Fadli Zon: Bagi Sembako Istana, Itu Tugas RT

0
131

Jakarta, namalonews.com- Presiden Joko Widodo masih saja melakukan kegiatan pembagian sembako kepada beberapa warga di Jakarta. Jauh sebelumnya, kegiatan serupa sering dilakukan pihak Joko Widodo dalam kunjungannya ke pelosok-pelosok warga di Ibukota.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini bukan kali pertama dalam melaksanakan kegitan tersebut. Kegiatan pembagian sembako secara cuma-cuma ini pun mendapat tanggapan sinis Fadli Zon, selaku Wakil Ketua DPR RI. Seharusnya Presiden Joko Widodo tidak usah melakukan kegiatan pembagian sembako seperti itu.

“Kasianlah masa presiden bagi-bagi sembako gitu ya, saya kira itu tugasnya ketua RT, ketua RW atau Lurah,” cetus Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin 04/06/2018 pada media.

Lebih lanjut dalam keterangannya, Fadli Zon menganggap kegiatan yang dilakukan Presiden Joko Widodo tersebut merupakan kegiatan yang tidak ada gunanya. Bahkan dirinya tidak setuju jika kegiatan seperti tersebut dijadikan sebagai pencitraan kepala negara.

“Saya kira pencitraan seperti itu kurang tepat untuk jabatan seorang presiden. Maksud saya ini kan terlalu, ini kan presiden kita semua. Masa kerjanya bagi-bagi sembako,” terangnya.

Namun jika Presiden Joko Widodo ingin menunjukkan sikapnya yang pro terhadap rakyat kecil, mestinya kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP) harus bisa memperlihatkan yang pro kepada rakyat. Sebagai misal, membuat lapangan kerja yang lebih baik, menjaga harga sembako ideal, bbm maupun listrik tidak mahal.

Pembagian sembako oleh Presiden Joko Widodo kepada warga, membuat pihak oposisi gerah. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengatakan, menggunakan uang operasional alias dana taktis yang besarnya Rp 14 miliar/tahun adalah hak Presiden.

Namun, bagi–bagi sembako, menurut Arief, tidak layak. “Iya, saya tidak mau menuduh dia kampanye. Kan dia presiden. Dia bisa menggunakan apa saja, menggunakan fasilitas negara sampai menggunakan anggaran yang seharusnya tidak boleh digunakan untuk anggaran seperti itu. Kan selama ini diklaim itu menggunakan uang Joko Widodo sendiri. Tapi ini kan menipu rakyat. Jadi rakyat saya kasih tahu yang dibagi-bagikan sembako itu bukan duitnya Joko Widodo tapi duit Kalian juga,” Jelas Arief.

Tidak pernah diklaim uang untuk sembako itu dari pribadi Presiden Joko Widodo, melainkan tertulis bantuan Presiden. Hal sama dilakukan presiden-presiden sebelumnya.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here