Harga Sembako Murah Jelang Lebaran Tiba

0
125

Jakarta, namalonews.com- Menjelang lebarang tiba, rupanya bukan hanya persiapan untuk berbagi sesama dalam hal makanan siap sajoi saja, akan tetapi penekanan harga sembako yang lebh murah. Hal ini seperti di kota malang. Pemerintah Kota Malang, mengadakan pasar murah pada saat bulan ramadhan yakni pada tanggal 31 Mei—1 Juni 2018. Bahan pokok dijual ada banyak macamnya, serta melihat dari kestabilan harga dengan memberikan yang lebih murah. Nilai transaksi dalam pasar murah ini di buka dengan ada targetnya.
Rinawati selaku Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Malang, menyatakan bahwa Pasar Murah Ramadan ini menyediakan bahan pokok dan kebutuhan lainnya untuk masyarakat yang harganya bisa dipastikan terjangkau.
Rinawati di Malang pada hari Kamis, 31 Mei 2018 menyatakan “Harapannya, dapat membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah. Sekaligus ikut antisipasi supaya tidak ada lonjakan kenaikan harga,” ucapnya.
Selain ada berbagai macam bahan pokok, di pasar murah ini pun menyediakan barang lainnya seperti kue dan baju. Selain itu di sini juga menyediakan berbagai layanan penukaran uang baru dari Bank Indonesia, layanan kesehatan, bahkan ada administrasi kependudukan oleh Pemkot kota Malang.
Rinawati menegaskan bahwa “Masyarakat bisa memanfaatkan adanya pasar murah ini untuk mendapat bahan kebutuhan sekaligus layanan lainnya dengan mudah,” ujarnya.
Di pasar murah ini terdapat 58 peserta yang melibatkan distributor bahan pangan, instansi pemerintahan, BUMN, dan lain sebagainya. Nilai transaksinya yakni selama dua hari ditarget bisa mencapai Rp 500 juta. Meningkat dibanding Pasar Murah Ramadan pada tahun 2016 dan 2017 lalu yang hanya 28 peserta. Maka, saat itu nilai transaksi masing—masing Rp 396 juta dan Rp 303 juta.
Wasto selaku Sekretaris Daerah Kota Malang menyatakan bahwa Pasar Murah Ramadan bisa menjadi salah satu strategi untuk menekan harga yang biasanya naik ketika menjelang Idul Fitri.
Wasto menegaskan “Kami juga memantau atas ketersediaan bahan pokok. Selain itu Juga ada operasi pasar untuk mengendalikan harganya,” katanya.
Dari pihak pemerintah sendiri terus berupaya untuk menekan harga bahan pokok khususnya pada saat menjelang Idul Fitri 2018 bukan hanya di jawa timut namun juga di Cirebon, Jawa Barat.
Seperti yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita di kota Cirebon. Enggar mengajak sejumlah pengusaha besar di Indonesia untuk terlibat langsung pada kegiatan pasar murah ini.
Enggar pada hari Selasa, 29 Mei 2018 menyatakan bahwa “Terdapat 400 titik di Indonesia yang digelar pasar murah dengan melibatkan pengusaha besar di Indonesia. Di kota Cirebon yakni berada di Ponpes Madinatunnajah Kota Cirebon,” sebut
Sebanyak 1000 paket sembako yang dijual setengah harga di pasar murah Cirebon ini. Beliau menyatakan bahwa, keterlibatan pengusaha tersebut untuk membeli semua kebutuhan sembako yang kemudian akan dijual 50 persen kepada masyarakat.
Paket tersebut yakni berisi sebanyak 5 kg beras, 2 kg gula pasir, 2 liter minyak goreng, serta ada 1 buah sirup. Disebutkan bahwa, harga sembako yang ditebus masyarakat tersebut apabila dihitung senilai Rp 100 ribu. Akan tetapi, dalam kegiatan tersebut masyarakat hanya menebus separuh harga yakni Rp 50 ribu.
“Hasilnya seratus persen yakni untuk pondok pesantren dan gebrakan ini untuk memberi manfaat pesantren serta masyarakat di sekitar dan bertujuan untuk mengendalikan harga akibat kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat selama bulan Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri,” sebutnya.
Dia menegaskan kembali, pasar murah di kalangan pesantren ini karena pesantren dianggap sebagai kantong umat sehingga mampu untuk menggerakkan masyarakat di sekitar. Dari pasar murah tersebut, masyarakat bisa mendapat keuntungan membeli sembako dengan harga yang lebih murah.
“Begitu (sembako) dibagikan, tingkat membeli kebutuhan pokok sedikit bisa berkurang dan pesantren bisa mendapat keuntungan dari hasil penjualan sembako yang sudah diberikan oleh pengusaha,” katanya.
Pada kesempatan itu, Enggar memastikan dari ketersediaan bahan pokok menjelang Lebaran aman. Enggar mengaku dirinya akan terus memantau harga supaya tidak sampai mengalamin kenaikan signifikan, yakni dengan memantau di dua pasar tradisional Cirebon.
Enggal berkata “Tadi pagi juga saya sempat cek harga dari Pasar Kramat ke Kanoman dan secara keseluruhan harganya masih stabil, telur murah, daging ayam sudah turun dari harga Rp 40 ribu per kg menjadi Rp 36 ribu per kg,”.
Menurut beliau, harga daging ayam tersebut masih terbilang mahal. sehingga, untuk kedepannya dia akan berusaha untuk menurunkan harga daging ayam.
Enggar juga memastikan bahwa semua harga bahan pokok bisa stabil dan tersedia. Beliau sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan pasokan bahan pokok secara aman.
“Bapak Presiden juga perintahkan kepada saya supaya harga bisa ditekan semurah mungkin seperti harga beras dari Rp 9.450 per kilo akan turunkan lagi menjadi Rp 8.950 per kilonya,” tegasnya.
Shofiyah yakni selaku Ketua Yayasan Pondok Pesantren Madinatunnajah menegaskan bahwa harga tiket yang dibagikan sudah sesuai dengan jumlah paket yang disediakan yakni ada 100 tiket.
“Kalau kebutuhan masyarakat sendiri lebih dari 1000 paket. Maka proses distribusinya, pesantren mendata warga kurang mampu di sekitar pesantren bisa diberikan tiket untuk menebus sembako dengan harga 50 ribu,” ujarnya.
Berbeda lagi di kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang ini berjualan sembako murah. Beliau beserta tim PKK membuat paket yang berisi beras 4 kg, gula pasir 1 kg, minyak goreng 1 liter, 1 kotak teh, dan 4 bungkus mie instan. Paket tersebut dijual di pasar murah atau bazaar.
Istri dari Wali Kota Semarang tersebut menjelaskan bahwa untuk merespon tingginya angka dari inflasi akibat kenaikan harga beras. Penjualannya maka dilakukan dengan kupon.
Tia Hendi pada Sabtu, 3/2/2018 menyatakan “Satu kupon dengan harganya Rp 50 ribu. Tentunya lebih murah apabila dibanding dengan harga di pasaran. Bisa lebih murah sebab ada disubsidi Pemkot dan Pak Juliari. Tentunya juga tidak mengambil untung. Semoga bisa membantu menekan inflasi,”
Langkah Tia Hendi tersebut adalah kerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang. Sang suami, Hendrar Prihadi berulangkali sudah berdiskusi terkait pelaksanaan pasar murah untuk menekankan inflasi. Pada saat yang bersamaan, maka anggota DPR RI, Juliari Batubara pun mengajak untuk bergerak secara bersama untuk mengendalikan inflasi.
Hendi menyebutkan bahwa inflasi di bulan Januari 2018 sudah cukup tinggi karena adanya kenaikan indeks semua kelompok pengeluaran.
Wali Kota Semarang mengatakan “Sesuai catatan Badan Pusat Statistik (BPS) ada kenaikan harga beras yang sangat dominan untuk menyumbang inflasi. Sehingga pengeluaran terbesar tersebut yakni pada kelompok dan bahan makanan. Pasar murah ini untuk menyikapi hal tersebut,” katanya.
Pasar murah akan digelar di dua titik yang memiliki penduduk sangat padat, dan tentunya yang didominasi keluarga biasa-biasa saja yakni di Kecamatan Semarang Barat dan Kecamatan Tembalang.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here