Gugatan ‘Taktis’ Terhadap Pidato Anies Baswedan Ditolak Majelis Hakim

0
141

Jakarta, namlaonews.com- Majelis hakim menolak gugatan perdata tim advokasi anti diskriminasi ras dan etnis (Taktis) terkait pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mencantumkan kata ‘pribumi’. Menurut Ketua majelis hakim Tafsir Sembiring, pidato soal ‘pribumi’ itu bukanlah termasuk ranah perdata umum.

“Menimbang gugatan bukan perdata maka tidak dapat diterima. Maka eksepsi tergugat dapat dikabulkan,” ujar Tafsir saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (4/6/2018).

Gugatan yang diajukan oleh Taktis tersebut menilai bahwa pidato Anies pada tahun 2017 lalu itu melanggar Pasal 4 huruf b angka 2 dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Menurut hakim, tak ada konteks hubungan pribadi antara ucapan Anies tersebut dengan penggugat. Oleh karena itu hakim menilai tidak ada sangkut paut antara pidato yang menyebut kata ‘pribumi’ itu dengan penggugat.

Tuntutan Taktis tersebut muncul setelah Anies membacakan pidato pada Senin, 16 Oktober 2017. Saat itu dalam pidatonya, ada kata ‘pribumi’ yang diucapkan Anies. Kata itulah yang kemudian dianggap penggugat sebagai bentuk pelanggaran atas Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Berikut  pidato Anies soal ‘pribumi’ :

Dulu semua kita pribumi dan dikalahkan, kini telah merdeka, kini saatnya kita jadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai Jakarta ini seperti yang dituliskan pepatah Madura. ‘etek se atellor ajam se ngeremme’, itik yang bertelur ayam yang mengerami, kita yang bekerja keras untuk merebut kemerdekaan. Kita yang bekerja keras untuk mengusir kolonialisme. Kita semua harus merasakan manfaat kemerdekaan di ibu kota ini.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here