Pilkada Jatim: Heboh…! Berkhianat Jika Tak Pilih Khofifah

0
100

Jakarta, namalonews.com- Bursa pemilihan kepala daerah semakin ramai beredar baik di media cetak, elektronik, maupun media sosial. Calon kepala daerah Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kian melejit di kubunya. Kini, beredar fatwa yang menyatakan bahwa ‘khianati Tuhan jika tak pilih Khofifah’.

Semacam jargon tersebut dilakukan oleh barisan pendukung calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak. Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said, menegaskan, penggunaan dalil agama untuk kepentingan politik justru akan merendahkan Islam dan Alquran.

“Jangan sekali-kali menggunakan agama untuk kepentingan politik. Agama itu mulia dan suci karena mengandung nilai-nilai ilahiyah. Jangan dicampur dengan target-target ambisi politik,” ujar KH Said, Rabu malam, 6 Juni 2018 pada media.

Lebih lanjut lagi, dalam keterangannya, Said Agil juga mengimbau kepada seluruh warga NU supaya tidak menggunakan masjid untuk kepentingan politik. “Siapa pun dan apa pun alasannya tidak boleh, tempat ibadah jangan dikotori untuk kepentingan politik,” tambah Said pada media.

Sebelumnya, di media sosial viral tentang fatwa yang dikeluarkan barisan pendukung Khofifah-Emil. Pertemuan sejumlah ulama dan pendukung Khofifah-Emil di Ponpes Amanatul Ummah, Mojokerto, 3 Juni 2018, menghasilkan surat fatwa bernomor 1/SF-FA/6/2018.

Sementara itu,  di Jawa Timur namun di tempatyag berbeda, tepatnya di Pacet, ratusan kiai (masyaqih) se-Jawa Timur berkumpul dalam acara Halaqoh Ulama. Dalam kegiatan tersebut, mereka menyerukan bahwa pasangan Khiofifah Indar-Emil Dardak dalam kontestasi pilkada akan memenangkan dengan menperoleh iuara yang banyak dan bakal memenangkan kontestasi tersebut.

Para kiai yang tampak hadir adalah Kiai Asep Syaifuddin Chalim, Kiai Fauroq Alawy, Pengasuh Pondok Pesantren At-Taroqi, Kiai Abdullah Syaukat Syiradj, Habib Jakfar, Kiai Suyuti Banyuwangi, Kiai Bahar, dan sejumlah kiai berpengaruh lain di Jawa Timur.

Sebagai ketua atau penggagas acara tersebut, Kiai Asep, dalam keterangannya, kegiatan seruan dan fatwa fardhu ain dalam memilih paslon nomor satu itu dilakukan untuk meluaskan efektivitas jangkauan seruan dan fatwa fardhu ain masyayikh yang sudah lebih dulu dibuat kiai Se-Madura.

“Alasannya masyarakat Jawa Timur adalah bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan amanat kemerdekaan. Yaitu terwujudnya kehidupan yang maju, adil dan makmur,” kata Kiai Asep

Dalam pandangan mereka, Khofifah-Emil dinilai memenuhi persyaratan untuk mewujudkan Jawa Timur yang maju, adil, makmur,dan akan bisa menerapkan gagasan wawasan dan perencanaannya. Sehingga hal ini dijadikan pedoman untuk memberikan suaranya terhadap pasangan calon tersebut.

“Bu Khofifah dan Pak Emil jauh lebih baik dari paslon lain. Berdasarkan referensi rekam jejak, Bu Khofifah dua kali jadi menteri, menteri terbaik kabinet Jokowi, dan begitu juga Pak Emil. Serta juga yang jadi acuan dalam dua kali debat publik, paslon nomor satu menang telak dibandingkan lawannya,” kata Kiai Asep.

“Ada hadist yang mengatakan barang siapa yang memilih pemimpin di antara yang dipimpinnya adalah orang muslim yang dia tahu bahwa ada orang lain yang tidak dua pilih lebih baik dari yang dipilih maka sungguh dia berkhianat pada Allah dan Rasulnya,” ucap kiai Suyuti.

Mendengar dan mengetahui keingin masyarakat Jawa Timur khususnya terhadap dirinya, Khofifah menyambut baik adanya dukungan berupa fatwa fardu ain ini. “Alhamdulilah ini berawal dari pertemuan kiai se-Madura, Mei lalu yang mereka menyiapkan format dalam bentuk fatwa untuk memilih Khofifah-Emil. Lalu mereka komunikas ke Kiai Asep supaya bisa diluaskan agar bisa menjangkau kiai se-Jatim,” kata Khofifah.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here