KPK Tangkap Tangan Bupati Purbalingga Kader PDIP, 1 Mobil Disegel

0
223

Jakarta, namalonews.com- Operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah kini kembali dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada OTT kali ini, tim penindakan KPK dikabarkan telah menangkap tangan Bupati Purbalingga Tasdi (T).
“Ada tim yang ditugaskan di Purbalingga, ada kepala daerah, pejabat daerah dan swasta,” jelas Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (4/6).
Febri pun menyebut dalam OTT tersebut tim penindakan KPK telah mengamankan sekitar 4 orang serta sejumlah uang. Akan tetapi, belum diketahui secara pasti jumlah uang yang diamankan.
“Tadi saya dapat infonya, sekitar empat orang diamankan di sana dan sejumlah uang,” tutur Febri.
Febri juga mengatakan belum mengetahui secara pasti OTT Bupati Purbalingga ini mengenai kasus apa. Keempat orang yang diciduk tersebut sudah dibawa ke Polres Purbalingga guna menjalani pemeriksaan awal.
Dalam penangkapan Bupati Purbalingga tersebut, satu mobil yang ada di kompleks kantor bupati disegel. Mobil Avanza dengan nomor polisi R 64 C disegel dengan garis KPK, Senin (4/6/2018). Mobil ini ada di area yang juga satu kompleks dengan rumah dinas. Sekarang ini, personel Satpol PP tengah berjaga di sekitar kantor bupati.
Tasdi diketahui memiliki harta kekayaan sebesar Rp. 649 juta. Dari data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Tasdi melaporkan kekayaannya terakhir kali pada tanggal 26 Januari 2015. Pada saat itu Tasdi masih menjabat sebagai Wakil Bupati Purbalingga dengan sisa masa jabatan 2010-2015.
Dalam laporan tersebut, Tasdi diketahui mempunyai harta tidak bergerak berupa tanah serta bangunan yang ada di sejumlah daerah di Purbalingga dengan nilai mencapai Rp. 562.924.000. Sementara untuk harta bergerak berupa alat transportasi serta mesin lainnya jumlah yang dimiliki Tasdi sebesar Rp. 220 juta.
Adapun beberapa kendaraan yang dimiliki Tasdi antara lain Kawasaki Ninja serta Toyota Yaris. Lalu ada juga harta bergerak lain milik Tasdi dengan nilai sebesar Rp. 8.500.000. Total harta kekayaan yang dimiliki oleh Tasdi per 2015 mencapai Rp. 649.653.320.
Tasdi ditangkap bersama dengan kepala unit layanan pengadaan (ULP) Purbalingga, ajudan bupati, dan satu orang pihak swasta. Di Jakarta, tim KPK juga sudah menangkap dua orang dari pihak swasta.
“Ada juga sejumlah uang yang kami amankan. Masih dalam proses penghitungan tim. Kami duga sejauh ini sudah terjadi transaksi dan itu diduga terkait dengan proyek yang ada di Purbalingga,” kata Febri.
Dalam aksi OTT, ada seorang petugas keamanan sekretariat daerah Purbalingga yang ditemui oleh wartawan mengatakan bahwa sempat terjadi aksi kejar-kejaran yang dilakukan petugas KPK dengan kepala BLP Setda Purbalingga saat pukul 17.00 WIB.
“Mobil dinas Kepala BLP masuk ke pendopo kencang banget. Terus orang yang di dalam keluar dan langsung sembunyi di kantor. Selang sebentar, langsung ada mobil yang mengejar dari belakang. Sekitar 10 menit, mobil yang ngikutin keluar lagi,” tuturnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Purbalingga, Adi Yuwono menjelaskan bahwa OTT KPK berkaitan dengan dugaan penyelewengan yang dilakukan dalam proses pengadaan sejumlah proyek yang ada di Purbalingga.
“Ada dua proyek yang kami rasa janggal, terutama di proses lelang. Pembangunan gedung baru untuk DPRD dan Islamic Center. Dua proyek besar tapi tidak transparan dalam proses lelang,” kata Adi.
Adi juga merinci bahwa gedung baru DPRD Purbalingga adalah proyek yang menyedot anggaran sebesar Rp. 30 miliar. Sedangkan Islamic Center sendiri diplot dengan anggaran mencapai Rp. 77 miliar.
“Proyek Islamic Center dibagi tiga tahap, untuk pembebasan lahan sebesar Rp 18 miliar keluar tahun 2016, saat ini sudah masuk tahap pengurukan,” ujar Adi.
Momen Bupati Purbalingga di KPK
Bupati Purbalingga Tasdi dibawa oleh tim penyidik KPK ke Jakarta dengan menggunakan kereta api. Setelah memakan waktu selama beberapa jam untuk menempuh perjalanan, Tasdi akhirnya tiba di gedung antirasuah tersebut.
Bupati Tasdi tiba pada pukul 04.59 WIB. Tasdi mengenakan kemeja berwarna ungu dan celana berwarna cokelat. Saat kedatangan ini, ada hal aneh yang dilakukan Tasdi. Bupati yang terkena operasi tangkap tangan itu berpose salam metal.
Setibanya di gedung KPK yang berlokasi di Jl Kuningan Persada, Jaksel, Selasa (5/6/2018), pria yang mengenakan masker di lehernya ini dikawal oleh petugas KPK. Setelah turun dari mobil penyidik KPK, Tasdi enggan untuk menjawab pertanyaan. Tasdi hanya menunjukkan pose salam metal tersebut.
Nantinya Tasdi akan menjalani pemeriksaan lanjutan yang bertempat di gedung KPK. KPK mempunyai waktu selama 24 jam untuk menentukan status enam orang yang telah diamankan di lokasi terpisah.
“Kita lakukan dulu pemeriksaan intensif, baru kita simpulkan status hukum masing-masing yang diamankan,” kata Febri, Senin (4/6).
Program Positif Bupati Purbalingga Tasdi
Kabar penangkapan Bupati Purbalingga Tasdi oleh KPK sangat mengejutkan banyak pihak, khususnya publik Purbalingga. Terlebih, Tasdi selama ini dikenal positif. Satu diantara programnya yang populis ialah gerakan sholat subuh berjamaah yang diikuti oleh pejabat di lingkungan Pemkab Purbalingga serta masyarakat sekitar.
Kegiatan itu biasa dibarengi dengan pemberian bantuan beras Rasbangga, bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), santunan anak yatim piatu, serta gizi untuk ibu hamil dan balita. Bulan suci Ramadan kali ini pun tak dilewatkan Tasdi untuk melakukan keliling daerah dengan program buka bersama (bukber) serta tarawih keliling (tarling) untuk menyasar masyarakat bawah.
Sehari sebelum ditangkap, yakni pada hari Mingu (3/6), Tasdi menghadiri kegiatan buka bersama dan tabligh akbar yang bertempat di PAUD Al Hikmah Dusun Lengkong, Limbangan Kecamatan Kutasari. Dalam kesempatan itu, seperti kebiasaannya di tempat lain, Tasdi menyerahkan santunan untuk 40 anak yatim Desa Limbangan.
Tak hanya itu, Tasdi juga menjanjikan bantuan sebesar Rp. 100 juta untuk pembangunan rumah Quran yang ada di desa itu guna mencetak generasi hafiz Alquran. Di hari yang sama, Tasdi juga mengunjungi ratusan tukang becak serta kaum dhuafa di kawasan kabupaten Purbalingga di Pendopo Dipokusumo Purbalingga.
Puluhan anak yatim dan masyarakat kurang mampu yang ada di sekitar pendopo pun ikut merasa bahagia. Dalam kesempatan itu, Pemkab juga telah membagikan sebanyak 700 paket ramadan yang terdiri dari nasi pithi untuk buka, beras rasbangga 5 kg, serta uang santunan yang diberikan langsung oleh Tasdi dengan didampingi sang istri, Erni Widyawati Tasdi.
Tasdi secara resmi menjabat sebagai Bupati Purbalingga sejak tanggal 15 Februari 2016. Sebelum menjabat sebagai orang nomor satu di Purbalingga, Tasdi adalah Ketua DPRD Purbalingga selama dua periode, yakni 2004-2009 dan 2009-2014.
Tak hanya itu, Bupati Tasdi juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Purbalingga dalam periode 2014-2015. Tasdi saat ini juga menduduki posisi sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Purbalingga dalam periode 2015-2020.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here