Klaim Jalan Tol Jokowi, Namun Utang Dibebankan ke Rakyat

0
453

Jakarta, namalonews.com- Pada lebaran tahun 2018 ini diprediski akan ada 19,5 juta orang yang akan mudik ke kampung halaman masing-masing. Jumlah itu naik 5,17% dari jumlah pemudik tahun 2017 yang berjumlah 18,6 juta orang. Sebagian dari mereka akan mudik dengan jalur darat di Pulau Jawa.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, yakin bahwa jalan tol Trans Jawa bisa dilewati dari Jakarta hingga Surabaya saat mudik. Jarak jalan tol Jakarta ke Surabaya sepanjang 760 kilometer, terbagi menjadi jalan operasional 525 km, dan fungsional 235 km.

Dengan demikian, jalan tol dari Merak dapat dilewati hingga ke Surabaya, dan masih bisa lanjut hingga Pasuruan, meskipun belum semuanya telah resmi dibuka.

Dari Merak hingga Pasuruan, sudah ada jalan tol sepanjang 995 kilometer.

Dari jarak itu, 760 kilometer sudah beroperasi penuh. Sepanjang 235 kilometer masih dalam kondisi fungsional. Jalan yang dalam kondisi fungsional sepanjang 235 km itu berada antara Pemalang, Jawa Tengah hingga Kertosono, Jawa Timur

“Kami targetkan Tol Trans Jawa bisa melayani arus mudik Lebaran. Dan akhir 2018, tol dari Jakarta-Surabaya sudah operasional seluruhnya,” ujar Basuki, belum lama ini.

Pada lebaran kali ini pemudik bisa melewati jalan-jalan tol tersebut sesuai dengan tujuan  mereka mudik.

Yang menarik dari beberapa ruas jalan itu adalah terdapat spanduk yang bertuliskan “Jalan Tol Pak Jokowi.”

Atas munculnya spanduk yang bertuliskan klaim Jalan Tol Pak Jokowi, anggota DPD RI DKI Jakarta Fahira Idris, mengingatkan bahwa rakyat sudah cerdas. Rakyat bisa mengerti  bahwa semua hasil pembangunan infrastruktur termasuk jalan tol yang menggunakan uang rakyat dan mekanisme pembiayaan lainnya adalah milik semua rakyat, tidak perduli siapa pun presidennya.

“Rakyat sudah cerdas. Saya khawatir spanduk-spanduk ‘Jalan Tol Pak Jokowi’ ini tidak akan menuai simpati, bahkan akan dianggap oleh sebagian besar rakyat sebagai bentuk arogansi. Pendukung Jokowi harus lebih cerdas menarik hati rakyat. Model-model ‘kampanye’ seperti ini kontraproduktif dan merugikan Jokowi,” tukas Fahira Idris, di Jakarta, Senin (11/6/2018).

Spanduk ‘Jalan Tol Pak Jokowi’ ini, lanjut Fahira, adalah salah satu dari mindset atau pola pikir yang keliru dari pendukung Jokowi.

“Jalan tol dibangun dari APBN, Badan Usaha dan juga melalui pinjaman. Rakyat yang lewat juga harus bayar, tidak gratis. Jadi nilai apa yang mau ditunjukkan kepada rakyat dengan hadirnya spanduk ‘Jalan Tol Pak Jokowi’ ini? Jangan pernah berpikir, Presiden-presiden sebelumnya tidak melakukan apa-apa. Itu namanya buta sejarah. Jika pendukung Pak Harto dan SBY, melakukan hal yang sama, bisa kacau negeri ini,” pungkas Ketua Komite III DPD RI ini.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here