Tolak Rp 1 Triliun, Habib Rizieq Dikriminalisasi

0
583

Jakarta, namalonews.com- Novel Bawedan, juru bicara Persaudaraan Alumni PA 212, mengatakan bahwa ada pihak-pihak yang  menawarkan uang sebesar Rp 1 triliun kepada Habib Rizieq Shihab (HRS). Uang  itu berasal dari seorang pengusaha kepada HRS usai  Aksi Bela Islam 212.

“Bukan ditawarin tapi sudah dibawain (Uang Rp1 triliun. Pengusaha pro penguasa,” kata Novel, Selasa, (29/5/2018).

Novel enggan menjelaskan secara rinci sosok pengusaha itu, dan juga maksud pengusaha tersebut menawarkan uang kepada Rizieq.

”Rahasia, enggak ada yang berani sebutkan. Kami semua tahu itu,” kata Novel.

Menurut Novel, setelah Habib Rizieq menolak tawaran itu, sejumlah ulama dikriminalisasi, termasuk Habib Rizieq yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan konten pornografi.

“Dari penolakan itu teror semakin jadi, pondoknya sudah disniper dan tiap malam diintai drone, kriminalisasi dengan rekayasa semakin menjadi dan Habib Rizieq sebagai warga negara tidak dapat perlindungan dari aparat baik TNI maupun Polri,” katanya.

Tawaran uang Rp 1 triliun itu, menurut tokoh Aksi Bela Islam 212, Eggi Sudjana, bertujuan agar  HRS berbenti berdakwah.

Imam Besar  Front Pembela Islam (FPI)  tersebut membuat pengakuan mengejutkan. Habib Rizieq mengaku mulai dikriminalisasi sejak menolak tawaran Rp1 triiun.

Dalam video berdurasi 13.04 menit yang beredar di media sosial dan pesan berantai WhatsApp, Habib Rizieq mengaku ditawari Rp1 triliun pasca aksi 212. Syaratnya cuma satu, yakni aksi bela Islam tidak dilanjutkan.

“Supaya bapak ibu tahu pasca-212 saya ditawarkan Rp1 triliun buat bangun pesantren bangun pertanian di gunung sana di sana saya punya tanah 50 hektar saya punya pesantren, perkebunan. Mereka janjikan Rp1 triliun syaratnya satu aksi bela Islam enggak dilanjutkan,”  ujar Rizieq.

“Tawaran itu saya tolak. Dan saya tahu biasanya mereka pakai ilmu rangkul, kalau gak mau dirangkul digebuk,” kata Rizieq.

Seminggu kemudian, Habib Rizieq kembali ditawari dengan tawaran serupa. Namun, tawaran itu kembali ia tolak. Tak lama setelah penolakan itu, munculah aksi kriminalisasi terhadap dirinya.

“Mulai dari tuduhan Pancasila, soal sampurasun, soal Tuhan beranak bidannya siapa, soal jenderal berotak hansip, soal nyerobot tanah, soal adanya lambang palu arit di dalam uang, dan seterusnya, sampai fitnah chat mesum,” terang Habib Rizieq.

“Jadi tujuan mereka ingin hancurkan karakter, kepribadian serta kehormatan saya, supaya umat jauh, tidak percaya lagi sehingga tidak lagi berupaya menumbangkan si penistaan agama,” tegasnya.

Di akhir pemaparannya, Habib menegaskan bahwa meskipun berada di luar negeri, gerakan, semangat dan perjuangannya tetap hadir di Indonesia, agar ruh 212 tidak padam.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here