Kepala BPIP, Yudi Latif, Pamit. Kenapa?

0
48

Jakarta, namalonews.com- Yudi Latif lengser dari jabatannya sebagai kepala BPIP. Pengunduran diri pria kelahiran Sukabumi bergelar doktor ilmu politik lulusan Australian National University (2004) itu disampaikan lewat akun facebooknya,Yudi Latif Dua.

“Salam Pancasila!”

“Saudara-saudaraku yang budiman,”

“Hari kemarin (Kamis, 07 Juni 2018), tepat satu tahun saya, Yudi Latif, memangku jabatan sebagai Kepala (Pelaksana) Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP)–yang sejak Februari 2018 bertransformasi menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP),” jelas Yudi.

“Selama setahun itu, terlalu sedikit yang telah kami kerjakan untuk persoalan yang teramat besar,”  tambahnya.

Sebelum menjabat sebagai kepala BPIP, Yudi dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/6/2017). Kemudian, Yudi baru menjabat sebagai Kepala BPIP sejak Februari 2018.

Yudi dilantik sebagai kepala BPIP bersama sembilan tokoh nasional lainnya berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia tanggal 31 Mei 2017 Nomor 31M Tahun 2017 untuk menjalankan fungsi sebagai Pengarah pada Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila.

Para tokoh nasional itu terdiri atas Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden RI keenam Try Sutrisno, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Ma’arif, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin.

Selanjutnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj, mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Andreas Anangguru Yewangoe, mantan Koordinator Staf Ahli Panglima TNI Wisnu Bawa Tenaya, dan konglomerat Sudhamek.

Pengunduran Yudi tersebut dibenarkan oleh Kasatgassus BPIP, Widodo Ekatjahjana, Jumat (8/6/2018).

“Saya mohon pamit. ‘Segala yang lenyap adalah kebutuhan bagi yang lain, (itu sebabnya kita bergiliran lahir dan mati). seperti gelembung-gelembung di laut berasal, mereka muncul, kemudian pecah, dan kepada laut mereka kembali’,” tulis Yudi lewat akun facebooknya.

“Pada segenap tim UKP-PIP/BPIP yang dengan gigih, bahu-membahu mengibarkan panji Pancasila, meski dengan segala keterbatasan dan kesulitan yang ada, apresiasi dan rasa terima kasih sepantasnya saya haturkan. Saya mohon pamit,” kata Yudi Latif dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 Juni 2018.

Pengunduran diri Yudi sebagai kepala BPIP mendapat tanggapan dari pihak Istana.

“Kami baru mendapat informasi dari Facebook beliau. Presiden belum menerima atau membaca surat atau bertemu Pak Yudi karena baru mendarat di Jakarta semalam dari kunjungan kerja,” ujar Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Adita Irawati, Jumat (8/6/2018).

Adita menambahkan bahwa pihak Istana akan memberikan tanggapan setelah ada surat resmi dari Yudi Latif.
“Tanggapan akan segera diberikan setelah surat resmi diterima dan Presiden bertemu dengan Pak Yudi,” katanya.

Kepala BPIP merupakan pelaksana sehari-hari. Dia di bawah Dewan Pengarah BPIP yang diketuai Megawati Soekarnoputri. Duduk sebagai Anggota Dewan Pengarah BPIP yaitu Mahfud MD, Ketua MUI Ma`ruf Amin, Ketum PBNU Aqil Siradj hingga Sudhamek.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here