FIFA Optimisitis Piala Dunia Rusia Bebas Dari Rasisme

0
122

Jakarta, namalonews.com- Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) Gianni Infantino optimistis Piala Dunia 2018 di Rusia bebas dari isu rasisme dan HAM. Hal ini mencuat usai munculnya kekhawatiran terkait potensi terjadinya ketidaknyamanan suporter dan peserta di Piala Dunia 2018.

Bahkan, Infantino menyebut Rusia telah siap menjadi tempat nyaman penyelenggaraan Piala Dunia 2018. Seperti diketahui, Rusia bakan menjadi tuan rumah perhelatan sepak bola terbesar di dunia yang berlangsung mulai 14 Juni hingga 12 Juli 2018.

Penyelenggaraan Piala dunia 2018 tersebut akan berlaga di 12 stadion yang berada di kota-kota Rusia termasuk di antaranya Moscow, St Petersburg, dan Sochi.

Infantino menambahkan seluruh dunia akan menyaksikan perhelatan sepek bola terbesar ini. Dunia-lanjutnya-juga akan menyaksikan kenyamanan dan keamanan para suporter dalam menyaksikan pertandingan di Rusia tersebut.

“Saya optimistis Rusia sudah siap sepenuhnya dan seluruh dunia akan menikmati dan menyaksikan pertandingan perdana Piala Dunia antara Rusia dan Arab Saudi pada 14 Juni mendatang di stadion Luzhniki,” ujar Infantino pada Kamis (7/6/2018).

Ia melanjutkan semua orang akan mengagumi dan menikmati indahnya stadion dan bagaimana penyambutan negara ini, bagaimana organisasi dan persiapannya akan berjalan lancar dan aman. Ini, menurut Infantion, akan menjadi menjadi pengalaman luar biasa bagi pemain dan suporter.

“Rusia telah mendapat tugas pengawasan ketat dalam melaksanakan berbagai proses persiapan sebelu menggelar turnamen itu, termasuk bagaimana harus menjamin keamanan dan kenyamanan para penggemar dan keamanan tim serta bagaimana mengatasi masalah rasisme dalam tiap pertandingan,” tambahnya.

Bahkan, Infantino menjelaskan FIFA telah menghukum Rusia 30 ribu lebih dolar Amerika Serikat pada Mei 2018. Sanksi tersebut terkait nyanyian diskrimatif para penggemarnya usai pelecehan rasis yang ditujukan kepada beberapa pemain Perancis.

Peristiwa ini terjadi saat menggelar pertandingan persahabatan di stadion St Petersburg pada Maret 2018.

“Saya sedih dan kecewa terkait peristiwa diskriminasi, HAM atau keamanan, dan FIFA menilai ini menjadi masalah yang sangat serius, dan FIFA telah menempuh upaya dan langkah serta jalan keluar yang tepat agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi selama perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia,” lanjutnya.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here