Pohon Imitasi di Throtoar Thamrin Dicabut

0
244

Jakarta, namalonews.com- Belakangan ini, sempat menjadi polemik di masyarakat mengenai pohon imitasi yang ada di throtoar Jalan Thamrin. Polemik mengenai pohon imitasi yang banyak menjadi perbincangan masyarakat adalah mengenai harga pohon imitasi tersebut. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam pengadaan pohon imitasi tersebut adalah sebesar Rp 2,2 miliar.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno juga memberikan tanggapan terkait isu yang berkembang di masyarakat tersebut. Sandiaga pun menjelaskan bahwa pohon imitasi atau lampu yang terbuat dari plastik dan berwarna-warni layaknya pohon itu adalah lampu dari stok lama yang dimiliki oleh Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat, sehingga pengadaannya tidak memakan anggaran yang besar.
“Perlu diklarifikasi, bahwa itu merupakan stok lampu yang dimiliki oleh Suku Dinas Jakarta Pusat. Jadi, tidak ada anggaran dana yang dikeluarkan untuk itu,” kata Sandiaga di Kemang, Jakarta Selatan pada hari Kamis, 31 Mei 2018.
“Sedangkan kalau anggaran yang Rp2,2 miliar yang ditanyakan oleh teman-teman itu adalah anggaran untuk lampu-lampu dan beautification yang berhubungan dengan Asian Games yang akan segera dilelang. Jadi itu klarifikasi yang bisa kita sampaikan”, tambah Sandiaga yang memberikan penjelasan mengenai lampu dan anggaran dana.
Selain anggarannya yang diisukan memakan banyak anggaran dana pemerintah, polemik yang berkembang di masyarakat terkait dengan lampu imitasi tersebut juga termasuk masalah penempatan atau pemasagannya di throtoar Thamrin. Pemasangan lampu imitasi itu justru mempersempit dan mengganggu ruang gerak para pejalan kaki karena memakan banyak ruang dan dipasang di atas throtoar yang ukurannya saja tidak terlalu lebar. Dengan dipasangnya lampu pohon imitasi ini pun, masyarakat justru merasa terganggu.
Sandiaga juga mengatakan bahwa pemasangan lampu pohon plastik itu sudah dihentikan dan sudah mulai dicabut. “Pak Kadis langsung menghentikannya karena Pak Kadis melihat di media sosial beliau. Dan menurut beliau, Pak Yuli sudah menyampaikan ke Sudin, ini kan trotoarnya sudah bagus, mengapa ditaruh lampu hias tersebut,” terang Sandiaga Uno.
Lebih jauh lagi Sandiaga menjelaskan bahwa pemasangan lampu pohon imitasi di atas throtoar Jalan Thamrin di Jakarta merupakan inisiatif yang dikeluarkan oleh suku dinas (Sudin) DKI Jakarta yang bertujuan untuk mempercantik kota Jakarta. Disampaikan juga oleh Sandi, hal seperti ini memang sudah menjadi kebiasaan dari Suku Dinas dalam upaya menyambut hari raya atau hari besar seperti yang saat ini terjadi.
Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga juga mengatakan bahwa inisiatif yang dilakukan oleh jajarannya dalam hal memberikan yang terbaik bagi ibukota sudah sangat baik, namun sayangnya kali ini justru mengganggu kenyamanan masyarakat. Oleh karena itu, Sandiaga berharap bahwa ke depannya harus dipikirkan dan direncanakan secara matang sebelum mengambil sebuah kebijakan, sehingga hasilnya juga akan baik bagi masyarakat dan justru tidak mengakibatkan gangguan kepada masyarakat.
“Sudah sangat baik mereka mengambil inisiatif, bagus mereka mengambil take risks. Akan tapi sayangnya pada hal ini ini justru menghalangi ruang jalan dari pada pengguna trotoar. Sudah sempit seperti ini, ditambah ditaruh lagi seperti itu. Walaupun niatnya sudah baik, ya tetapi kita sampaikan bahwa untuk lain kali supaya lebih dipikirkan secara matang dan didiskusikan terlebih dahulu,” tutup Sandiaga.
Tanggapan Anies Baswedan Terkait dengan Lampu Pohon Imitasi
Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta juga ikut menyayangkan atas pemasangan lampu pohon imitasi di trotoar jalan protokol Jakarta yang akhir-akhir ini menjadi polemik di masyarakat karena justru dianggap malah mengganggu pejalan kaki. Anies menyebutkan bahwa pemasangan lampu pohon imitasi itu dilakukan tanpa adanya koordinasi dengan dirinya terlebih dahulu.
“Kalau itu nanti kita check lagi. Tetapi yang jelas, ini merupakan contoh jalan sendiri tanpa ada koordinasi dan kemudian langsung dia diluruskan. Sama seperti kalau wartawan nulis keliru, ya pasti diluruskan sama redaksinya,” jelas Anies di Kemenlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, pada hari Jumat, 01 Juni 2018.
Dalam kesempatan itu, Anies juga mengatakan bahwa tindakan jajarannya atas pemasangan lampu pohon imitasi itu merupakan hal yang salah. Anies mengatakan tidak mengetahui mengapa jajarannya memasang lampu tersebut di throtoar jalan protokol Jakarta tanpa melakukan koordinasi terlebih dahulu dengannya.
“Ya ngawur aja. Ga tahu itu idenya siapa, tetapi ada petugas dari Suku Dinas Energi Pusat yang masang tanpa pemberitahuan. Tanpa mendapatkan izin, mereka kerjakan. Begitu kami melihatnya ya langsung kami cabut,” terang Anies.
Pemasangan lampu pohon imitasi tersebut diprotes oleh banyak warga karena dianggap telah mengganggu akses ke trotoar di sekitar Jalan Thamrin, Jakarta. Setelah menerima berbagai protes dari warga, petugas kemudian segera mencabut lampu pohon imitasi tersebut kemarin.
Beberapa waktu sebelumnya, berbeda dengan Anies yang menindak keras pemasangan lampu pohon tersbut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno justru memaklumi inisiatif yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Energi (PE) ketika diberikan tanggapan mengenai pemasangan lampu pohon tersebut.
Lampu Pohon Imitasi Akan Kembali Dipasang untuk Perayaan Tahun Baru
Lampu pohon imitasi yang sebelumnya beberapa waktu lalu dipasang di throtoar jalanan Ibu Kota telah dicabut kembali oleh Suku Dinas Perindustrian dan Energi (PE) Jakarta Pusat. Lampu pohon imitasi ini sempat diprotes oleh masyarakat ibu kota karena mengganggu para pejalan kaki. Selain itu, dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga meminta agar pohon imitasi segera dicabut karena sebelumnya tidak ada koordinasi dengannya.
Saat ini, pohon imitasi yang tujuan awalnya untuk penerangan sekaligus penerangan jalan ini telah dicabut kembali oleh Sudin Jakarta Pusat. Akan tetapi, pohon imitasi tersebut akan kembali dipasang di throtoar jalanan ibu kota untuk memeriahkan hari perayaan yang akan digelar di Ibu Kota.
Kepala Suku Dinas Perindustrian Energi memberikan penjelasan bahwa lampu pohon imitasi yang sempat dipasang di trotoar jalanan Jakarta adalah inventaris Sudin PE. Ia menjelaskan, lampu pohon imitasi tersebut dipasang setiap akan ada even.
“Lampu hias tersebut merupakan barang inventaris milik Sudin (PE) Jakarta Pusat, dan dipasang setiap akan ada even,” jelas Kepala Suku Dinas Perindustrian Energi (Sudin PE) Jakarta Pusat, Iswandi, pada hari Kamis, 31 Mei 2018 malam.
Iswandi juga memberikan penjelasan bahwa lampu hias dari pohon imitasi tersebut bisa dibongkar pasang sesuai dengan kebutuhan dan ada tidaknya even. Sehingga menurutnya, lampu pohon imitasi tersebut bisa digunakan lagi untuk even selanjutnya yang akan digelar di Ibu Kota.
“Setelah even selesai, akan kami bongkar dan disimpan di Sudin Pusat,” kata Iswandi.
Dijelaskan pula oleh Iswandi, pihak Dinas PE Jakarta Pusat telah menjelaskan masalah pasang dan cabut lampu pohon imitasi tersebut. Menurutnya, Kepala Dinas PE telah dipanggil oleh Gubernur DKI Jakarta untuk menjelaskan permasalahan pemasangan lampu pohon imitasi.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here