Partai Berkarya Bidik 45 Persen Suara Pecinta Soeharto

0
183

Jakarta, namalonews.com- Sekjen Partai Berkarya yaitu Prio Budi Santoso menjelaskan bahwa partainya tersebut akan membidik berbagai para pencinta pemerintahan Soeharto untuk dapat memaksimalkan berbagai pundi suaranya dalam Pilpres 2019 mendatang.

Keinginan untuk membidik berbagai suara para pencinta Soeharto tersebut telah disampaikannya pada Memorial Jenderal Besar HM Soeharto.

Priyo mengatakan jika mereka ingin merebutkan hati para pencinta Pak Harto. Ceruk tersebut secara nasional dengan jumlahnya hingga 45 persen.

Priyo juga mengatakan jika Partai Berkarya tersebut tidak akan ragu untuk mengatakan bahwa partai tersebut terilhami oleh berbagai kebaikan dan capaian dari pemerintah Soeharto sendiri. Bahkan beberapa ajaran Soeharto mengenai trilogi sebuah pembangunan pun dapat dilakukan Partai Berkarya.

Priyo menjelaskan mereka tidak akan ragu dalam menyampaikan jika partai tersebut terilhami berbagai kebaikan ajaran dari Pak Harto mengenai trilogi sebuah pembangunan, mengenai pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta pemerataan berbagai pembangunan kemudian juga stabilitas nasional.

Priyo mengklaim bahwa saat ini Partai Berkarya yang telah dipimpin oleh Tommy Soeharto juga banyak dilirik oleh para tokoh politik dari berbagai parpol. Para tokoh polotik di berbagai parpol tersebut sudah menyatakan bahwa dirinya untuk bergabung dalam Partai Berkarya.

Priyo mengatakan bahwa banyak berbagai tokoh politik yang telah menyeberang ke dalam Partai Berkarya. Cuma kode etik tersebut akan diumumkan pada saat masuk menjadi caleg. Ada beberapa tokoh dari Partai Golkar, Demokrat, Gerindra, Hanura, PDIP, dan PPP. Namun PPP banyak anggota legislatif yang berada di tingkat provinsi dari PAN juga banyak sebagaian akan mereka tarik menjadi Caleg DPR RI.

Priyo juga menambahkan bahwa banyak para tokoh dari berbagai partai politik yang akan terus menyeberang ke dalam Partai Berkarya tersebut ingin bergabung karena terdapat pesona trah Soeharto yang ada di dalam partai tersebut.

Ketertarikan itulah yang akan membuat berbagai para tokoh juga memilih untuk menyeberang.

Ia menegaskan bahwa satu alasan karena terpesona dengan trah Soeharto tersebut. Yang lainnya karena terdapat platform yang bagus. Platfrom tersebut akan ada tiga yaitu Partai yang nasionalis, religius yang akan terus mengedepankan berkarya.

Hanya Tommy Soeharto yang dapat menjadi Ketum Partai setelah dihukum penjara dalam sebuah kasus pembunuhan tersebut. Dan hanya para orang di lingkaran Tommy, lewat partainnya tersebut yang akan percaya bahwa sang patron dapat maju menjadi capres.

Kecuali jika ada sebuah revisi dramatis pada UU pemilihan capres dan cawapres tahun 2003 yang telah mengatur juka sang kandidat tersebut tidak pernah dipidana dengan ancaman penjara hingga 5 tahun atau lebih. Tommy sudah pasti mustahil menjadi seorang presiden RI.

Setelah lolos sebagai salah satu peserta dalam pemilu 2019 mendatang dengan nomor urut 7, maka Partai Berkarya ini langsung tancap gas untuk menggelar Rapinas yang ke III.

Dalam rapat tersebut yang mengangkat tema Menuju Pemilu 2019 Bersama Partai Berkarya Untuk Indonesia Jaya beberapa agenda yang telah dipersiapkan, salah satunya yaitu mengangkat Ketum DPP Partai Berkarya dalam periode selanjutnya untuk dapat menggantikan ketua DPP Partai Berkarya pada saat ini yaitu Neneng A Tutty.

Meskipun pembahasan calon pengganti tersebut masih belum dapat dputuskan, namun nama dari anak Soeharto tersebut yang saat ini duduk sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya banyak dielu-elukan oleh para peserta Rapinas untuk duduk sebagai Ketum.

Tommy Soeharto yang telah mendengan namanya tersebut banyak dielu-elukan oleh para kadernya, hanya tersenyum saja. Justru di dalam sambutan politiknya tersebut, ia mengingatkan bahwa para kadernya jika kepengurusannya tersebut masih belum lengkap. Menurutnya, meskipun Partai Berkaya telah resmi dinyatakan lolos dalam partai politik sebagai peserta pemilu, namun kepengurusannya tersebut baru ada di dalam 458 Kota dan Kabupaten yang ada di seluruh Indonesia.

Tommy memaparkan bahwa meski Partai Berkarya tersebut sudah lolos sebagai salah satu partai peserta pemilu, namun kepengurusannya tersebut belum lengkap. Pada saat dinyatakan lolos, maka kepengurusan partai tersebut baru dalam 458 Kota dan Kabupaten yang ada di seluruh Indonesia. Padahal jumlah dari Kota dan Kabupaten tersebut terdapat 514 Kota dan Kabupaten di seluruh Indonesia. Sehingga, ia sangat berharap bahwa seluruh kadernya harus dapat melengkapi berbagai kepengurusannya.

Mengapa demikian, karena Partai Berkarya mempunyai target pada saat Pemilu mendatang. Tommy akan menargetkan pada tiap DPRD terutama dalam tingkat Kabupaten dan Kota, Partai Berkarya dapat meraih hingga tiga kursi dalam Parlemen.

Untuk satu kursi saja jumlah suara yang dapat dikumpulkan hingga 10 ribu suara. Dengan adanya tiga kursi maka sama dengan Partai Berkarya dapat mendapatkan suara hingga 36 ribu suara. Sehingga, apabila dikalikan menurut jumlah Kota dan Kabupaten maka akan sebanyak hingga 514 suara, jumlah total tersebut secara keseluruhan yaitu hingga 18 juta.

Tommy mengungkapkan bahwa Partai Berkarya akan mendapatkan hingga jumlah 18 juta suara. Partai Berkarya tersebut masuk ke dalam sebuah tiga partai besar. Sehingga, targetnya sangat psimis, pada tiap DPRD ditingkat kota atau kabupaten akan mendapatkan tiga kursi. Jadi, kepengurusan tersebut harus dilengkapi dulu agar dapat target tersebut bisa dicapai. Ia mengakhiri pidatonya tanpa menjawab sebuah permintaan kadernya yang terus menerus mengelukan sebagai Ketua Umum.

Partai Berkarya yakin dapat meraih banyak suara dengan mengungsung sebuah ideologi pembangunan dari warisan Soeharto tersebut. Pasalnya, klan cendana tersebut diyakini dapat memiliki pamor di dalam masyarakat.

Badaruddin mengatakan bahwa ia mengira setiap orang ada pengikitnya yang sangat fanatik dan ada yang biasa saja.

Menurutnya, setiap orang mempunyai preferensi pilihannya sendiri. Ia juga sangat percaya bahwa masih ada para masyarakat yang ingat dengan semua jasa Soeharto sehingga hanya memimilih Berkarya.

Ia tidak menampik bahwa keberadaan Tommy Soeharto tersebut sebagai dewan pembina akan menimbulkan berbagai kontra dan pro. Namun, ia percaya bahwa partainya tersebut dapat mengelola isu tersebut untuk dapat merangkul pemilih. Apalagi, ia tidak yakin adanya partai lain yang mempunyai pemilih yang loyal.

Badar mengatakan tergantung mereka bagaimana mengelola berbagai isu atau informasi sehingga para masyarakat dapat mengarahkan pilihannya tersebut kepadanya, jadi tidak harus selalu 100 persen, buktinya akan hadir berbagai partai yang alternatif.

Badar mengatakan bahwa kehadiran Tommy tersebut dapat memuaskan kerinduan para warga yang masih merindukan sosok dari Soeharto. Kehadirannya tersebut sebagai salah satu alternatif pilihan, jika partai tersebut menjadi peserta pemilu, maka tidak akan menutup kemungkinan mendapatkan banyak suara, karena pecinta dari Soeharto sendiri masih banyak. Harapannya yaitu Tommy dapat membuat para masyarakat tertari dengan Partai Berkarya ini.

Ia juga mengatakan bahwa target uang utama dari Partai Berkarya saat ini yaitu menjadi peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Sebab meskipun sudah mendaftarkan diri, KPU belum dapat menetapkan partainya tersebut sebagai salah satu peserta pemilu secara resmi.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here