Indonesia Dan Rusia Perkuat Kerja Sama Hasil Pertanian

0
168

Jakarta, namalonews.com- Indonesia dan Rusia terus memperkuat kerja sama di sektor pertanian. Indonesia disebutkan siap mengekspor beberapa hasil pertanian ke Rusia.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut ekspor komoditas pertanian ke Rusia akan terus diperluas. Bahkan, Sulaiman menambahkan Rusia menjadi rekan kerja sama yang baik.

“Indonesia dan Rusia kerja sama perkuat minyak. Selain itu, Indonesia juga akan siap mengekspor manggis, dan salak ke Rusia,” ujar Sulaiman di Jakarta pada Jumat (8/6/2018).

Mentan menambahkan Indonesia juga akan mengekspor nanas ke Rusia. Rencana ekspor ini telah disetujui oleh Verobieva-Kedubes Rusia untuk Indonesia

“Kami terbuka dengan buah Indonesia masuk ke Rusia,” katanya.

Ia pun menambahkan Indonesia dan Rusia merupakan negara produsen pertanian yang cukup besar di dunia. Kedua negara ini saling membutuhkan hasil pertanian yang berbeda dan berkualitas tinggi. Apalagi, lanjutnya, iklim di Rusia subtropis yang menyulitkan tumbuhnya buah-buahan tropis.

Ia mengharapkan agar komoditas pertanian yang siap diekspor dari Indonesia memenuhi keamanan pangan, memenuhi kriteria Rusia dan aturan Eropa.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini menyebut ekspor manggis ke Rusia telah mengalami peningkatan.

Pada 2017, Indonesia tercatat berhasil mengekspor 10 ribu ton manggis ke lebih dari 20 negara. Untuk tahun ini, ia menargetkan Indonesia akan mengekspor 20 ribu ton manggis ke penjuru dunia.

“Dan ternyata hingga Mei 2018, Indonesia telah berhasil mengekspor sebanyak 30 ribu ton,” katanya.

Lebih lanjut, Harpini menyebut timnya telah menuntaskan 9 protokol ekspor komoditas hortikular pada 2018. Di antaranaya mangga ke Australia dengan menggunakan teknik perlakuan iradiasi. Selain itu, Salak ke Selandia Baru serta 7 komoditas lainnya ke Ukraina.

Bahkan, tahun ini sedang melakukan verifikasi terhadap nanas Indonesia untuk diekspor ke Amerika Serikat. Selain itu, buah naga dan nanas pun bakal diekspor ke Cina.

Badan Pusat Statistik merilis nilai ekspor pertanian pada 2017 mencapai 33,1 miliar dolar AS naik 24 persen dibandingkan pada 2016. Sebaliknya, impor semakin menurun. Hal ini terlihat dari kinerja pada 2017 mengalami surplus 15,9 miliar dolar AS atau naik 48,8 persen dibandingkan pada 2016.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here