Pilpres 2019, Struktur Partai Pendukung Jokowi Cukup Kuat

0
263

Jakarta, namalonews.com- Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum Parta Golkar menilai bahwa keberadaan partai politik koalisi pendukung Joko Widodo yang saat ini ada sudah cukup kuat dan solid untuk membantu Jokowi dalam memenangi Pilpres 2019.
Airlangga menyatakan,” Memang strukturnya kini sudah terbentuk cukup kuat. Kalau lebih banyak pendukung lebih baik tapi tak perlu dipaksakan.”
Dirinya menyatakan bahwa partai- partai yang saat ini telah menyatakan diri mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang terus menjalin komunikasi dengan partai- partai yang lain yang belum menyatakan dukungannya.
Dirinya juga masih memperkirakan bahwa nanti masih ada satu atau dua partai lagi yang akan menyatakan dukungan bagi Jokowi.
“Ya mungkin satu atau dua partai lagi (akan menyatakan dukungan),” kata Airlangga.
Sejauh ini, sejumlah partai politik yang telah menyatakan dukungan bagi Jokowi dalam Pilpres 2019, diantaranya adalah partai Golkar, Hanura, Nasdem, PDI Perjuangan, PPP, Perindo, PSI dan PKPI.
Partai pendukung menyepakati baru akan membahas cawapres Jokowi secara bersama-sama setelah perhelatan Pilkada Serentak berakhir.
Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum Parta Golkar menilai bahwa keberadaan partai politik koalisi pendukung Joko Widodo yang saat ini ada sudah cukup kuat dan solid untuk membantu Jokowi dalam memenangi Pilpres 2019.
Airlangga menyatakan,” Memang strukturnya kini sudah terbentuk cukup kuat. Kalau lebih banyak pendukung lebih baik tapi tak perlu dipaksakan.”
Dirinya menyatakan bahwa partai- partai yang saat ini telah menyatakan diri mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang terus menjalin komunikasi dengan partai- partai yang lain yang belum menyatakan dukungannya.
Dirinya juga masih memperkirakan bahwa nanti masih ada satu atau dua partai lagi yang akan menyatakan dukungan bagi Jokowi.
“Ya mungkin satu atau dua partai lagi (akan menyatakan dukungan),” kata Airlangga.
Sejauh ini, sejumlah partai politik yang telah menyatakan dukungan bagi Jokowi dalam Pilpres 2019, diantaranya adalah partai Golkar, Hanura, Nasdem, PDI Perjuangan, PPP, Perindo, PSI dan PKPI.
Partai pendukung menyepakati baru akan membahas cawapres Jokowi secara bersama-sama setelah perhelatan Pilkada Serentak berakhir.
Seperti yang sudah dikatakan oleh ketua umum Golkar Airlangga Hartarto tadi, Ada dua partai yang dikabarkan akan segera merapat ke dalam koalisi parpol pendukung Jokowi.
Dengan rencana bakal merapatnya dua parpol itu, Airlangga menilai koalisi parpol pendukung Jokowi untuk Pilpres 2019 akan makin solid.
“Dengan kondisi sekarang, sebetulnya relatif sudah terbentuk strukturnya. Jadi tinggal mungkin tambah satu-dua partai lagi,” ujar Airlangga saat berbincang pada acara buka puasa bersama di kediaman Bambang Soesatyo, Senin (28/5/2018).
Namun saat ditanya lebih lanjut parpol mana saja yang akan merapat, Airlangga enggan mengungkapkan. Ia hanya menjelaskan komunikasi antarparpol masih dinamis menjelang Pilpres 2019. “Antarpartai masih berkomunikasi secara lancar. Jadi tidak yang perlu dikhawatirkan karena seluruh komunikasi itu cair,” ujar Airlangga.
Terkait kursi panas cawapres yang sedang diperebutkan koalisi parpol pendukung Jokowi, Airlangga berkomentar andai dirinya tidak menjadi cawapres Jokowi. “Jadi kan saat Partai Golkar memutuskan Pak Presiden, itu kan kita tidak berbicara masalah itu.
Tetapi tentu dinamika kan tetap berkembang ya, aspirasi yang berkembang dari berbagai pihak tentu perlu didengar dan saya yakin Pak Presiden juga memperhatikan hal-hal tersebut,” pungkasnya.
Bahkan di sisi lain, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar juga menyatakan bahwa semua parpol pendukung Presiden Jokowi sepakat bahwa calon wakil presiden Jokowi berasal dari partai politik.
Menurut Muhaimin, yang akrab disapa dengan sebutan Cak Imin, semua parpol pendukung Presiden Jokowi memiliki peluang menjadi cawapres.
Hanya tinggal Presiden Jokowi melihat dan memilih yang terbaik dari segi elektoral dan untuk kemajuan Indonesia.
“Semua partai politik sepakat wapres harus dari partai. Tinggal silakan mengajukan yang terbaik untuk kemajuan indonesia dan keperluan elektoral,” ujarnya dalam acara buka bersama “Parlemen Mengaji” sekaligus khatam Alquran dan berbagi bersama anak yatim, Selasa kemarin.
Menurutnya, sebelum tanggal 4 Agustus yang akan datang belum ada soal kepastian soal cawapres Jokowi. Hanya saja ujarnya, PKB sudah sejak awal mengajukan diri sebagai cawapres Jokowi.
Cak Imin juga mengakui bahwa dari sisi suara elektroal, PKB lebih tinggi dibandingkan dengan Golkar kalau capresnya Jokowi. Namun kekuatan elektroral PKB itu masih di bawah PDIP, ujarnya.
“Parpol itu alamatnya jelas, jelas pula tanggung jawab dan ideologinya. Kalau cawapres bukan dari parpol, itu namanya alamat pribadi,” ujar Cak Mkinin menyindir calon non parpol.
Melchias Markus Mekeng Ketua Fraksi Partai Golkar memastikan bahwa dukungan Partai Golkar terhadap Jokowi sebagai calon presiden di Pilpres 2019 itu sudah solid.
Bahkan, kata dia, dukungan tersebut akan dikuatkan dengan deklarasi Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai cawapres Jokowi.
“Dukungan Partai Golkar terhadap Pak Jokowi sudah kuat dan sangat solid. Hal itu ditetapkan sejak 2016 rapimnas era Pak Novanto dan dikuatkan pada Munaslub Pak Airlangga,” ujar Mekeng di Jakarta.
Dirinya juga mengaku bahwa bersama dengan sejumlah pengurus Golkar lainnya akan mendesak Jokowi untuk segera menetapkan Airlangga Hartarto sebagai cawapres.
“Kader Golkar menghendaki agar Ketua Umum kami segera ditetapkan sebagai cawapres Jokowi,” tegas Mekeng.
Mekeng merasa yakin, Jokowi akan memilih Airlangga sebagai cawapres. Pertimbangannya, sosok Airlangga adalah tokoh yang mempunyai integritas dan kabaplitas yang mumpuni sebagai cawapres.
“Figur Airlangga sudah memiliki pengalaman di legislatif dan eksekutif, integritas yang memadai serta merepresentasikan proses regenerasi untuk politik Golkar ke depan,” kata dia.
Mekeng juga meyakini, pertimbangan Jokowi akan memilih Airlangga karena Partai Golkar merupakan partai besar yang memiliki mesin politik kuat hingga ke akar rumput.
“Partai Golkar sebagai pemenang pemilu ke-2 pada tahun 2014 memberikan kontribusi dukungan sebesar 14,5 persen pada pencalonan Pak Jokowi,” ucap Mekeng.
Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar TB Ace Hasan Syadzily membantah kalau dukungan Golkar kepada Jokowi tidak solid.
“Saya heran kok masih saja ada pihak yang menyatakan bahwa Partai Golkar masih tidak solid mendukung Pak Jokowi. Apalagi hal ini dinyatakan salah seorang Senior Partai Golkar,” kata Ace.
Menurut Anggota Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar, Anwar Arifin, Airlangga salah satu kader terbaik. Airlangga berada di posisi teratas prioritas pendamping Jokowi dari Golkar.
Golkar sebelumnya juga sudah sempat mewacanakan Jusuf Kalla kembali mendampingi Jokowi. namun, ada pertimbangan lain yang membuat peluangnya makin kecil.
“Pak JK sendiri tak begitu berminat lagi ” ujarnya ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Ia lantas menjelaskan alasannya. JK, kata Arifin, telah dua kali menduduki posisi cawapres. Pertimbangan lainnya adalah faktor usia.
“Beliau sudah merasa sudah dua kali dan kedua masalah usia dan ketiga masalah kaderisasi,” jelasnya.
Namun, kata Anwar, bukan tidak mungkin bahwa Jokowi akan kembali memilih JK sebagai pendampingnya. Mengingat bahwa dinamika politik saat ini masih terus berkembang.
“Tapi yang namanya politik itu kan bisa saja terjadi hal-hal tidak diduga,” kata politikus Golkar ini.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here