Suku Bunga Acuan Naik Mulai Hari Ini

0
179

Jakarta, namalonews.com- Suku Bunga Acuan kembali dinaikkan menjadi 4,75 persen atau melonjak sebesar 25 basis poin. Selain itu, suku bunga deposit facility naik menjadi 4 persen atau meningkat sekitar 25 basis poin. Sedangkan, suku bunga lending facility meningkat menjadi 5,5 persen dan berlaku efektif mulai 31 Mei 2018.

Bank Indonesia menyebut kebijakan ini sebagai langkah penventif atau pencegahan, front loading dan ahead of the curve.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut kenaikan 7 Days Repo Rate sebesar 25 basis points menjadi 4,75 persen merupakan langkah untuk mengimbangi kebijakan AS yang berpotensi berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Warjiyo menambahkan kondisi ekonomi dalam negeri Indonesia masih sangat baik. Namun, kondisi kebijakan ekonomi AS yang berperan dalam mempengaruhi ekonomi global harus tetap diwaspadai agar tidak mengalami resiko negatif.

“Seperti disampaikan, kondisi ekonomi Indonesia cukup baik dan kuat. Namun, tekanan stabilitas di awal Februari ke faktor luar akibat kebijakan AS dan sejumlah resiko geopolitik,” ujar Warjiyo di Jakarta pada Kamis (31/5/2018).

Selain itu, Bank Indonesia memastikan kondisi likuiditas (rupiah dan valuta Asing) masih berada dalam kondisi baik. Dengan alasan ini, Bi mengharapkan perbankan tidak memiliki alasan untuk merebut dana.

Bank Indonesia menyebut kondisi likuiditas baik maka transmisi kebijakan suku bunga harus berjalan lancar. Alur transmisi bunga kebijakan akan mempengaruhi bunga di pasar uang antarbank (PUAB). Bunga PUAB tentu berpengaruh pada deposito di Perbankan nasional.

Bank Indonesia mengatakan kebijakan suku bunga acuan naik, bunga kredit perbankan telah menurun hingga 200 basis poin atau berkisar 2 persen. Meski, belum semuanya mengalami penurunan.

Warjiyo menegaskan Bank Indonesia berkomitmen dengan otoritas Jasa Keuangan dalam mendorong efisiensi perbankan dengan menurunkan overheadcost. Hal ini bertujuan agar bank bisa menekan bunga kredit.

Menanggapi kebijakan BI itu, Perbankan BUMN memastikan tidak akan menaikan bunga kredit secara langsung. Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo menyebut kenaikan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas.

Ia menambahkan kebijakan ini juga akan meningkatkan pertumbuhan kredit sesuai yang ditarget BI yakni 10-12 persen.

Sementara itu, Direktur Utama PT Ban Negara Indonesia (BNI) Ahmad Baiquni menilai kenaikan suku bunga acuan tidak akan membuat bunga kredit juga langsung naik.

Ia menambahkan dampak kenaikan suku bunga acuan akan dirasakan 2 bulan kemudian. Lantas, ia menyebut BNI bisa saja menaikan atau menurunkan suku bunga, tapi tergantung hasil kebijakan tersebut  dalam 2 bulan ke depan.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Suprajarto menegaskan bunga kredit BRI akan tetap ditahan meski suku bunga acuan naik.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here