PAN Mengatakan Prabowo Capres Terkuat Koalisi Umat

0
173

Jakarta, namalonews.com- Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) yang bernama Rizieq Shihab mengusulkan bahwa dibentuknya sebuah koalisi umat yang terdiri dari Partai PKS, Gerindra, PBB, dan PAN. Wakil dari Ketum PAN yaitu Hanafi Rais mengatakan bahwa hingga saat ini sosok yang paling kuat untuk diusung capres 2019 mendatang koalisi umat yaitu Prabowo Subianto.

Ia mengatakan bahwa Prabowo merupakan koalisi umat yang paling kuat. Nanti secara resmi setiap partai setelah membangun sebuah koalisi akan mengadakan deklarasi capresnya. PAN misalnya yaitu Zulkifli Hasan yang merupakan Ketua Umum dari PAN.

Hanafi juga ditanya mengenai Zulkifli Hasan yang akan lebih menjagikan Gatot untuk menjadi Capres 2019 mendatang. Menanggapi hal tersebut, Hanafi menilai bahwa partainya tersebut memiliki sebuah karakter yang terbuka kepada seluruh kandidat.

Hanafi mengatakan jika Zulkifli Hasan merupakan seorang figur yang baik terhadap semua orang. Jadi ia kira bahwa Zulkifli apresiasi terhadap semua calon pemimpin nasional bangsa tidak menjadi masalah utama.

Hanafi juga menambahkan bahwa sampai saat ini pihaknya belum dapat memutuskan apakah mereka akan bergabung dengan barisan Gerindra atau akan tetap berada pada koalisi pengusung Jokowi. Namun, Hanafi telah megisyaratkan dukungannya kepada PAN akan berlabuh terhadap Prabowo yang dianggapnya cukup kuat.

Ia mengatakan bahwa jika nanti ada saatnya, yang paling penting yaitu koalisi partai harus tetap solid, baru merekan akan keluar dengan sebuah nama yang resmi. Hingga saat ini Prabowo yang paling kuat.

Ia juga menyambut dengan positif adanya sebuah koalisi umat tersebut. Koalisi umat menurutnya adalah sebuah aspirasi dari berbagai pihak.

Ia mengatakan bahwa koalisi umat merupakan aspirasi dari berbagai orang. Kemudian Habib Rizieq juga memiliki pandangan sama dan jika itu diproses lebih lanjut dalam setiap parpol melalui sebuah mekanisme makan patut untuk dipertimbangkan.

Amien Rais tidak memungkiri jika PAN masih akan mencalonkan Zulkifli Hasan sebagai capres 2019 mendatang. Namin ia mengatakan pada akhirnya semua parpol membutuhkan sebuah koalisi.

Ia menjelaskan bahwa pada pencalonan tersebut harus dibutuhkan sebuah koalisi. Jika membutuhkan koalisi makan akan tentu terdapat berbagai rundingan tertentu.

Proses pencalonan capres serta cawapres sangat wajar jika setiap partai ingin menempatkan para kader terbaiknya.

Hanafi mengatakan namun nanti dalam penghujung persyaratan akan ditentukan nama yang paling tepat dengan membawa berbagai isu yang juga sangat tepat.

Menurutnya, saat ini PAN masih mematangkan sebuah koalisi dahulu, baik dalam hal sebuah koalisi umat atau gabungan parpol. Namun yang terpenting harus solid, sehingga baru keluar dengan sebuah nama yang telah resmi.

Koalisi keumatan muncul pada sebuah pertemuah Rizieq Shihab, Amien Rais, Prabowo Subianto.

Ketum PAN yaitu Zulkifli Hasan sangat optimis masih dapat membentuk sebuah poros ketika yang akan mendukung koalisi selain Prabowo dan Jokowi. Meskipun begitu beberapa lembaga survei, hanya terdapat dua nama yaitu Prabowo dan Jokowi yang merupakan teratas dalam berbagai hal mengenai elektabilitas.

Elektabilitas kedua capres tersebut selalu berada di atas dua digit dan menjadi yang paling kuat.

Zulkifli juga menyebut bahwa Anies Baswedan serta Agus Harimurti Yudhoyono juga akan maju dalam debuah kontestasi Pilkada DKI 2017. Anies Baswedan yang pada awalnya sempat diragukan karena elektabilitas yang kecil, ternyata dapat mengalahkan pertahanan dari Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.

Atas dasar pengalaman tersebut Zulkifli akan mengusung PAN dalam membentuk sebuah poros ketiga yang disebut dengan Koalisi Nasional. Koalisi tersebut dibentuk untuk mengembalikan berbagai kedaulatan, mengutamakan Merah Putih dan koalisi tersebut akan diadu dengan konsep dan adu gagasan.

Zulkifli yang dapat menggandeng berbagai partai lain dalam membentuk sebuah koalisi. Meskipun begitu pada saat ini hanya tersisa beberapa partai saja yang belum menentukan sebuah arah koalisi.

Partai Gerindra telah memberikan sebuah mandat kepada ketua umumnya yaitu Prabowo Subianto sebagai capres dalam Pilpres 2019 mendatang. Menurut Zulkifli, meski para partai tersebut sudah menyatakan bahwa ingin bergabung dengan salah satu koalisi, surat remi dukungan untuk mengusung tersebut belum juga ditandatangani.

Zulkifli mengatakan bahwa PAN tahun lalu dapat memberikan sebuah mandat kepada Ketum tersebut untuk menjadi capres. Namun tentu hal tersebut akan melihat dinamika sebuah politik untuk kedepannya. Karena sosok yang akan dicapreskan oleh Partai PAN serta koalisinya juga akan ditentukan nanti pada saat menjelang pendaftaran capres dan cawapres pada Pilpres 2019 mendatang.

Sebanyak delapan parol yang menyatakan dukungannya kepada Jolowi untuk menjadi capres pada Pilpres 2019 mendatang. Berbagai partai oposisi pun juga menyatakan bahwa sudah siap untuk bertarung dalam menghadapi Jokowi dan parpol pengusungnya tersebut.

Berbagai macam langkah akan dilakukan oleh partai oposisi tersebut seperti Gerindra dan PKS. Andre Rosiade mengatakan bahwa pada pencalonan tersebut, Gerindra memang masih membutuhkan beberapa parpol lainnya untuk ikut berkoalisi.

Sejauh ini PKS juga masih disebut partai yang akan berkoalisi dalam Pilpres 2019 mendatang.

Andre mengatakan bahwa ia tahu PKS akan berkomitmen terhadapnya, namun tidak menutup kemungkinan bahwa Partai Gerindra akan membuka sebuah komunikasi dengan partai lain yang belum mencalonkan Jokowi tersebut.

Ia mengatakan bahwa Gerindra akan terus membuka berbagai komunikasi dengan Partai PAN dan Demokrat. Kedua partai tersebut masih belum menyatakan siapa sosok yang akan diusungnya. Selain itu, beberapa partai baru juga akan dijajaki oleh Gerindra untuk dapat berkoalisi dan mendukung Prabowo Subianto menjadi capres 2019 mendatang.

Selain itu, Andre juga mengatakan sangat yakin bahwa Prabowo akan memenangkan Pilpres 2019 yang akan datang tersebut. Namun ada beberapa hal yang membuat Partai Gerindra yakin yaitu salah satunya elektabilitas dari Jokowi sendiri tidak pernah tembus dalam angka yang aman.

Ia menunjukan bahwa masyarakat saat ini juga semakin cerdas dalam menilai beberapa kinerja pemerintah. Sebab, banyak yang yakin bahwa kinerja dari Jokowi tidak sesuai dengan berbagai janjinya pada saat kampaye dahulu.

Elektabilitas dari Jokowi sendiri masih dibawah angka aman dari 60 persen. Bahkan dalam survei yang dirilis oleh Median bahwa elektabilitas dari Jokowi berada dibahwah 40 persen saja. Sedangkan survei yang lain juga menempatkan pada kisaean 40-50 persen.

Secara tren, elektabilitas capres tersebut pejawat mengalami beberapa penurunan yang konsisten karena terdapat beberapa hal. Sedangkan, elektabilitas para capres akan naik meskipun tidak terlalu tinggi dan tetap Jokowi bersama dengan Prabowo akan selalu berada paling atas.

Pada sisi lain, elektabilitas dari Prabowo dalam posisi aman sebagai capres. Bahkan dalam beberapa suvei elektabilitas dari Prabowo sendiri naik.

Prabowo berada di angka dengan elektabilitas 20-30 persen. Pencalonan tersebut juga akan berpengaruh kepada keterpilihan Gerindra.

Sebagai seorang pemimpin, Prabowo dinilai oleh Gerindra mempunyai sebuah visi yang begitu kuat dalam memanjukan bangsa Indonesia ini yang sampai saat ini masih terpuruk dalam masalah pengangguran, kemiskinan hingga terdapat kesenjangan sosial dan ekonomi.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here