5 Kandidat Capres Hasil Rakornas PA 212 Kampanye Juli Mendatang

0
221

Jakarta, namalonews.com- Slamet Maarif menjelaskan bahwa ada 5 kandidat capres dan akan dilakukan kampanye di hadapan kumpulan para ulama, ijitima’ ulama pada bulan juli 2018 mendatang.

Ia menjelasakan bahwa nama 5 capres tersebut adalah hasil dari rapat koordinasi nasional PA 212 yang telah dilaksanakan di Cibubur. Setelah menjalani kampanye maka nama-nama tersebut akan disodorkan kepada Rizieq Shihab dan FPI.

Slamet mengatakan bahwa Rizieq saat ini masih mengungsi di Mekkah akan mendukung kelima nam capres tersebut berdasarkan ketentuan koalisi umat tidak boleh dibubarkan. Sampai saat ini Gerindra, PBB, PAN dan PKS yang dikait-kaitkan akan membentuk sebuah koalisi keumatan tersebut.

Ia mengatakan jika koalisi bubar, tidak terbentuk dan apalagi jika tidak ada ijitima ulama Rizieq Shihab mencaput dukungannya serta akan melepaskan diri dari pencapresan tersebut.

Slamet 5 nama kandidat capres tersebut merupakan hasil rekornas PA 212 belum dilakukan maka pihaknya masih akan membuka peluang untuk seluruh partai politik manapun agar dapat bergabung dengan koalisi umat tersebut.

Sedangkan untuk hasil rekomendasi Rakornas PA 212 yaitu mengusulkan Ketum PAN yaitu Zulkifli Hasan dan Rizieq Shihab untuk menjadi capres pada Pilpres 2019 mendatang. Selain keduanya ada juga Ketum Gerindra yaitu Prabowo Subianto serta Gatot Nurmantyo hingga Muhammad Zainul Majdi yang masuk ke dalam sebuah keputusan rekomendasi PA 212.

PA 212 akan segera menggelar Ijtima Ulama pada bulan Juli mendatang untuk mendengarkan beberapa visi dan misi dari para capres dan cawapres yang akan direkomendasikah dari hasil keputusan Rakornas PA 212. Gerindra telah menyatakan bahwa partaninya tersebut siap untuk menghadiri acara yang akan dilaksananan bulan Juli tersebut.

Ia menuturkan bahwa pihaknya akan tetap menyesuaikan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan agar tidak bertentangan dengan UU Pemilu. Hal tersebut dilakukan karena agar tidak ada tuduhan partainya dalam melakukan kegiatan kampanya dalam luar jadwal.

Ia juga menuturkan bahwa semua akan disesuaikan dengan UU Pemilu agar tidak melanggar berbagai rambu kegiatan untuk kampanye. Sebagaimana yang telah ditetapkan pada UU Nomor 7/2017, jangan samai dituduh mengadakan kampaye pada luar jadwal.

Diberitahukan sebelumnya bahwa GNPF Ulama, PA 212 dan DPP FPI akan menggelar sebuah acara ijtima Ulama pada bulan Juli mendatang. Di dalam kegiatan tersebut para capres dan cawapres hasil keputusan Rakornas 212 akan diberikan kesempatan untuk memaparkan berbagai visi dan misinya.

Slamet mengatakan jika seluruh calon yang telah direkomendasikan akan diberikan kesempatan untuk memaparkan berbagai visi dan misinya serta beberapa komitmennya untuk memperjuangkan Islam pada Ijtima Ulama yang akan dilaksanakan pada bulan Juli di Jakarta oleh GNPF Ulama yang bekerja sama dengan PA 212 dan DPP FPI.

Untuk diketahui keputusan Rakornas 212 akan menghasilkan sejumlah nama untuk kandidat capres serta cawapres yang akan diusung termasuk di dalamnya yaitu Ketum Gerindra yang bernama Prabowo Subianto. Berikut ini nama-namanya :

Rekomendasi capres:

  1. Habib Rizieq Syihab
  2. Prabowo Subianto
  3. Tuan Guru Bajang
  4. Yusril Ihza Mahendra
  5. Zulkifli Hasan

Rekomendasi cawapres:

  1. Ahmad Heryawan
  2. Hidayat Nur Wahid
  3. Yusri Ihza Mahendra
  4. Anies Matta
  5. Zulkifli Hasan
  6. Eggi Sudjana
  7. Ustadz Bachtiar Nasir
  8. Prabowo Subianto
  9. Anies Baswedan

Ketum PA 212 yaitu Slamet mengungkapkan bahwa jika nama Rizieq Shihab akan terus diperjuangkan sebagai capres dalam Pilpres 2019 yang akan datang. Hal tersebut karena sebagian besar dari peserta Rakornas menginginkan Rizieq Shihab sebagai capres.

Slamet mengungkapkan jika sebagian besar dari PA 212 untuk memperjuangkan Imam besar sebagai umat Islam, Rizieq Shihab agar menjadi capres Indonesia dalam Pilpres 2109 mendatang.

Sedangkan, sebagai pendampingnya sejumlah tokoh telah direkomendasikan, termasuk Anies Baswedan yaitu Gubernur DKI Jakarta.

Slamet kemudian mengatakan bahwa pihaknya mengajak untuk seluruh umat Islam Indonesia untuk menyepakati berbagai kriteria capres dan cawapres yang akan mereka sebutkan.

Selamet mengimbuhkan bahwa ia para peserta Rakornas PA 212 mengajak kepada seluruh umat Islam di seluruh Indonesia serta segenap anak bangsa untuk menyepakati capres dan cawapres yang pertama untuk memahami berbagai sejarah bangsa dan ideologi negaranya, bekerja keras untuk para rakyatnya bukan untuk berbagai kepentingan asing.

Slamet menuturkan bahwa selain beberapa hal tersebut, masih ada berbagai hal yang masuk pada kriteria penting para capres menurut PA 212.

Diantaranya yaitu :

  1. Paham akan sejarah serta ideologi bangsa Indonesia.
  2. Dapat bekerja keras untuk para rakyat bukan untuk asing.
  3. Harus meningkatkan berbagai kewaspadaan terhadap adanya beberapa kemungkinan dari bangsa yang akan menjadikan Indonesia ini sebuah negara yang komprador.
  4. Tidak menambah utang di luar negeri karena dianggap akan menjadi sebuah beban bagi seluruh rakyat di Indonesia.
  5. Para pemimpin harus dapat bertindak adil kepada semua pihak dan tidak memusuhi serta berpihak kepada beberapa golongan tertentu.
  6. Tidak melakukan tebar pesona, hingga tidak mempunyai waktu yang cukup dalam mencari solusi berbagai masalah bangsa, seperti persoalan, sosial, ekonimi dan pendidikan.

Diketahui bahwa keputusan Rakornas PA 212 tersebut diadakan secara tertutup.

Adapun sejumlah para tokoh yang turut hadir yaitu Slamet Maarif, Amien Rais, Muhammad Al-Khaththath, Adhyaksa Dault dan Eggi Sudjana.

Pemilihan capres dan cawapres yang diusung menjadi sebuah vital baik bagi Jokowi maupun Prabowo Subianto. Pasalnya kedua nama kandidat tersebut memiliki keunggulan masing-masing dan cawapres merupakan salah satu sosok penentu.

Maka akan lebih menjadi menarik jika para nama tersebut bakal maju menjadi cawapres dan membantu sang capres untuk mendulang suara terbanyak dalam Pilpres 2019 yang akan datang. Apalagi, pemilihan capres akan dilakukan secara serentak dengan pemilihan legistalif.

Maka cawapres yang paling digemari oleh berbagai publik, setidaknya harus segera dirangkul oleh capres Jokowi atau Prabowo serta berbagai partai koalisinya. Mengingat, demokrasi memilih pemimpin Indonesia tidak memiliki dampak terhadap sikap parpol.

Pilkada DKI Jakarta setidaknya telah dapat membuktikan jika koalisi gendut tidak serta merta dapat memenangkan calon yang disukai oleh publik.

Habiib Rizieq Shihab merupakan FPI yang tidak perlu disanksikan lagi sebagai salah satu tokoh yang digemari oleh para masyarakat khususnya kalangan umat Islam. Meskipun begitu, rasanya sangat berat bagi Rizieq Shihab jika seadainya Jokowi meminta untuk menjadi pendamping dalam Pilples 2019 mendatang.

Mengingat sejauh ini Rizieq tersebut karap memposisikan dirinya sebagai seorang yang mengkritisi sikap para pemerintah khususnya yang merugikan para muslim Indonesia. Belum lagi ia harus menghadapi berbagai potensi desakan kader FPI yang bakal menolaknya untuk mendampingi Jokowi.

Seandainya, Jokowi akan menggandeng Rizieq sebagai pendampingnya, bukan tidak mungkin pasangan tersebut akan merebut perolehan suara yang segnifikan. Sosok Jokowi yang dapat menyedot berbagai kalangan wong cilik dan kaum nasionalis, sedangkan jika Rizieq dapat memborong suara para umat muslim yang mayoritas Indonesia. Namun harus dapat diakui bahwa pasangan tersebut kemungkinan terealisasinya sangat kecil.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here