Serangan Mahfud MD Soal Gaji BPIP Berujung Dibully Netizen

0
358

Jakarta, namalonews.com – Prof Mahfud MD, Ketua Komisi Konstitusi 2008-2013 yang saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyampaikan pernyataan yang menyerang pimpinan DPR dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Mahfud MD melontarkan pembelaan dan serangan setelah mendapat kritikan mengenai gaji yang diperolehnya sebagai anggota BPIP yang dinilai teramat besar. Pernyataan ini diakui Mahfud MD sebagai wujud kekesalannya terhadap sikap kader PKS yang terus membicarakan soal gajinya di dunia maya.

“Kalau saya jawab satu per satu, itu lama. Diblokir satu per satu itu seperti membunuh nyamuk satu per satu, maka saya ambil sarang nyamuknya di mana, tembakkan saja ke situ,” ujar Mahfud MD setelah selesai upacara peringatan hari lahir Pancasila yang bertempat di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (1/6/2018).

Mahfud MD mengaku pernyataannya itu hanya satu dari tiga cara yang bisa digunakan untuk meredam pertanyaan negatif yang mengarah kepadanya. Ia tak merinci dua strategi lain yang dimaksud, akan tetapi cara ini berhasil meredam serangan secara personal. “Tinggal nyamuk-nyamuk kecil,” lanjut Mahfud MD.

Mahfud MD pun menjelaskan bahwa polemik itu sudah selesai dan ia tidak ada masalah lagi dengan PKS. Mahfud MD juga sudah berbicara dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Dalam kesempatan tersebut, Mahfud MD menyerahkan nama kader PKS yang dinilainya bermasalah. Akan tetapi, Menteri Pertahanan 2000-2001 ini menyebutkan bahwa dirinya tidak jadi soal jikalau polemik ini masih berlanjut sehingga harus beradu argumen.

“Kalau enggak dihentikan juga enggak apa-apa. Kan masih ada dua (strategi) lagi,” kata Mahfud MD.

Respon PKS

Presiden PKS Sohibul Iman mengakui bahwa dirinya sempat meminta Mahfud MD untuk tak memperpanjang masalah. Sohibul bilang bahwa masalah ini sudah selesai. “Saya tadi minta tolong ke Pak Mahfud, kalau bisa Pak Mahfud ikut meredam, karena persoalan sudah selesai,” ujar Sohibul.

Sohibul juga mengaku langsung menghubungi Mahfud MD mengenai pernyataan kader PKS yang dinilai telah menyinggung perasaannya. Tak diduga, kader yang dimaksud ialah teman dekat Mahfud MD yang sebenarnya sudah berulang kali memperoleh penjelasan dari Mahfud MD soal gaji tersebut.

“[Jadi] Sudah lah kita tutup saja,” ujar Sohibul.

Sohibul pun tidak mau mempermasalahkan pernyataan Mahfud MD terkait PKS yang melahirkan dua koruptor besar. “Intinya sudah selesai, itu kan bumbu-bumbu saja. Masa persoalan inti selesai, bumbunya diterus-terusin?” jelas Sohibul.

Respon DPR

Tak hanya dengan PKS, Mahfud MD juga melancarkan serangan kepada DPR mengenai polemik gaji Dewan Pengarah BPIP. Adapun salah satu poin yang dipermasalahkan Mahfud MD ialah soal perbandingan gaji BPIP serta uang serap aspirasi yang jumlahnya mencapai Rp1 miliar.

Mengenai masalah gaji anggota DPR, Mahfud MD tidak mau memberikan komentarnya. Mahfud MD menyerahkan kebenaran ucapannya kepada DPR. “Biar mereka yang menjawab, benar enggak yang saya katakan,” kata Mahfud MD.

Di lain sisi, ketua DPR Bambang Soesatyo membantah pendapat yang disampaikan Mahfud MD. Bamsoet menjelaskan bahwa gaji pimpinan DPR tidak mencapai ratusan juta ataupun bahkan miliaran rupiah. “Gaji kami Rp50 juta hingga Rp60 juta. Itu bisa dilihat kok [di website],” kata Bamsoet.

Akan tetapi, Bamsoet berdalih tak mengetahui rincian seberapa besar gajinya karena seluruh gajinya di DPR disumbangkan untuk permasalahan sosial. Bamsoet hanya mau buka mulut mengenai perolehan tunjangan hari raya yang ia terima sebagai Ketua DPR. “[Besaran] bervariasi, dan saya sendiri Ketua DPR dapat Rp25 juta,” ungkap Bamsoet.

Jika mengacu pada Surat Edaran Setjen DPR RI No. KU.00/9414/DPR RI/XII/2010, penghasilan gaji pokok serta tunjangan bersih anggota DPR/MPR (meliputi ketua/wakil ketua DPR/Komisi) mencapai Rp16.207.200. Hal yang menjadi pembeda besaran penghasilan anggota dan pimpinan DPR ada pada biaya penerimaan lain.

Ketua DPR mendapatkan dana sebesar Rp. 38.700.000, wakil ketua sebesar Rp. 37.440.000, dan anggota Rp. 35.360.000. Dengan begitu, total gaji Ketua DPR/MPR mencapai Rp54.907.200, gaji wakil ketua Rp. . 53.647.200, serta gaji anggota sebesar Rp. 51.567.200.

Di tahun 2015, pemerintah juga sudah mengeluarkan kebijakan mengenai tunjangan anggota DPR yang didasarkan pada Surat Keputusan Kementerian Keuangan Nomor S-520/MK.02/2015. Terdapat empat tunjangan, yakni tunjangan kehormatan, tunjangan peningkatan fungsi pengawasan, tunjangan komunikasi intensif, dan bantuan langganan listrik dan telepon. Jumlah tunjangan yang didapat berbeda-beda sesuai dengan jabatan yang diduduki.

Tunjangan kehormatan ketua badan/komisi memperoleh Rp. 6.690.000, wakil ketua sebesar Rp. 6.460.000, dan anggota Rp. 5.580.000. Tunjangan komunikasi intensif yang diberikan untuk ketua badan/komisi mencapai Rp. 16.468.000; wakil ketua senilai Rp. 16.009.000, dan anggota sebesar Rp. 15.554.000.

Lanjut, untuk tunjangan peningkatan fungsi pengawasan untuk ketua komisi/badan senilai Rp. 5.250.000; wakil ketua komisi/badan sebesar Rp. 4.500.000, dan anggota sekitar Rp. 3.750.000. Lain halnya untuk bantuan langganan listrik dan telepon semua memperoleh tunjangan sebesar Rp. 7.700.000.

Mahfud MD Dibully Netizen

Masih dalam suasana yang panas, Mahfud MD mendapat mention dari akun twitter, @PartaiSocmed, yang berisi pujian dengan menyebut Mahfud MD sebagai orang yang bersih. @PartaiSocmed: “Jika orang sebersih pak @mohmahfudmd disenggol maka koreng2 para penuduhlah yg justru terbuka sambil menebarkan bau busuknya”.

Mendapat pujian tersebut, Mahfud MD langsung membalasnya dengan mengucapkan bahwa dirinya memastikan untuk selalu berusaha jujur dan bersih. Menurut Mahfud MD, kejujuran dan kebersihan akan menimbulkan keberanian serta ketenangan.

@mohmahfudmd: “Trims @PartaiSocmed . Sy tak berani utk bersombong mengatakan bhw sy bersih. Tp sy pastikan bhw sy benar2 “berusaha” utk jujur dan bersih. Bagi sy dgn “berusaha” scr sungguh2 sj sdh bagus. Krn kejujuran dan kebersihan akan menimbulkan keberanian dan ketenangan”.

Tak disangka ternyata komentar Mahfud MD tersebut mengundang berbagai komentar pedas dari netizen. Banyak netizen yang nyinyir dan bahkan mem-bully Mahfud MD. Berikut beberapa diantaranya.

@alfariz_atep: “Buktikan donk kinerjanya FPI: Saat protes ke Tempo, HRS dibuat Karikatur, tdk mukulin org, FPI gunakan mediasi hak jwb & Tertib. HTI: Saat status hukum dicabut, walau massa sdh terkumpul tdk anarkis, Sujud Syukur, Tertib. Kader PDIP yg ngaku Pancasilais ngapain?”

@f_yathir: “Rakyat yg mana mas ? Dalam hal ini Prof. Mahfud pasif, beliau digaji. Beliau sdh menjelaskan tak ada mekanisme mengembalikan gaji atau setengah gaji. Urusan mensedekahkan gaji, Prof. Mahfud pasti melakukannya”.

@gufronsyahbana: “Pak, bpip kan sudah 1 tahun berjalan, bisa tolong bantu paparkan hasil nya? Supaya masyarakat tahu bahwa lembaga ini berfungsi… Nuwun pak”

@asysyirbuni: “Saya percaya Prof. Mahfud, saya harap bapak bisa memahami perasaan rakyat hari ini. Bila Bapak mengembalikan separo gaji apalagi keseluruhannya pada negara, kami merasa ada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Guru pancasila di pedalaman lebih pantas digaji besar”.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here