi pendukung Joko Widodo.

Sementara itu, pakar hukum Tata Negara, Refly Harun mengatakan selain sebagai dapur pemikiran Presiden, keberadaan KSP dinilainya hanya untuk mengakomodasi kepentingan politik Presiden Jokowi karena diisi kebanyakan orang-orang dengan latar belakang politisi.

Idealnya KSP diisi orang-orang yang memang memiliki keahlian di bidangnya. “Kalau dilihat di lingkaran KSP itu rata-rata atau di lingkaran Presiden rata-rata banyak komunikasi politik. Komunikasi politik berkaitan dengan kampanye. Padahal negara ini membutuhkan orang-orang yang expert di bidang-bidang tertentu yang memang dibutuhkan untuk memberikan pendapat bagi kebijakan-kebijakan Presiden,” paparnya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here