Sandiaga Uno: SOTR Lebih Banyak Mudharatnya

0
176

Jakarta, namalonews.com- Setiap ramadhan tiba, biasanya warga DKI Jakarta membuat acara membagi-bagikan makanan sahur yang disebut ‘sahur on the road’ (SOTR), namun kenyataan di lapangan kegiatan tersebut berubah arah dari tujuan semula.

Kriminalitas dan aksi vandalisme mewarnai Sahur on The Road (SOTR) di Jatinegara dan Mampang, Minggu (3/6/2018) dini hari tadi. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memberikan komentarnya. Sandi mengaku Pemprov DKI sebelumnya telah mengimbau agar kegiatan SOTR di Jakarta tidak diperbolehkan.

“Di awal-awal kita udah bilang pemprov DKI Jakarta tidak mengizinkan, apalagi menganjurkan,” kata Sandiaga, di Bekasi Timur, Jawa Barat, Minggu (3/6/2018).

Sandiaga menilai kegiatan SOTR saat ini lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya. “Itu sebabnya mengapa Pemprov DKI melarang kegiatan SOTR,” ujarnya.

Sandiaga mengatakan, pihaknya akan lebih tegas terhadap kegiatan SOTR ini. Ia pun meminta masyarakat untuk mengubah kegiatan SOTR menjadi Sahur in the Masjid (SITM).

“Selama masyarakat kita belum disiplin kegiatan sahur, kita ganti jadi SITM, Sahur In The Mesjid,” imbuh Sandiaga.

Sebelumnya, Underpass Mampang-Kuningan kembali jadi sasaran vandalisme. Kali ini, coretan-coretan muncul setelah sekelompok orang melakukan Sahur On The Road (SOTR) di beberapa ruas jalan di Jakarta dini hari tadi.

Konvoi ‘sahur on the road’ juga melakukan penyiraman air keras kepada warga sekitar terjadi di Jalan Otista Raya, Bidara Cina, Jatinegara pada pukul 01.30 WIB. Saat itu ada seratusan peserta SOTR yang berkerumun di dekat JPO Otista.

Menurut informasi korban ketika itu menegur gerombolan tersebut karena meresahkan. Namun teguran itu dibalas dengan lemparan botol air mineral. Cairan berasal dari botol plastik air mineral yang berisi itu diduga air keras.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here