Pohon Imitasi Sepanjuang Jalan Thamrin – Sudirman Dicabut Kembali

0
241

Jakarta, namalonews.com- Terkait keberadaan sejumlah pohon imitasi yang “ditanam” di sepanjang Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Medan Merdeka Barat, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan hiasan tersebut kini sudah masuk gudang.

“Kembali lagi ke gudang di Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat. Jadi, memang ada di sana. Dan itu sudah stok lama,” kata Sandiaga di Jakarta Pusat, Jumat (01/06/2018).

Pernyataan Sandiaga merupakan jawaban dari perbincangan warganet yang mempertanyakan urgensi pemasangan pohon palsu. Hal ini lalu dikaitkan dengan pemborosan anggaran.
Menurut Sandiaga, pengadaan pohon palsu tersebut dilakukan oleh Suku Dinas Perindustrian dan Energi (Sudin PE) Jakarta Pusat pada 2017 atau saat periode gubernur sebelum Anies Baswedan

Sandiaga menjelaskan, pohon imitasi tersebut dipasang atas inisiatif Sudin PE Jakarta Pusat yang perlu diapresiasi sebagai sikap proaktif dan inovatif.

Hanya saja inisiatif positif itu tidak didiskusikan dengan baik. Sehingga hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Sandiaga juga mengklarifikasi soal pemasangan lampu-lampu yang bukan bagian dari persiapan Asian Games 2018. Katanya,Pemprov DKI memang mengalokasikan anggaran Rp 2,2 miliar untuk lampu hias dan upaya mempercantik kota pada 2018. Namun, proses ini baru akan memasuki tahap lelang.

Sandiaga memastikan tidak ada anggaran yang terbuang. “Lampu-lampu tersebut, pohon-pohon plastik tersebut adalah murni stok lama. Jadi, tidak ada anggaran yang dikeluarkan untuk pemasangan pohon imitasi tersebut,” katanya.

Sandiaga mengucapkan terima kasih kepada warganet yang telah menyampaikan kritik dan saran. Karena kritik tersebut, pohon-pohon palsu yang sudah dipasang langsung dicabut dan disimpan kembali ke gudang.

Sebelumnya, Dinas PE Jakarta telah memasang sebanyak 48 pohon imitasi berlampu sebagai hiasan di malam hari untuk menyambut HUT DKI Jakarta.

Kehadiran pohon imitasi selebar 1 meter itu disorot karena dianggap menganggu pejalan kaki yang lewat. Mereka harus melipir agar tidak menabrak pohon imitasi tersebut.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here