Dihadapan Santri, Misbakhun Ungkap Alasan Golkar Dukung Jokowi di Pilpres 2019

0
104

Jakarta, namalonews.com- Anggota DPR Partai Golkar yaitu Mukhamad Misbakun membantah mengenai berbagai isu negatif yang menyerang Jokowi. Dalam berbagai kunjungan ke sebuah pesantren yang ada di Pasuruan, Jawa Timur, Misbakhun kini mengatakan jika Jokowi tersebut merupakan seorang figur yang islami.

Misbakhun mengatakan jika beliau merupakan seorang muslim moderat yang islamnya sangat kuat dan telah terbukti beberapa medukung tetap tegaknya agama islam rahmatal lil alamin di bangsa ini.

Misbakhun kemudian membeberkan berbagai program pemerintahan dalam sebuah era Jokowi yang dianggapnya tersebut berpihak kepada umat islam. Salah satunya yaitu dalam program sertifikat tanah.

Selain itu juga ada beberapa program yang berupa pemberdayaan ekonomi umat. Bahkan, Jokowi juga sebagai gentol mendorong berbagai pengembangan perekonomian yang ada di dalam sebuah pesantren dan sekaligus menyemangati para santri untuk dapat berwirausaha.

Karena itu, Misbakhun mengatakan bahwa Golkar telah jauh-jauh hari telah memutuskan untuk mendukung Jokowi dalam sebuah Pilpres yang akan diadakan tahun 2019 mendatang. Salah satunya yaitu pertimbangannya karena didasari dengan sebuah kedekatannya para umat islam tersebut. Misbakhun juga akan mengajak para umat islam dan para kiai untuk menangkal berbagai fitnahy dan hoaks yang ada di berbagai media sosial yang dialamatkan kepada Jokowi.

Selain itu, Misbakhun juga berpesan kepada seluruh warga NU untuk dapat terus menjaga keutuhan dari NKRI dalam tengah rongrongan berbagai gerakan radikalisme yang telah mengatasnamakan islam. Menurutnya berbagai nahdiyin juga memiliki sebuah kontribusi yang sangat besar dalam mendirikan negara RI tersebut.

Contonya yaitu salah satu peristiwa 10 November 2945 yang merupakan sebuah perang dahsyat dalam mempertahankan kemerdekaaan tersebut, hampir semuanya merupakan pejuang dari berbagai kalangan Nahdiyin tersebut.

Menurutnya, Ramadhan merupakan sebuah bulan dimana Al-quran diturunkan jika memiliki makna yang sangat spesial di dalam perjalanan bangsa ini. Sebab, proklamasi kemerdekaan RI ini pada tanggal 17 Agustus 1945 telah dilakukan pada saat bulan Ramadhan.

Ia juga mengatakan bahwa Spirit Nuzulul Quran yang telah diturunkan untuk rahmatal lil alamin tersebut juga harus dimaknai dengan menjaga berbagai konsensus negara Pancasila karena merupakan sebuah konsensus bangsa dimana didalamnya juga terdapat para ulama yang telah berkontribusi besar untuk berdirinya republik tersebut.

Misbakhun secara khusu juga telah memuji di Pondok Pesantren Cangaan menjadi salah satu pesantren yang tertua di Jawa Timur yang telah melahirkan berbagai tokoh besar.

Diantara berbagai ulama yang telah di lahirkan dari berbagai ponpes ini merupakan Syaikhona Kholil Bangkalan.

Misbakhun memanfaatkan moment Lahirnya Pancasila tersebut dengan bersilaturahmi serta juga buka puasa bersama dengan berbagai santri di Probolinggo.

Acara tersebut juga berlangsung dalam Partai di Ponpes Baitussalam Sholihin Genggong. Dalam sebuah sambutannya, bahwa ia mengajak para masyarakat Probolinggo khususnya yaitu para santru untuk selalu bijak dalam menerima berbagai informasi dari berbagai media sosial manapun.

Bahkan salah satu fitnah yaitu menyebut bahwa Jokowi telah ikut dalam PKI. Isu tersebut tidak benar dan sama sekali tidak ada sebuah hal yang menunjukan asal usul dari Jokowi untuk mengarah ke arah PKI tersebut.

Legislator kelahiran Pasuruhan tersebut juga menegaskan jika Jokowi sudah melakukan haji dan umroh. Selain itu, Jokowi juga dikenal sebagai salah satu sosok yang islami dan sederhana.

Karena itu Misbakhun juga menegaskan jika Golkar telah mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang. Ia mengharapkan kepada para santri untuk ikut mendukung Jokowi dan Partai Golkar tersebut.

Kedatangan Misbakhun di Ponpes tersebut juga untuk menghadiri sebuah undangan dari salah satu kiai yaitu KH Hasan Saiful Islam yang merupakan seorang pengasuh dari pondok yang sangat beken tersebut.

Partai NasDem yang telah mendeklarasikan beberapa dukungan kepada Jokowi sebagai capres pada Pemilu tahun 2019 mendatang. Deklarasi tersebut akan disampaikan secara langsung oleh Ketum NasDem yaitu Surya Paloh yang dalam pidatonya tersebut di sebuah acara HUT ke-6 serta Mukernas NasDem.

Surya Poloh juga mengungkapkan berbagai alasan kembali dalam mendukung Jokowi menjadi capres tahun 2019 mendatang. Hal tersebut karena NasDem dan Jokowi mempunyai sebuah visi dan misi yang sama yaitu membawa sebuah perubahan bagi Indonesia.

Ia menegaskan jika mempunyai seorang presiden yang sejalan dengan berbagai landasan politik gaagsan tersebut tida ada daya lain untuk upaya apapun harus didukung untuk sebuah pemerintahan beliau apa yang telah dijalankan selama ini dan akan memberikan berbagai kesempatan untuk terpilih kembali.

Partai NasDem yang masih berusia sekitar eman tahun menurutnya masih kurang jam terbangkan dibanding dengan berbagai partai lainnya yang sudah terlebih dahulu eksis. Namun hal tersebut tidak mengurangi NasDem untuk terus mendukung Jokowi.

Palong mengungkapkan jika NasDem akan bertidak sama secara konvesional dengan rata-rata mengikuti berbagai jejak kawan dari partai yang sudah eksis tersebut. NasDem tidak akan dapat lebih besar dan berkembang maka tidak ada jalan lain yang harus dilakukan dengan berbagai langkah yang berkelipatan dalam berpikir serta bertindak.

Sebelumnya Paloh juga telah mendeklarasikan mendukung Jokowi untuk menjadi capres 2019 mendatang dalam sebuah pidato politiknya tersebut.

Partai NasDem juga telah resmi mencalonkan kembali Jokowi menjadi presiden pada Pilpres 2019 mendatang.’

Paloh juga mengatakan bahwa NasDem akan terus mendukung kepemimpinan Jokowi hingga tuntas. Menurutnya, Partai NasDem juga akan ikut bertanggung jawab mengenai berbagai bentuk roda kepemimpinan dari Jokowi tersebut.

Paloh mengungkapkan jika akan terus memberikan sebuah dukungan terhadap Jokowi hingga tahun 2019 mendatang.

Dalam pembentukan sebuah koalisi keumatan sebagai salah satu poros baru bagi Pilpres 2019 mendatang yang telah dicetuskan oleh FPI Rizieq Shihab tersebut dinilai memang tidak ada yang mudah dalam perjalanan politiknya tersebut.

Pengamat Politikus menjelaskan bahwa dalam membangun sebuah koalisi tersebut harus jelas aktornya siapa saja yang dapat berselancar bersama dengan emosi umat. Menurutnya, sebuah tantangan tidak mudah dalam menyamakan sebuah kepentingan dalam politik.

Pengi menegaskan bahwa sosok Rizieq Shihab tersebut belum tentu mampu dalam membuat sebuah koalisi keumatan pada Pilpres 2019 mendatang. Menurutnya, karena membangun sebuah solidaritas dari umat untuk membangun sebuah komplotan koalisi keumatan. Karena terdapat beberapa faktor siapa saja aktirnya, isu yang akan dibangun dan berbagai kepentingan yang sama tersebut.

Ia mengatakan jika gelombang umat besar tersebut tidak dapat dan tidak mudah bagi Amien Rais dan Habib Rizieq dalam mengubah menjadi sebuah gerakan politik.

Selain itu juga menurut Pangi dalam membangun sebuah kaolisi juga tidak gampang dan mudah. Imabauan serta permintaan Rizieq dan Amien Rais tersebut belum tentu diamini oleh berbagai partai politik.

Ia menuturkan jika saat ini dalam bicara mengenai koalisi yang sangat penting tersebut adalah siapa aktor serta calonnya yang dapat berselancar dalam merepresentasikan berbagai emosi umat tersebut.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here