14 Terduga Teroris Ditembak Mati Usai Teror Bom Mako Brimob Depok

0
166

Jakarta, namalonews.com- 14 terduga teroris berhasil dilumpuhkan hingga tewas usai kerusuhan di area Mako Brimob-Kelapa Dua Depok, Jawa Barat. Selain ke-14 terduga yang ditembak mati, polisi juga menangkap 96 terduga teroris lainnya.

“96 terduka teroris ditangkap dan 14 lainnya ditembak mati usai kerusuhan di Mako Brimob Depok-Jawa Barat,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabel Polri-Jakarta Selatan pada Selasa (5/6/2018).

Kapolri menambahkan Densus 88 antiteror terus melakukan penangkapan terduga teroris di Universitas Riau dan Lampung dalam beberapa hari terakhir. Kapolri menyebut Kelompok terduga teroris atau radikal tersebut memang sudah berencana akan melakukan aski teror di bulan Ramadan karena mereka mengganggap amaliyah yang dilakukan akan mendapatkan pahala.

“Ramadan adalah hari besar umat Islam. Tapi, kita tetap waspada karena kelompok terorisme ini punya ideologi tersendiri. Mereka mengganggap bulan Ramadan adalah bulan amaliyah. Ini artinya kalau melakukan aksi dalam situasi tersebut, pahalanya lebih besar dibandingkan sebelumnya. Bukan justru diam di bulan Ramadan,” kata Kapolri.

Kapolri menambahkan hal itu bertolak dari beberapa peristiwa misalnya bom Bali II dan bom Kedubes Australia. Ia melanjutkan bahwa dirinya telah memerintahkan jajaran kepolisian untuk terus memantau dan mengawasi jaringan teroris di berbagai pelosok daerah menjelang lebaran.

“Beberapa contoh peristiwa seperti bom Bali II, bom Kedubes Australia itu dirancang dan dibuat saat bulan Ramadan,” katanya.

Seperti telah diketahui bahwa kerusuhan di Mako Brimob Depok terjadi pada Selasa (8/5/2018). Selanjutnya, terjadi rentetan peristiwa berkaitan dengan tindak pidana terorisme. Pada 13 Mei 2018, serangan bom bunuh diri di 3 Gereja di Surabaya, lalu disusul di Rusunawa Sidoarjo, hingga peristiwa penyerangan di Mapolda Riau pada 16 Mei 2018.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here