Golkar Minta Koalisi Keumatan Segera Deklarasi Calon Presiden

0
141

Jakarta, namalonews.com- Wasekjen Partai Golkar yang bernama Sarmuji menyarankan agar koalisi keumatan segera diumumkan siapa capres yang akan diusung dalam Pilpres 2019 mendatang. Ia menyebut bahwa baik terbentuknya sebuah koalisi keumatan agar para masyarakat dapat mengetahui akhir dari manuver di kubu lawan Jokowi.

Sarmuji mengatakan jika lebih bagus lagi apabila sudah menentukan siapa capres yang akan diusung agar lebih jelas juga siapa yang akan dijagokan dalam koalisi tersebut.

Ia menyambungkan bahwa selama ini para aktor politik itu ibarat pepatah yaitu kakean gluduk ora ono udah yang terlalu banyak petir namun hujan tidak datang-datang. Terlalu banyak manuver namun capres tidak ada kejelasan.

Golkar, Sarmuji mengatakan tidak tertarik untuk bergabung dengan koalisi keumatan apabila akhirnya terbentuk. Golkar akan tetap setia untuk mendukung Jokowi. Alasanya yaitu karena Jokowi telah berkontribusi besar bagi para umat.

Golkar tidak tertarik karena Jokowi sendiri telah banyak berbuat baik bagi para umat. Makna dari umat yaitu secara eksklusif menjadi sebuah identitas kelompok tertentu.

Sebelumnya, Prabowo Subianti dan Amien Rais sendiri berkunjung ke kediaman Habib Rizieq Syihab di Mekah. Pertemuan tersebut dilakukan ketika sela ibadah umrah bersama antara mereka.

Ketua Persaudaraan Alumni 212 yaitu Slamet Maarif mengatakan bahwa di dalam acara pertemuan tersebut sangat hangat dan penuh dengan keakraban, Rizieq meminta kepada PAN dan Gerindra untuk segera mengadakan koalisi menjelang Pilpres tahun 2019 mendatang.

Slamet mengatakan jika lebih khususnya Rizieq Syihab mengarap serta meminta kepada PAN dan Gerindra untuk merealisasikan keinginan umat tersebut untuk segera mengadakan deklarasi terbuka koalisi Gerindra, PKS, PAN dan PBB dalam waktu dekat ini dan membuka sebuah pintu kepada partai lain terutama yang memiliki basis massa islam.

Wakil Sekretaris Jendral PPP yaitu Ahmad Baidowi atau yang lebih dikenal dengan nama Awiek ini menyambut dengan baik atas permintaan Rizieq Syihab agar Gerindra, PAN, PBB dan PKS membentuk sebuah kolaisi keumatan. Menurutnya, terbentuknya sebuah koalisi akan membuat Pilpres tidak diisi oleh calon tunggal.

Awiek mengatakan bahwa ia mengira bagus saja, karena dengan diadakannya koalisi maka Pilpres tidak ada calon tunggal saja. Apapun nama koalisi tersebut merupakan politik yang akan menentukan pilihan dari para rakyat.

Awiek menganggap bahwa nama koalisi tersebut akan membawa label keumatan yang tidak akan mempengaruhi keterpilihan Jokowi serta koalisi pendukungnya tersebut. Sebab, ia mengatakan bahwa apapun nama koalisi akan tetap saja koalisi partai politik.

Namun, Awiek mengakui bahwa keberadaan koalisi tersebut akan berpengaruh secara politik karena sebagai salah satu rival bagi Jokowi. Pengaruhnya yaitu akan secara kompetitor dan politik karena semua tergantung pada pilihan para rakyat.

Ditanya mengenai apakan keterlibatan dari Rizieq dan FPI akan memiliki pengaruh terhadap sebuah elektabilitas dari Jokowi, anggota Komisi II mengklaim bahwa ormas Islam terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyah dan NU.

Ketua DPP yaitu Mardani memuji sikap Habib Rizieq yang meminta agar parpol berbasis islam mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 mendatang.

Mardani mengatakan jika dengan seruan Habib Rizieq tersebut meskinya menjadi sebuah pelecit bagai parpol yang belum menentukan sikap agar segera bersatu kembali.

Mardani menyatakan bahwa PKS tentu sejalan dengan Habib Rizieq untuk mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 yang akan datang.

Hal ini sesuai dengan usaha PKS dalam menghadirkan berbagai kompetisi yang cukup tangguh untuk blok pendukung Jokowi. PKS akan siap untuk menjadi salah satu tulang punggung dalam koalisi keumatan tersebut.

Sebelumnya, kadidat Gerindra Prabowo Subiantu , Amien Rais serta para rombingan akan menemui Habib Rizieq di Mekah. Dalam pertemuannya, Rizieq meminta agar keempat partai tersebut segera mendeklarasikan dukungannya terhadap Prabowo Subianto.

Sekretaris Jendral DPP PDI P yaitu Hasto kristiyanto mengatakan jika pihaknya sangat merespons positif terhadap adanya keinginan untuk pembentukan koalisi keumatan dalam Pilpres 2019 mendatang.

Koalisi keumatan tersebut merupakan sebuah gagasan FPI Habib Rizieq Syihab.

Hasto mengatakan bahwa hal tersebut wajar, namanya berkoalisi, berserikat berkumpul, bekerjasama akan dijamin konstitusi. Justru mereka mengharapkan agar mulai pada tanggal 4 Agustus tersebut sudah dimulai tahapan capres serta cawapres.

Menurutnya pihak koalisi pengusung Jokowi pada Pilpres 2019 sudah dibentuk. Hasto menegaskan bahwa pihaknya tersebut akan menunggu koalisi keumatan tersebut deklarasi. Sejauh ini, para pendukung Jokowi akan kembali maju yaitu NasDem, PDIP, Hanura, Golkar, PSI, PPP, Perindo, dan PKPI.

Ia mengatakan bahwa mereka yang akan memberikan dukungan terhadap Jokowi sudah firm. merekan yang akan mencalonkan sebagai pasangan lain, agar demokrasi tersebut sehat sehingga dapat kompetisi sehat yang menyampaikan berbagai gagasan bagi bangsa serta negara agar segera terbentuk.

Hasto berharap agar koalisi pasangan yang lain untuk dapat melawan Jokowi diharapkan agar segera terbentuk agar persaingan dalam Pilpres 2019 akan berjalan dengan sehat. Justru mereka akan berharap koalisi yang lain segera terbentuk mengingat para pendukung Jokowi sudah dibentuk.

Mengenai figur pendamping Jokowi, akan dibahas oleh Megawati dengan Jokowi dan koalisinya. Nanti akan dibahas setelah adanya pilkada. Jika PDIP diserahkan kepada Ketum untuk dapat berdialog dengan Jokowi dan ketua partai lainnya.

Mardani mengatakan jika PKS meminta agar Prabowo Subianto untuk segera mendeklarasikan diri untuk menjadi capres 2019 mendatang. Lebih cepat mendeklarasikan capres dan cawapresnya akan lebih baik.

Mardani menganggap bahwa langkah tersebut sangat penting karena Jokowi sudah tidak perlu mengadakan kampanye. Partai koalisi Prabowo Subianto harus lebih awal untuk mengadakan kampanye.

Menurutnya, partai koalisi Prabowo dapat memulai kegiatan kampanye dengan memanfaatkan acara Pilkada 2018.

Pada tanggal 15 April 2018, presiden PKS Sohibul Iman mengatakan bahwa PKS akan berkoalisi dengan Gerindra asalkan cawapres akan mendampingi Prabowo Subianto yang merupakan kadernya. PKS sudah menyiapkan sembilan kadernya untuk dapat maju dalam Pilpres 2019 mendatang.

Sohibul mengatakan bahwa ia siap untuk berkoalisi dengan Prabowo Subianto asalkan cawapres diambil dari sembilan kader tersebut. PKS tengah menyeleksi kesembilan kader yang akan maju dalam Pilpres 2019 yang akan datang.

Partai Gerindra menilai bahwa koalisi keumatan merupakan solusi untuk mengubah nasib bangsa ini. Gerindra berharap agar koalisi keumatan segera dibentuk dan dideklarasikan Prabowo Subianto menjadi capres pada Pilpres 2019 mendatang.

Andre Rosiade meminta doa serta dukungan agar harapan Habib Rizieq, PA 212 dan seluruh rakyat di Indonesia agar koalisi tersebut dapat segera mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai capres pada Pilpres tersebut. Sehingga dapat mengubah nasib bangsa yang saat ini dalam kondisi memprihatinkan.

Sebelum adanya dorongan dari Habib Rizieq, Andre menyebutkan bahwa Gerindra sudah intens dalam membangun sebuah komunikasi yang baik dengan PAN dan PKS. Gerindra juga akan membangun komunikasi yang intens dengan PBB juga.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here