Moeldoko Kaget Yudi Latif Mundur dari Kepala BPIP

0
193

Jakarta, namalonews.com- Kepala Staf Kepresidenan yang bernama Moeldoko mengaku bahwa terkejut atas berita mundurnya Yudi Latif yang merupakan Kepala BPDIP. Ia mengatakan bahwa Yudi Latif tersebut tidak pernah melakukan komunikasi dengannya mengenai rencana kemundurannya tersebut.

Mantan Panglima TNI menceritakan bahwa dirinya terakhir kali bertemu Yudi Latif pada bulan lalu.

Saat itu, ia mengadakan sebuah diskusi mengenai sosialisasi Pancasila yang turut dihadiri oleh Yudi Latif. Moeldoko mengakui bahwa Yudi Latif mempunyai beberapa kemampuan yang sudah tidak dapat diragukan lagi untuk menduduki posisi tersebut. Yudi Latif disebut mempunyai berbagai pemahaman mengenai nilai-nilai Pancasila yang sangat mumpuni.

Ia mengatakan jika semua orang tidak meragukan kemampuan dari Yudi Latif. Kemampuannya tersebut untuk mengarusutamakan Pancasila karena mempunyai background yang luar biasa mengenai berbagai pemahaman tentang Pancasila.

Setelah Yudi Latif mengundurkan diri, Moeldoko mengatakan jika pemerintah akan segera untuk mencarikan penggantinya. Sosok pengganti tersebut harus mempunyai kemampuan yang mumpuni dalam pembinaan sebuah ideologi Pancasila.

Ia mengatakan jika harus dicarikan seorang figur lain yang memiliki kapasitas mendekati sama atau sama. Hingga saat ini Pancasila masih dibutuhkan. Kita lagi dalam keadaan kering pemahaman mengenai ideologi Pancasila. Kita akan lebih mengagungkan ideologo lain dan seterusnya.

Yudi Latif mengirimkan sebuah surat pengunduran diri kepada Kepala BPIB dan Jokowi. Juru Bicara Kepresidenan yang bernama Budi Sapto Prabowo menyatakan bahwa isi dari surat tersebut yaitu pengunduran diri Yudi Latif yang beralasan mempunyai banyak kesibukan yang mengakibatkan ia tidak sanggup untuk mengemban amanah di BPIP lagi.

Dalam surat tersebut ia tidak sanggup karena masih ada berbagai urusan keluarga yang saat ini masih perlu untuk diintensifkan oleh Yudi Latif.

Moeldoko mengaku bahwa belum tahu mengenai tanggapan Jokowi soal keputusannya yang mengagetkan Yudi Latif mundur dari jabatannya tersebut.

Namun, ia mengatakan bahwa semua orang tidak ada yang akan pernah untuk meragukan kapasitas dan kemampuan Yudi Latif untuk membicarakan mengenai Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Moeldoko mengaku jika tidak tahu mengenai soal alasan pribadi dari Yudi Latif yang mudur dari Kepala BPIP. Namun beberapa saat yang lalu, ia membicarakan mengenai bagaimana Pancasila dapat segera sisosialisasikan secara baik dengan berbagai metode media yang baik.

Moeldoko menyatakan jika para masyarakat Indonesia tiadak ada yang meragukan berbagai kapasitas dari Yudi Latif karena mempunyai kemampuan yang sangat luar biasa dalam bidang Pancasila. Kemampuannya dalam bidang Pancasila mempunyai background yang sangat luar biasa.

Pakar Hukum Tata Negara yaitu Refly Harun mengaku jika ia tidak kaget dengan keputusan Yudi Latif mundur dari jabatannya tersebut.

Ia mengatakan bahwa Yudi Latif mundur, ia tidak merasa kaget. Seorang moralis seperti dia tiadak akan bertahan cukup lama di dalam bidang semacam BPIP, yang baginya tidak dibutuhkan lagi.

Refly mengatakan jika Pancasila harus hidup dari para masyarakat secara bottom up, tidak top down dari negara ini yang memberi contoh cukup baik.

Sedangkan Wakil Ketua DPR Gerindra yaitu Fadil Zoon mengatakan sebuah apresiasinya terhadap Yudi Latif. Menurutnya, keputusan dari Yudi Latif tersebut adalah sebuah tindakan Pancasila yang cukup nyata.

Menanggapi mengenai Yudi Latif mengundurkan diri, Kepala Staf Kepresidenan mengatakan jika BPIP juga harus segera mencari figur yang setara dengan Yudi Latif atau sama.

Moeldoko mengatakan jika tidak ada yang diragukan dari kapasitas Yudi Latif yang merupakan aktivis dan cendikiawan muda yang lahir di Sukabumi.

Sebelumnya Yudi Latif menyampaikan jika pesan pengunduran tersebut dari jabatannya BPIP melalui sosial media yaitu di Facebook miliknya.

Melalui pesan pengunduran diri tersebut yang berjudul TERIMA KASIH, MOHON PAMIT. Yudi menjabarkan seluruh kerja di BPIP yang sebelumnya bernama UKP-PIP selama kurang lebih satu tahun terbentuk hingga berbagai kendala di hadapi.

Dalam bagian akhir ia menutup pesannya dengan sebuah niat mengundurkan diri karena merasa bahwa masih dibutuhkan kepemimpinan baru dalam tubuh UKP-PIP yang bertransformasi menjadi BPIP.

Moeldoko mengungkapkan bahwa beberapa saat lalu sudah dua kali diadakan sebuah diskusi ke kantornya dan membicarakan mengenai bagaimana Pancasila dapat di sosialisasikan dengan baik melalui berbagai metode dan sebagainya.

Pagi tadi publik dikejutkan dengan sebuah pengumuman atas pengunduran diri dari Yudi Latif sebagai Kepala BPIP. Istana juga mengaku jika sudah menerima sebuah surat dari Yudi Latif mengenai pengunduran dirinya pada tanggal 7 Juni. Meskipun demikian, para pihak Istana mengatakan jika surat tersebut belum dibaca langsung oleh Jokowi.

Terkait mengenai mundurnya Yudi Latif tersebut, Moeldoko mengatakan jika tidak ada tekanan dari pihak manapun. Yudi Latif sering ke kantor Moeldoko untuk mengadakan diskusi, jadi sama sekali tidak ada tekanan dari berbagai pihak manapun.

Moeldoko mengatakan jika belum berkomunikasi pribadi dengan Yudi Latif. Jika ia sudah membaca pernyataan tersebut, untuk memberikan kesempatan terhadap tunas yang baru untuk tumbuh.

Menurutnya, secepat ini Yudi Latif akan menemui Jokowi untuk memberikan surat pengunduran diri langsung kepada presiden.

Untuk siapa pengganti Yudi Latif masih belum diketahui karena masih dipertimbangkan.

Moeldoko juga menambahkan jika kehadiran BPIP saat ini sangat pengting, karena saat ini telah bermunculan berbagai ideologi lain yang jika tidak ditangani langsung akan mengkhawatirkan.

Jokowi sudah menerima surat pengunduran diri dari Yudi Latif. Jokowi mengatakan jika karena sebuah urusan pribadi dan keluarganya, ia terpaksa mundur dari jabatannya tersebut.

Jokowi mengatakan jika ia sudah menerima surat pengunduran diri dari Yudi Latif. Ia sangat menghargai keputusannya tersebut. Proses dari UKP-PIP yang kemudian menjadi BPIP. Ia mengira jika kerja kerasnya dan intergritasnya tersebut tidak perlu untuk diragukan lagi.

Jokowi mengatakan jika integritas dari Yudi Latif sudah tidak dapat diragukan. Selain itu, ia juga sangat berjasa dalam membentukan pondasi BPIP di dalam masa awalnya tersebut.

Jokowi masih enggan untuk membicarakan mengenai pengganti dari Yudi Latif. Namun kriterianya tersebut menurutnya belum dibicarakan.

Kemampuan Yudi Latif yang sangat mumpuni tersebut dapat mengembalikan Pancasila di tengah-tengah para masyarakat. Dengan situasi saat ini, menurut Moeldoko, BPIP harus segera mempunyai pemimpin yang baru.

Taufik Kurniawan mengaku kaget dan mempertanyakan mudurnya Yudi Latif tersebut. Pasalnya, Yudi Latif belakangan ini menjadi sorotan berbagai pihak dimanapun bahkan sempat menjadi polemik dan perbincangan berbagai publik.

Kemarin BPIP sudah menjadi salah satu sorotan mengenai gaji pejabatnya. Isu tersebut sudah beredar dan pemerintah sudah mengklarifikasinya, tapi Yudi Latif mengundurkan diri secara tiba-tiba. Hal tersebut memberikan kesan baik-baik saja, namun ternyata terdapat permasalahan dalam internal.

Taifik pun meminta agar Jokowi yang mengangkat serta melantik Yudi Latif dapat memberikan sebuah penjelasan kebada publik mengenai mundurnya Yudi Latif dari BPIP. Menurutnya, kehadiran dari BPIP akan menjadi harapan yang baru bagi para masyarakat, namun justru menjadi polemik.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here