Jawa Barat Resmi Memiliki Sistem Digitalisasi Pertanian

0
149

Jakarta, namalonews.com- Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir dan meresmikan kewirausahaan dan digitalisasi sistem pertanian yang bakal dikelola oleh Mitra Badan Usaha Milik Desa bersama binaan PT Telkom Indonesia di Indramayu-Jawa Barat pada Kamis (7/6/2018).

Bahkan, Presiden Jokowi juga memantau proses pengolahan padi hasil panen di Sentra Pengolahan Beras Terpadu. Presiden menyebut pemerintah siap mendorong penerapan pengelolaan pertanian secara korporat untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Semua ini untuk menjamin masa depan petani. Dan, untuk menjadi lebih baik, petani harus terorganisir, bahkan harus menjadi sebuah organisasi yang besar dengan sistem kerja setingkat korporasi,” ujar Presiden.

Selain itu, Menteri BUMN Rini M Soemarno menambahkan pihaknya telah mewujudkan program kewirausahaan pertanian dan digitalisasi sistem pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Bahkan, ia menegaskan pemerintah akan hadir dalam setiap siklus pertanian ke depannya.

Soermarno melanjutkan salah satu program percontohan dalam meningkatkan produktivitas pertanian adalah mitra badan usaha desa bersama (MBB). MBB ini merupakan korporasi yang dikelola secara efektif dan menyediakan layanan yang mendukung kemajuan dan kesejahteraan petani.
Soemarno melaporkan potensi petani di Indramayu adalah 7 ribu warga. Seribu petani di antaranya telah mendapatkan fasilitas kredit usaha rakyat. Hal ini bertujuan untuk menjamin kebutuhan tanam padi hingga musim panen.

Sementara itu, Direktur Utama Telkom-Alex Sinaga menyebut digitalisasi sistem pertanian merupakan program pilot project. Ia mengharapkan petani untuk berkembang menjadi wirausaha yang unggul. Digitalisasi sistem pertanian merupakan mesin penggerak untuk memaksimalkan produktivitas petani.

Digitalisasi pertanian bisa memudahkan pemantauan data dan informasi seperti lokasi kerja petani, luas lahan, dan waktu tanam hingga panen. Data ini tentu bisa digunakan untuk menjembatani kebutuhan petani.

Alex Sinaga menambahkan digitalisasi sistem pertanian terintegrasi dengan logistik tani. Dengan demikian, petani dan BUMN terkait bisa mengakses data tunggal mulai dari masa pratanam hingga pascapanen. Sedangkan, lanjut Alex, logistik tani akan menyajikan profil petani, jenis lahan, kebutuhan kredit usaha, asuransi hingga mobilisasi hasil panen.

Program layanan kewirausahaan petani dan digitalisasi sistem pertanian diharapkan bisa meningkatkan usaha petani dengan menggunakan kartu tani. Hal ini disebabkan program ini telah terintegrasi dengan kartu tani tersebut.

“Kami berharap digitalisasi sistem pertanian bisa mendorong petani memaksimalkan sistem dan mempermudah bisnis pertanian sehingga produktivitas dan kesejahteraan petani turut meningkat,” kata Alex Sinaga.

Penulis: Boni Ogur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here