Bertemunya Amien-Prabowo-HRS Untuk Raup Suara Alumni 212

0
261

Jakarta, namalonews.com- Toto Sugiharto selaku Pengamat politik Universitas Gunadharma mengatakan pertemuan Amien Rais dan Prabowo Subianto dengan Pemimpin FPI, Habib Rizieq di Makkah, Arab Saudi, adalah sebuah upaya dari kubu koalisi partai lawan Pemerintah untuk meraup suara umat Islam dari kalangan alumni 212. Diketahui,bahwa ketiganya melakukan pertemuan pada Sabtu (2/6) dini hari waktu Saudi.

“Pertemuan itu terlihat sebagai upaya meraup suara dari kalangan alumni 212. Tampaknya Prabowo beranggapan bahwa alumni 212 akan solid dan mengikuti anjuran Habib Rizieq,” ungkap Toto tadi pagi.

Dirinya mengatakan, bahwa ada kemungkinan suara dapat diraup dari alumni aksi 212 tersebut. Dalam pertemuan dengan Rizieq, menurut Toto, bisa menjadi efektif dan juga bisa kontraproduktif.

Selain itu Toto juga menyebutkan, kontraproduktif karena juga terdapat kemungkinan raupan suara itu tak dapat mengungguli Jokowi sebagai calon presiden 2019 mendatang. Selain itu, menggungguli Jokowi, kata dia, sampai saat ini masih dirasa sulit oleh siapa pun yang melawannya.

“Mengungguli Jokowi itu amat sulit. Kharisma, kepemimpinan, dan bukti kerja Jokowi amat tinggi di mata rakyat,” tutur Toto.

Disamping itu, dia juga melanjutkan, mesin politik partai PDIP sebagai sekocinya sudah bergerak sangat kencang. “Siapapun seperti menghadapi batu cadas jika ingin menghancurkan elektabilitas Jokowi sekarang ini,” katanya.

bukan itu saja, dia juga menyebutkan bahwa umat Islam di Inodnesia juga sangat berragam, sehingga membuat umat Islam Indonesia tidak selalu solid. Dia menyebutkan, sekarang ini pun umat Islam lain yang bukan merupakan alumni 212 juga banyak yang bersimpati terhadap Jokowi.

“Kalau yang dimaksud umat Islam itu alumni 212, mungkin solid. Tapi di luar itu kan, juga banyak yang belum tahu arahnya. Mungkin juga banyak yang bersimpati terhadap Jokowi,” tuturnya.

Beberapa waktu lalu, publik memang telah sempat dikejutkan dengan adanya pertemuan dua tokoh nasional di Makkah, Arab Saudi yakni Prabowo subianto dan Amien Rais yang kemudian bertemu dengan Habib Rizieq. Dalam foto yang beredar, ketiganya tampak berjabat tangan dan mereka dikabarkan sempat melakukan perbincangan terbatas.

Komentar juga datang dari Pengamat politik Universitas Indonesia Arbi Sanit. Dirinya meyakini bahwa pertemuan yang terjadi antara tiga tokoh politik nasional yakni Amien Rais, Prabowo Subianto, dan Habib Rizieq adalah sebuah agenda politik. Dia menyebut pertemuan itu adalah pertemuan yang saling menguntungkan bagi ketiganya.

“Sudah barang tentu itu agenda politik ya. Tapi sekarang ini mereka secara sosial berhubungan saling menguntungkan,” ujar Arbi Sanit, Selasa (5/6).

Arbi juga turut menjelaskan masing-masing keuntungan yang didapatkan oleh masing-masing pihak. Akan tetapi, dia sebelumnya menyebut bahwa posisi Amien Rais berada di satu kubu atau satu koalisi parpol yang tidak mendukung Jokowi.

Sebab, menurutnya, sosok Amien Rais merupakan sosok yang sangat kental dengan umat Islam. Sehingga, sebagai kubu lawan Jokowi, dengan bertemu dengan Rizieq, dinilai sebuah keuntungan bagi koalisi partainya.

“Amien sendiri seorang Islam sekali. Jadi, dia berkepentingan dengan Rizieq, semacam Rizieq memberikan legimitasi kepada Prabowo dan Amien, yang berdasarkan dukungan katakan kelompok umat Islam, kepada mereka berdua,” katanya.

Dia juga telah menyebut, di sisi lain, Rizieq juga mendapatkan keuntungan dari adanya pertemuan ini. Keuntungan itu yakni rasa percaya dari masyarakat umat Islam yang mendukungnya, dan menginginkannya untuk pulang.

“Tapi yang jelas mereka itu saling mendukung. Rizieq mendapat dukungan dari Prabowo dan Amien Rais, dan bisa jadi menggambarkan lawan-lawan Jokowi. Lalu, Prabowo dan Amien semacam mendapat restu dari golongan umat Islam,” jelasnya.

Arbi Sanit juga menilai, pertemuan antara Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Habib Rizieq Shihab di Makkah, belum tentu dapat menggiring suara masyarakat Islam. Menurutnya, pertemuan tersebut hanya semacam penegasan persekutuan antara tiga tokoh tersebut semata.

Mereka berbincang santai dan sempat melakukan perbincangan terbatas.  Deklarasi terbuka koalisi keumatan antara PAN, Gerinda, PKS dan PBB diharapkan bisa terealisasi sebelum deklarasi capres dan cawapres. Inilah saran dewan pembina PA 212.

Sementara anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade, membantah jika Prabowo Subianto melakukan umrah politik seperti yang dituduhkan oleh lawan politiknya.

Menurutnya pihak-pihak yang menuding Prabowo melakukan umrah politik sebenarnya sedang panik. Sehingga, menurut Andre, mereka mengeluarkan pernyataan yang tidak masuk akal.

“Tidak perlu ditanggapi mereka nyinyir Pak Prabowo. Saya kira karena mereka panik jadi mengeluarkan kata-kata umrah politik,” ucapnya, Sabtu (2/6).

Menurutnya Prabowo dan Amien Rais hanya sekadar umrah biasa tidak ada niatan untuk membahas pilpres di Tanah Suci. Memang kebetulan mereka memiliki jadwal umrah yang hampir bersamaan, dan tidak ada koordinasi.

Apalagi Prabowo berangkat belakangan dari Eropa, dan Amien Rais berangkat lebih dulu dari Indonesia. Bahkan Amien Rais sudah Madinah lebih dulu.

“Beliau-beliau ini kan sudah sering berkomunikasi. Jadi pasti mereka menghubungi satu sama lain ketika mengetaui kalau ternyata mereka punya jadwal umrah yang beririsan. Bertemulah mereka untuk bersilaturahim di sana,” kata Andre.

Menanggapi hal itu, sekjen PAN Eddy Suparno membantah pertemuan Amien Rais bersama dengan Ketum Partai Gerindra adalah sebuah langkah untuk meningkatkan elektabilitas PAN maupun Partai Gerindra.

Dia menyebut, justru selama ini yang berada di tanah air adalah yang bekerja untuk mendongkrak elektabilitas.

“Saya kira tidak. Karena kalau kita berpikir untuk menaikkan elektabilitas, kerja-kerja real-nya justru ada di tanah air, bukan di luar, gitu ya,” tutur EddySelasa kemarin.

Dia meyebut, selama ini, yang bekerja secara nyata unutk menaikkan elektabilitas, adalah para pengurus harian. Sehingga, menurutnya, tak benar bila pertemuan Amien Rais dengan Habib Rizieq merupakan langkah untuk meningkatkan elektabilitas.

“Yang saya lihat, bahwa kerja-kerja real untuk menaikkan elektabilitas itu kan dilakukan oleh Pengurus harian, seperti Pak Zul, saya, dan para pengurus harian lain. Bertemu dengan konstituen, itu kerja-kerja real untuk menaikkan elektabilitas,” tuturnya.

Eddy lalu menyebut apa yang dilakukan oleh Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais merupakan sepenuhnya dalam rangka untuk bersilaturahmi. Dia sendiri tak mengetahui secara pasti bila memang terdapat muatan politik, dalam pembicaraan yang ada pertemuan tersebut.

Selain itu, dia menyatakan, pertemuan dengan Habib Rizieq memang merupakan agenda silaturahmi sebab Rizieq diketahui memang berada di Arab Saudi. Kedua tokoh nasional tersebut juga disebut telah lama belum bertemu lagi, sehingga perlu dilakukan silahturahmi.

“Ya karena beliau itu ulama, beliau ada di tanah suci. Dan keduanya (Habib Rizieq dan Amien Rais) mempunyai hubungan yang relatif dekat secara emosional. Paling tidak dalam perjuangan ketika terjadi Pergerakan umat Islam dalam 411 dan 212 ya,” ungkapnya.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo, bersilaturahim dengan Habib Rizieq di Makkah, Sabtu dini hari waktu Arab Saudi.

Dalam foto yang beredar, ketiganya tampak berjabat tangan dan mereka dikabarkan sempat melakukan perbincangan terbatas.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here