PPP Yakin PKB Tetap Dukung Jokowi Meski Cak Imin Tak Jadi Cawapres

0
179

Jakarta, namalonews.com- Ketum Partai PPP yaitu Romahurmuziy yakin walaupun Ketum Partai PKB yaitu Cak Imin tidak terpilih menjadi cawapres, PKB tetap akan mengusung Jokowi menjadi capres 2019 mendatang. Hingga saat ini PKB juga belum menentukan sebuah sikap pilitik dalam Pilpres 2019 tersebut.

Ia mengatakan bahwa yang paling dekat yaitu adalah Partai PKB karena berkali-kali mereka menyampaikan walaupun masih harus dengan berbagai syarat Cak Imin untuk menjadi cawapres, namun ia yakin meski Cak Imin tidak diambil oleh Jokowi sebagai pendampingnya, PKB akan tetap bergabung kepada Jokowi.

Romi meyakini jika hal tersebut dikarenakan PKB mempunyai emat kader yang akan menduduki kursi menteri dalam sebuah kabinet kerja Jokowi dan JK. Dari hal tersebut ia menilat bahwa PKB akan kembali mendukung Jokowi sebagai capres dalam Pilpres 2019 mendatang.

Romi mengatakan bahwa hal tersebut merupakan sebuah keyakinannya karena hari ini ia mempunyai empat menteri dalam sebuah kabinet, akan terlalu mewah jika keempat menteri tersebut tidak tergabung lagi dengan Jokowi dalam Pemilu 2019 mendatang.

Lebih lanjut lagi Romi menambahkan meski saat ini baru terdapat lima parpol yang akan mendeklarasikan Jokowi yaitu Golkar, PDIP, PPP, Hanura dan NasDem, Romi sangat optimis tinggal menghitung waktu akan ada tiga partai yang bergabung dalam koalisi Jokowi tersebut.

Romi menegaskan bahwa ia menyakini berbagai proses percepatan untuk penggabungan dalam menuju 8 parpol pengusung tersebut akan terjadi setelah Pilkada selesai segala penghitungan yang dilakukan.

PKB hingga saat ini belum secara tegas memutuhkan untuk tetap mengusung Jokowi dalam Pilpres 2019 yang akan datang. Pasalnya, partainya tersebut menetapkan syarat khusus yaitu Jokowi mau menjadikan Cak Imin menjadi pedampingnya.

Menanggapi hal tersebut, Romi mengaku jika PKB akan mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019 yang akan datang. Walaupun Cak Imin tidak akan dipilih Jokowi menjadi pendampingnya.

Romu mengatakan jika ia yakin meski Cak Imin tidak dipilih oleh Jokowi sebagi pendampingnya, PKB akan tetap bergabung mengusung Jokowi.

Keyakinan tersebut menurut Romi karena hingga saat ini terdapat tiga kader yang menjadi menteri pertahanan Jokowi JK. Sehingga sanagt berat jika meninggalkan keistimewaan yang diberikan Jokowi JK tersebut.

Selain itu, Romi juga mengaku jika sudah mendapatkan informasi mengenai tiga partai yang bakal merapat mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang. Namun ia enggan untuk mengungkapkan bahwa siapa parpol tersebut. Hanya mengungkapkan jika satu parpol tersebut akan bergabung yaitu PKB.

Cak Imin telah menyatakan bahwa dirinya menjadi cawapres walapun belum jelas siapa yang akan menggandengnya nanti dalam Pilpres 2019 mendatang.

Di dalam berbagai kesempatan ia mengatakan bahwa ingin berpasangan dengan Jokowi. Namun dalam kesempatan lain ia juga menyebut ingin berpasangan dengan Prabowo Subianto.

Menurut pengamat politik, upaya dari Cak Imin tersebut untuk menawarkan diri kepada beberapa capres menunjukkan bahwa belum adanya sinyal yang diberikan oleh Jokowi kepada Cak Imin.

Hal tersebut sehingga ia mencoba untuk menyebut dapat berpaling kepada calon lain dan berupaya untuk memberikan sebuah tawaran kepada Jokowi agar dapat untuk melamarnya.

Jika hal tersebut memang merupakan sebuah upaya dalam tawar-menawar Cak Imin kepada Jokowi, menurut Muslimin hal tersebut tidaklah tepat. Sebab, dari sisi jumlah kursi yang digunakan untuk pencalonan, Jokowi sudah dapat maju tanpa harus adanya dukungan dari PKB.

Apalagi jika masih banyak para ketua umum parpol lain yang dapat bersaing dengan Cak Imin. Dengan kata lain bahwa upaya yang dilakukan Cak Imin akan sia-sia.

Romi dan Airlangga Hartarto memungkinkan untuk digandeng sebagai pendamping Jokowi. Golkar secara jumlah kursi jauh lebui besar daripada kursi dari PKB sendiri, sedangakan PPP juga lebih dahulu dalam mendukung Jokowi dibanding dengan PKB.

Dibanding kepada Jokowi, Muslimin dapat menilai bahwa tawaran Cak Imin tersebut sebenarnya akan lebih tepat diberikan kepada Prabowo. Karena, secara kursi Gerindra tidak cukup untuk mendukung Prabowo tanpa adanya koalisi dengan berbagai partai lainnya.

Memang ada partai PKS, namun PKS dan Gerindra dengan resmi belum dapat mendeklarasikan diri untuk ikut mengusung Prabowo. Muslimin menambahkan bahwa Cak Imin juga berpotensi dalam menawarkan dirinya kepada capres selain Prabowo dan juga Jokowi.

Pasalnya ia melihat, bahwa ambisi menjadi cawapres sudah merupakan harga mati bagi ketua PKB tersebut. Ambisi ini secara etika politik tidak etis dan juga tidak bagus.

Bahkan Cak Imin mungkin saja tidak hanya dapat menawarkan diri kepada Prabowo dan Jokowi. Jika ada tokoh lainnya yang juga berpotensi menjadi capres maka ia juga akan menawarkan dirinya tersebut.

Cak Imin yang dielu-elukan sebagai salah satu cawapres Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang dinilai bahwa strategi untuk mendongkrak popularitas dan juga namanya secara pribadi.

Jadi, terpilih atau tidaknya Cak Imin sebagai salah satu pendamping Jokowi bukanlah sebuah hal yang utama.

Apalagi, hingga saat ini banyak berbagai nama tokoh penggerak yang sedang berebut untuk menjadi pendamping dari Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

Jika elektabilitas dari PDIP merosot tajam maka Hendri menyakini bahwa Cak Imin akan berpaling dari Jokowi.

Cak Imin selama ini mengaku bahwa dirinya didorong oleh para kader PKB menjadi pendamping Jokowi. Spanduk dukungan terhadap Cak Imin pun sudah bertebaran di berbagai penjuru pelosok daerah Indonesia dan ibu kota. Sampai saat ini Cak Imin meminta tausiyah terhadap para ulama dan NU untuk mendukungnya.

Sejumlah nama elit dari parpol yang sudah disodorkan, bahkan juga dengan terang-terangan mengajukan diri sebagai penempatan posisi tersebut.

Hasrat dari Cak Imin untuk mendapatkan sebuah posisi menjadi orang nomor ke 2 itu tidak main-main. Dirinya akan mengancam jika tidak terpilih menjadi pendamping Jokowi makan PKB tidak akan mendukung Jokowi dalam pemilihan Pilpres 2019 mendatang.

Cak Imin menegaskan bahwa posisinya tersebut ingin jatah menjadi pendamping pada Pilpres 2019 adalah sebagai harga mati yang tidak dapat dinegoisasi lagi. Cak Imin juga menyampaikan bahwa ketegasan tersebut setelah dirinya berjumpa dengan Zulkifli Hasan.

Cak Imin berani untuk mengklaim jika keinginannya itu telah mendapat sebuah restu serta dukungan dari koalisi pengusung Jokowi sendiri. Diantaranya yaitu Partai PDIP, Golkar dan PAN.

Ia menegaskan bahwa Airlangga menghormati segala langkahnya, Hasto juga mendukungnya dan Zulkifli mungkin ia akan berpikir jika ia dipilih sebagai cawapres Jokowi.

Amien Rais bahkan juga menyerukan KLB jika PAN akan berlabuh menjadi salah satu pendukung dari Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

Amien Rais mengatakan jika sampai ada kader dari PAN yang juga mendukung Jokowi sebagai capres maka diperlukan KLB. Namun jika tidak tentu saja tidak akan diperlukan KLB.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here