Didoakan Anak Yatim, Cak Imin Makin Pede Jadi Cawapres

0
45

Jakarta, namalonews.com- Ratusan anak yatim mendoakan Muahaimin Iskandar atau Cak Imin untuk meju menjadi cawapres yang akan mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

Doa yang dikumandangankan ketika Cak Imin buka pusa tersebut bersama dengan anak yatim di DPP PKB.

Menanggapi doa tersebut, Cak Imin mengatakan bahwa ia semakin percaya diri untuk dapat bersanding dengan Jokowi pada Pilpres mendatang.

Cak imin mengatakan ia sangat pede karena Ketum PBNU juga ikut mendukung, para ulama serta para pesanteren juga ikut mendukungnya.

Demikan juga dengan aktvis NU juga mendukungnya untuk maju menjadi cawapres untuk mendampingi Jokowi dalam Pilpres.

Cak Imin pada saat acara buka bersama yang bertakjuk Perempuan Bangsa Berbagi CINTA Bersama 1000 Anak Yatim tersebut mengakui bahwa dukungan yang diterimanya merupakan sebuah amanah. Karena itu, ia harus dapat untuk memperjuangkan demi kemaslahatan para umat.

Sedangkan Ketum Posku Join yaitu Usman Sadikin mengatakan bahwa hingga saat ini sudah terdapat sekitar 20 ribu posko JOIN yang sudah tersebar diberbagai penjuru Indonesia. Sedangkan jumlah kaos yang sudah dibagaikan telah menjapai kurang lebih dua juta.

Usman mengatakan jika kaos yang telah dibuat tersebut tidak kelihatan karena sudah disebar diberbagai desa, Kaos tersebut banyak swadaya.

Cak Imin mengatakan bahwa dalam pembahasan arah dukungan akan lebih intens yang akan dibahas setelah bergulirnya Pilkada pada 27 Juni yang akan datang.

Cak Imin juga mengatakan jika perkembangan masih sama saja, bahwa beberapa dukungan tersebut pada akhirnya akan dibicarakan setelah Pilkada 27 Juni mendatang.

Hal tersebut dipastikan bahwa Cak Imin setelah dirinya akan berbicara dengan Jokowi.

Ditemui pada saat selesai acara buka bersama dengan anak yatim, Cak Imin juga menyinggung mengenai Jokowi yang akan rugi juga ia tidak meminang dirinya sebagai pendamping Jokowi pada Pilpres 2019-2024 mendatang.

Cak Imin mengatakan bahwa pasti karena Kiai Said Aqil Siraj, para pemuda NU akan bersatu, berbagai pesantren menyatu dan para ulama juga menyatu. Hal tersebut keterwakilan dari sebuah inspirasi 11 juta pemilih PKB, ini sangat luar buasa yang harus segera dipertimbangkan.

Sedangkan pertemuannya tersebut, Cak Imin mengatakan bahwa Said Aqil Siraj menyatakan dukungannya tersebut kepada Jokowi.

Dengan salah satu syarat yaitu Jokowi mempunyai Cak Imin sebagai pendampingnya dalam Pilpres 2019 mendatang.

Cak Imin mengatakan bahwa dukungan dan amanat yang diberikan oleh keluarga besar dari NU membuatnya semakin yakin dan berani untuk mendeklarasikan diri untuk menjadi cawapres.

Namun, demikian Cak Imin menyebutkan jika dalam pembahasan untuk mendampingi Jokowi tersebut akan di lakukan setelah diadakannya Pilkada Serentak dengan partai pendukung lainnya.

Cak Imin yang disebut sebagai cawapres saat dilantik sebagai pimpinan MPR yang baru.

Cak Imin yang kemudian memilih untuk menjelaskan beberapa tugas barunya sebagai pimpinan MPR. Ia juga menyebut akan lebih giat dalam melakukan berbagai sosialisasi 4 pilar MPR ke seluruh daerah di Indonesia.

Cak Imin mengatakan jika sebenarnya tanpa menjadi Wakil Ketua MPR, ia juga menggunakan berbagai daerah yang berbasis sosialisasi MPR 4 pilar.

Saat ini akan lebih giat lagi agar seluruh tantangan dalam berbagai hal ancaman disintegrasi oleh bangsa dapat diatasi. Pilar bangsa yang saat ini harus terus disosialisasikan.

Jazilul Fawaid membacakan doa untuk penutup pelantikan pimpinan MPR baru. Namun dalam tengah-tengah pembacaan tersebut ia menyebut bahwa Cak Imin dilantik menjadi cawapres RI.

Para tamu yang ada di dalam sebuah ruangan tersebut kian sontak riuh dengan bertepuk tangan karena mendengan selorohan tersebut. Ada yang mengucapkan amin atas doa yang diucap oleh Jazilul tersebut.

Cak Imin terus bergirlya untuk mencari dukungan para masyarakat untuk maju menjadi cawapres pada Pilpres 2019 mendatang. Kali ini ia mengunjungi seorang nelayan di kampung nelayan Jakarta Utara.

Kehadiran Cak Imin, di Kamar Muara sekaligus untuk meresmikan Posko Cinta yang ke-1000 di Jakarta. Cak Imin yang mengenakan kemeja berwarna putik yang dipadukan dengan celana panjang berwarna hitam dan mengenakan peci hitam dengan logo NU langsung menyalami kurang lebih 600 ibu-ibu serta para nelayan dikampung tersebut.

Cak Imin mengakui bahwa kehadirannya tersebut di Posko Cinta dengan para nelayan Kamal Muara sebagai salah satu upaya dalam menjaring aspirasi para masyarakat. Terutama terhadap keluh-kesah yang dibutuhkan oleh para nelayan.

Dalam sambutannya, Cak Imin meminta untuk para tamu agar mendoakannya sebagai cawapres tahun 2019 mendatang. Dia juga menceritakan menganai hebatnya seorang ibu di matanya. Bahwa seorang ibu merupakan orang yang mulia yang menjadi sebuah perantara antara kesuksesan seorang anak.

Karena itu, Cak Imin menganggap bahwa para tamu yang menjadi mayoritas perempuan tersebut sebagai ibunya. Ia mengatakan bahwa ia menganggap bahwa tamu yang hadir sebagai ibunya. Karena itu, ia meminta doa dari para ibu untuk ia dapat menjadi cawapres Jokowi pada tahun 2019 mendatang.

Spontan ucapan Cak Imin tersebut di amini oleh para tamu yang hadir.

Tidak hanya itu saja, ia merupakan pria nomor satu di PKB meninjau pelaksanaan program bedah rumah. Program tersebut adalah sebuah bentuk swadaya para masyarakat dalam berekonomi mampu kepada masyarakat yang kurang mampu.

Daniel Johan mengatakan jika peresmian Posko Cinta serta pertemuan tersebut merupakan salah satu sebagai wujud untuk menjaring aspirasi para masyarakat. Terutama terhadap keluh-kesah kebutuhan para nelayan yang belum terpenuhi.

Daniel mengakui bahwa di dalam acara tersebut juga dibagikan ribuan kilo beras sebagai salah satu bentuk kepedulian PKB terhadap warga kampung tersebut. Beras yang dibagikan kepada 600 kepala keluarga yang kurang mampu.

Tidak hanya di Kamal Muara saja namun PKB juga meresmikan Posko Cinta yang berada di Jakarta Barat.
Ketua DPW PKB DKI Jakarta yaitu Hasbiallah Ilyas mengatakan bahwa peresmian posko tersebut adalah yang ke-1000 di berbagai wilayah DKI Jakarta.

Saat ini total yang telah didirikan yaitu seribu Posko Cinta di daerah Jakarta. Itu belum termasuk posko yang ada di luar wilayah Jakarta.

Ketua PKS mengatakan bahwa partainya tidak memaksa agar kadernya di gandeng oleh Gerindra Prabowo dalam Pilpres 2019.

Menurutnya, PKS dan Gerindra tersebut sama-sama membutuhkan layaknya seperti simbiosis mutualisme yang saling membutuhkan.

PKS juga menghargai apapun keputusan yang diambil dari Prabowo. Ia akan menghargai segala keputusannya.

Mardani juga menegaskan bahwa, partainya tersebut akan ikut berjuang dengan elegan dan kecerdasan untuk memenangkan Pilpres 2019 yang akan datang.

Sebagai eksekutif di PKS yang menerima mandat hingga saat ini ia akan berjuang untuk bagaimana kadernya menjadi cawapres.

Sohibul menjelaskan bahwa dari sembilan nama yang telah ditetapkan oelh Majelis Syuro PKS akan menjadi capres atau cawapres pada tahun 2019 mendatang.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here