Hari Gini Masih Perlu Ban Serep?

0
259

Jakarta, namalonews.com- Ban serep hingga saat ini masih diperlukan oleh masyarakat di Indonesia untuk menggantikan ban yang bocor atau rusak. Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di dalam Pasal 57 mengatur setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalanan wajib dengan perlengkapan kendaraan bermotor.

Tak heran jika salah seorang warga menuntut pabrikan mobil yang menjual mobil tanpa ban cadangan. David Tobing, salah satu pengguna Nissan Elgrand miliknya yang tidak ada ban serep, sebagai gantinya terdapat pompa angin kecil dan repair kit untuk penambalan ban. Hal tersebut membuat David menggugat pabrikan mobil. Gugatan David ini dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).

Menurut David, ketiadaan ban cadangan tersebut bukanlah hal sepele. Konsumen nantinya akan mengalami kesusahan jika ban kempis dan juga dapat melanggar undang-undang lalu lintas.

Keberadaan perlu dan tidaknya ban serep menjadi sorotan di Indonesia dan dilema. Satu sisi saat ini beberapa pabrikan mobil punya teknologi ban yang lebih canggih sehingga tidak memerlukan ban serep. Satu sisi lainnya, peraturan lalu lintas di Indonesia masih mengharuskan mobil yang digunakan di jalan dilengkapi dengan ban serep.

Sekedar informasi, sekarang ini banyak pabrikan otomotif yang menjual mobil tanpa ban serep, terutama pada mobil-mobil mewah yang memiliki teknologi ban yang namanya run flat tire (RFT). Ban tersebut bisa bertahan sampai jarak tertentu dengan kecepatan maksimal tertentu meski sudah bocor atau kekurangan angin.

Ada juga beberapa pabrikan kendaraan yang menjual mobilnya tanpa ban serep, tapi ditambah peralatan penambal ban (repair kit). Begitu pula dengan mobil impor yang seakan memaksakan adanya ban serep.

Dari negara asalnya mobil tersebut memang sengaja tidak dilengkapi ban serep dalam penjualannya di Indonesia, tapi agen pemegang mereknya tetap melengkapi ban serep di dalam mobilnya.

Di balik perlu atau tidaknya ban cadangan mobil, Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah mengatur perlu adanya ban serep. Kalau tidak ada ban cadangan maka akan dipidana dengan sanksi kurungan paling lama satu bulan atau denda paling paling banyak Rp 250.000.

Penulis: Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here