Bulog Gelar Pasar Murah Di Jabodetabek

0
187

Jakarta, namalonews.com- Perum Bulog siap menggelar pasar murah di 17 titik di Jabodetabek dengan target utama adalah tempat-tempat keramaian seperti pasar, rumah susun, kantor kelurahan, hinga kantor polres.

Untuk mempermudah hal ini, Bulog bekerja sama dengan Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebut komoditi seperti beras, gula, minyak goreng, daging kerbau beku, dan daging ayam akan disediakan khusus. Semua komoditi pangan ini dijual dengan harga murah dari harga pasaran.

Sedangkan, beras kualitas medium kemasan 5 kilogram, misalnya, Bulog akan menjualnya dengan kisaran harga Rp 43-45 ribu. Sementara, daging ayam dijual Rp 32 ribu per ekor dan daging kerbau Rp 80 ribu per kilogram.

“Kita mengharapkan masyarakat bisa mengakses dengan mudah bahan pangan pokok meski harus menghadapi libur lebaran panjang,” kata Buwas di Jakarta, pada Rabu (6/6/2018).

Selanjutnya, perum bulog juga berencana akan menggelar kegiatan serupa di daerah lain di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Direktur pengadaan Perum Bulog Andrianto Adi menyebut serapan beras bulog lebih rendah dari tahun lalu karena harga gabah meningkat menjadi Rp 4.500-4.600 per kilogram.

“Beras yang dibeli dengan harga Rp 8.030 di petani atau pertanian mungkin saja Rp 8.200,” katanya. Adi menambahkan harga beras tinggi karena kualitas gabahnya juga sangat bagus tahun ini.

Pemerintah terus berusaha menurunkan haga eceran tertinggi beras menjadi Rp 8.900 per kilogra untuk meningkat harga di tingkat konsumen. Penurunan harga enceran tertinggi ini diakaui Adi tidak merugikan Bulog, tapi akan berpengaruh pada serapan karena harganya tidak menarik lagi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo melanjutkan harga pembelian pemerintah harus segara direvisi. Namun, ia mengimbau pemerintah untuk mematangkan revisi tersebut sebelum mengambil resikonya adalah konsumen.

“Ada usulan tapi kita sudah minta unutk matangkan. Kalau dari kelompok tani pasi minta naik tapi kan jaminannya di subsidi pemerintah tambah besar siapa tangggung jawab nanti inflasi di mana-mana,” katanya.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here