Duet Prabowo-Amien pada Pilpres 2019, Menghadang Jokowi?

0
267

Jakarta, namalonews.com- Selama ini yang paling santer digadang-gadang untuk maju sebagai bakal calon presiden pada pemilu presiden 2019 adalah selalu hanya Jokowi sebagai petahana dan Prabowo Subianto sebagai penantang kuatnya. Hal itu didasarkan atas hasil dari berbagai lembaga survei.

Walaupu demikian, belakangan publik merasa terkejut ketika Koordintor Tim Pemenangan Pilpres 2019 Partai Gerindra, Sandiaga Salahudin Uno (Sandi), membuka peluang kemungkinan duet Prabowo Subianto dan Amien Rais di Pemilihan Presiden 2019.

“Dalam politik semua sangat cair dan sangat possible,” kata Sandi saat ditemui usai acara buka bersama wartawan Balai Kota di Jakarta Pusat, Senin (11/6/2018) malam.

Kenapa sampai Sandi membuat pernyataan seperti itu?  Menurutnya, Gerindra sangat mengagumi ketokohan Amien Rais. Amien sebagai Bapak Bangsa, Bapak Reformasi. Perjuangan Amien Rais sangat besar, tidak pernah menyerah, dan berani mengambil risiko  dari era Presiden Soeharto hingga saat era reformasi, kata Sandi. Hal itu, menurut Sandi,  banyak menginspirasi Gerindra hingga saat ini.

Lebih lanjut, Sandi mengaku bahwa menyandingkan Prabowo dengan Amien bukanlah tugasnya. Tugasnya hanya membentuk strategi mitra koalisi yang berfokus dalam pembangunan ekonomi.

“Saya tidak dalam poisisi untuk menyanding-nyandingkan. Tugas saya adalah membangun mitra koalisi yang berfokus kepada pembangunan ekonomi, itu urgensi,” katanya.

Sandi belum bisa bicara banyak terkait duet Prabowo-Amien. Gerindra, ucapnya, akan membicarakan langkah ke depan dengan rekan koalisi. Rekan-rekan koalisi nantinya akan mempertimbangkan apakah duet ini bisa mengusung percepatan pembangunan dari pemerintah yang berfokus pada pembangunan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan fokus pada biaya hidup yang semakin tinggi.

“Di usianya yang sudah senior, dia (Amien-red) memikirkan bangsa, terinspirasi oleh Mahathir (Perdana Menteri Malaysia-red), tapi demi kemajuan bangsa, harus kita apresiasi. Tentunya nanti mitra koalisi akan memastikan,” imbuh Sandi.

Sebelum wacana majunya Amien Rais sebagai bakal calon presiden 2019 tersebut, Ketua Presidium Alumni (PA) 212, Slamet Maarif, mengatakan bahwa pihaknya membuka peluang untuk mendukung ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais,  menjadi calon presiden (capres) pada Pilpres 2019.

PA 212 memastikan akan mengadakan pertemuan bersama dengan para ulama untuk membicarakan hal tersebut.

“Semua akan kami kasih kesempatan yang sama dalam ijtima ulama di bulan Juli nanti,” ucap Slamet,Minggu (10/6/2018).

Lebih lanjut, Slamet menyatakan bahwa ijtima ulama akan membicarakan sosok yang akan didukung menjadi calon presiden Indonesia. Semua yang hadir dalam ijtima, termasuk ulama, akan membicarakan dan menyepakati sosok tokoh yang akan didukung tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa  partainya membuka peluang untuk mengusung Amien Rais menjadi capres meski rapat kerja nasional PAN menunjuk dirinya sebagai capres PAN.

“Tetapi siapa pun yang ingin mengambil kader terbaik PAN, siapa saja, saya ikhlas,” kata Zulkifli di kediamannya, Jakarta,  belum lama ini.

Atas wacana pencalonannya sebagai bakal capres 2019 tersebut, Amien turut angkat suara soal kemungkinan dirinya menjadi capres. Dia merasa masih layak untuk menjadi presiden Indonesia meski sadar bahwa usianya tak lagi muda.

“Kalau Mbah Amien Rais ini kan, walaupun tua, ya tidak apa-apa. Begitu juga dengan Mahathir Mohamad. Jadi, saya jadi remaja lagi sekarang kan ya? Jadi saya terima kasih kepada  Pak Mahathir,” ujar Amien.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here