Syarat Gatot Nurmantyo Bisa Diusung Koalisi Kerakyatan Partai Demokrat

0
176

Jakarta, namalonews.com- Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa syarat Gatot Nurmantyo dapat diusung sebagai koalisi partainya tersebut yaitu koalisi kerakyatan. Menurutnya jika Gatot berpeluang dalam bergabung dengan poros partainya tersebut yaitu poros kerakyatan. Namun dengan beberapa syarat, Gatot juga harus dapat mengumpulkan beberapa partai lainnya.

Ferdinand mengungkapkan bahwa peluangnya ada dalam poros kerakyaran, namun syaratnya Gatot harus dapat mengumpulak beberapa partai karena Demokrat memiliki 10 persen.

Dia juga mengakui bahwa mantan panglima TNI memang mempunyai banyak peluang, karena ia merupakan seorang tokoh yang hingga saat ini muncul sebagai fenomena baru dalam sebuah kontestasi politik.

Namun, jika Gatot tersebut dapat masuk ke dalam Partai Demokrat, Ferdinand mengatakan bahwa pihaknya akan senang hati untuk mempertimbangkan pengusungan tersebut.

Selain itu, Ferdinand juga mengungkapkan bahwa partainya tersebut mengundang beberapa yang lainnya untuk dapat bergabung daloam poros kerakyatan tersebut. Namun dengan persyaratan penawaran cawapres dari Demokrat itu.

Istilah kasarnya yaitu Demokrat memiliki 10 persen, serta ia mempunyai cawapres, anda dapat gabung dengan capresnya anda sendiri. Maka hal tersebut akan jalan.

Dia menuturkan karena pada saat ini mempunyai AHY untuk kadernya sendiri yang mana menurut lembaga survei ia memiliki elektabilitas diatas 20 persen untuk dapat menjadi cawapres. Maka ia akan mengajukan kadernya lebih dulu.

Namun ia belum tahu bahwa partainya sudah menunjukan ketertarikan dengan berbagai tawaran yang diberikan oleh Partai Demokrat tersebut.

Partai Demokrat secara remi telah mencenangkan poros kerakyatan atau nusantara yang merupakan tandingan poros keumatan serta poros Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

Ferdinand mengatakan bahwa partainya tersebut tengah menggodok para figur capres serta cawapres yang akan diusungnya tersebut. Salah satunya yaitu adalah Gatot Nurmantyo.

Hanya saja, Demokrat mematok syarat yang cukup tingga kepada Gatot. Jika ingin mendapatkan tiket untuk masuk dalam Pilpres 2019 mendatang, maka ia harus bergabung dengan Partai Demokrat. Dengan demikian, Gatot akan menjadi seorang prioritas yang akan dipertimbangkan untuk maju dalam Pilpres 2019 mendatang.

Namun jika Gatot tidak bersedia untuk bergabung dengan Demokrat, maka partai tersebut tidak akan mengusung Gatot dalam Pilpres. Ferdinand menegaskan bahwa hingga saat ini Partai Demokrat masih memprioritaskan AHY sebagai capres atau cawapres.

Bisa saja Demokrat mengusung Gatot dan AHY untuk dapat maju dalam Pilpres 2019 tersebut.

Selain itu, tiket untuk capres baru akan diberikan pada saat Gatot dapat mengumpulkan koalisi berbagai partai lainnya sebagai salah satu syarat presidential threshold atau merupakan syarat ambang batas pencalonan presiden yaitu 20 persen. Tidak hanya Gatot saja, Demokrat juga mengundang beberapa kandidat yang lain dengan persyaratan yang sama.

Selanjutnya, koalisi kerakyatan tersebut dapat mengusung AHY pada Pilpres 2019 mendatang. AHY yang dapat dipasangkan dengan Chairul Tanjung atau Gatot Nurmantyo dalam Pilpres.

Demokrat menafsirkan jika sebuah peristiwa pada saat Gatot mencium tangan SBY tersebut menurutnya merupakan sebuah peristiwa penagasan kekuatan politik yang ada.

Gatot yang merupakan mantan dari panglima TNI yang saat ini tengah di gadang sebagai capres 2019 oleh para pendukungnya tersebut. Menurut Rachland, sebenarnya banyak berbagai orang selain Gatot yang pernah mencium tangan SBY juga.

Dia menilai bahwa Gatot mencium tangan SBY karena bentuk dari penghormatan.

Menganai hal politik pemilu, Partai Demokrat dinyatakan akan mengumumkan hasil keputusan dalam koalisi serta dukungan terhadap capres tertentu.

Gatot mencium tangan SBY ketika menghadiri sebuah acara buka puasa bersama di kediaman Chairul Tanjung tersebut. Gatot yang menunduk dan memegang tangan dari SBY.

Imelda Sari menilai bahwa peristiwa tersebut merupakan hal yang wajar terjadi. Pasalnya, Gatot merupakan junior dari SBY di TNI tersebut. SBY juga merupakan seorang pemimpin bangsa dan negara. Semua faktor tersebut dilingkupi dengan suasana bulan Ramadhan.

Imelda mengatakan jika suasana bulan Ramadhan, silaturahmi merupakan sebuah hal yang baik apalagi sejak lama SBY dikenal dengan Gatot pada masa tugas menjadi TNI sebelumnya.

Pilpres 2019 mendatang yang sudah ada di depan mata, memunculkan beberapa nama lainnya selain nama Jokowi dan Prabowo Subianto. Ada beberapa nama mantan dari Panglima TNI yaitu Gatot Nurmantyo.

Gatot sendiri disebut-sebut mempunyai sebuah peluang yang cukup kuat untuk dapat bersanding di atas panggung dalam Pilpres 2019 mendatang. Baik sebagai capres maupun cawapres.

Bahkan tidak sedikit yang menyebut bahwa Gatot dapat menggoyahkan dominasi dari Jokowi yang selalu berada di atas dalam tiap hasil survei yang diadakan.

Karena itu, ketua PPP Partai Demokrat yang bernama Herman Khaeron menyambut dengan baik Gatot yang kian populer politik.

Kemunculan Gatot tersebut dapat menambah khazanah para nama calon pemimpun yang dapat dipilih oleh para masyarakat.

Menurut Herman, kemunculan nama Gatot merupakan sebuah dinamika polotik. Memang Gatot seorang yang sangat menarik dalam dunia politik, baik secara individu untuk menjadi capres atau cawapres, maupun dengan cara kepartaian.

Namun, ingat Herman untuk dapat menjadi presiden tidak hanya memiliki bekal popularitas saja. Masih ada beberapa ambang batas untuk pencalonan presiden yang harus dapat dipenuhi.

Syarat 20 persen suara sah nasional atau hingga 25 persen kursi dalam Parlemen. Hal tersebut dapat menjadikan Gatot harus mencari berbagai partai politik.

Bukan hanya mencari satu partai saja, namun juga koalisi untuk dapat memenuhi berbagai syarat ketentan perundangan tersebut.

Pimpinan Komisi VII DPR tersebut mengatakan bahwa persoalannya akan dibatasi presidentual threshold. Jika MK tidak ada PT maka mungkin akan lebih tenang.

Sebelumnya Nurhayati Ali Assegaf mengaku bahwa AHY sudah menjadi salah satu ikon baru bagi Partai Demokrat tersebut.

Bahkan SBY juga menaruh harapan yang besar terhadap Kogasma Partai Demokrat dalam Pilpres 2019 yang akan datang.

Nurhayati mengatakan bahwa partainya tersebut tidak memiliki tokoh untuk diusung menjadi capres meski partai tersebut melakukan sebuah konvensi pada 2014 silam.

Setelah Pilkada DKI Jakarta, popularitas dari AHY sendiri semakin meningkat.

Hal tersebut dapat dibuktikan dalam hasil sebuah survei sejumlah lembaga yang telah menempatkan AHY dalam sebuah bursa calon pemimpin nasional tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa AHY agar dapat menjadi capres dan cawapres. Namun, Partai Demokrat masih belum dapat memutuskan karena masih melihat beberapa dinamika politik tersebut.

Sohibul Iman memberikan sebuah persyaratan kepada Partai Gerindra jika ingin berkoalisi. Ia meminta jika Gerindra untuk menyediakan kursi untuk cawapres kepada PKS.

Dirinya enggan untuk berandai-anda jika ternyata cawapresnya yaitu Prabowo Subianto. Sohibul hanya ingin fokus terhadap 9 nama yang tengah ia godok oleh beberapa pihak dewan PKS.

Sohibul menjelaskab bahwa nama Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo tidak termasuk dalam sebuah daftar nama yang diusung oleh Partao PKS. Alasannya yaitu karena ia telah menggodok 9 nama dari musayawarah dewan syuro tersebut.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here