Mudik Lebaran Nggak Macet, Nggak Seru

0
361
Ribuan pemudik sepeda motor melintasi jalur Cilamaya- Cikalong, Karawang, Jawa Barat, menuju Jalur Pantura ke arah Jawa Tengah memasuki H-3 saat puncak mudik Lebaran 2014, Jumat (25/7/2014). Pemerintah memperkirakan mereka yang menggunakan sepeda motor pada mudik tahun ini sebanyak 2 juta lebih. Kompas/Rony Ariyanto Nugroho (RON) 25-07-2014

Jakarta, namalonews.com- Mudik lebaran hanya berlangsung satu kali dalam satu tahun, yakni pada Hari Raya Idu Fitri tanggal 1 Syawal dalam penanggalan Hijriah. Hari Raya Idul Fitri dirayakan setelah umat Islam melakukan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Datangnya hari Raya Idul Fitri atau hari Lebaran selalu diunggu-tunggu oleh setiap warga masyarakat Indonesia, tanpa kecuali.
Kenapa hari Lebaran selalu ditunggu-tunggu? Karena pada saat itu hampir semua orang bersuka-cita merayakannya dengan penuh kesenangan dan kegembiraan.
Di samping itu, ada beberapa hal menarik yang menjadikan hari Lebaran penuh keistimewaan dan menarik dibandingkan dengan hari-hari besar keagamaan lainnya. Yang tampak menonjol oleh mata telanjang adalah sibuknya para pemudik untuk kembali ke kampung halamannya.
Berikut adalah hal yang menarik pada saat pemudik merayakan Lebaran di kampung halaman.
1. Setengah penduduk perkotaan (khususnya Jakarta) kembali ke kampung halaman
Karena hampir separo penghuninya meninggalkan Ibu Kota, Jakarta menjadi sepi ketika musim mudik tiba, jalanan juga lebih lengang. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi total jumlah pemudik di Lebaran 2018 ini bisa mencapai 22 hingga 25 juta orang, naik sekitar 10-12% dibanding tahun lalu. Pemudik terbagi lewat berbagai moda transportasi umum dan pribadi.
2. Membawa banyak barang bawaan
Sudah tidak diragukan lagi bahwa setiap pemudik membawa banyak barang, baik saat menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Kebanyakan barang yang dibawa adalah oleh-oleh atau makanan khas Lebaran.
3. Kebanyakan pemudik menggunakan kendaraan roda dua
Sebenarnya ada banyak pilihan moda transportasi untuk mudik. Seperti, bus, kapal laut, pesawat, kereta api, dan kendaraan pribadi yang mencakup sepeda motor dan mobil. Di antara begitu banyaknya pilihan kendaraan itu, sepeda motor menduduki jumlah terbanyak. Sepeda motor adalah moda transportasi favorit dan dianggap memiliki kelebihan tertentu. Pemudik menganggap sepeda motor jauh lebih hemat biaya dan dapat melewati kemacetan lebih lincah. Padahal mudik dengan sepeda motor juga memiliki risiko yang lebih tinggi.
4. Kemacetan yang luar biasa
Akibat membludaknya volume kendaraan yang melintas, jalur mudik dan beberapa kota lain mengalami kemacetan yang parah. Bahkan, macet dapat mengular hingga beberapa kilometer. Ini berarti kemacetan tidak hanya dimiliki Jakarta.
5. Pendapatan daerah meningkat
Mudik dapat membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah tujuan pemudik. Pasalnya, setiap pemudik pasti membawa dalam jumlah yang lumayan banyak. Hal itu berarti meningkatkan pendapatan daerah.
6. Angka kecelakaan meningkat
Saking banyaknya kendaraan yang beroperasi dan melintas saat mudik dengan intensitas sangat tinggi dalam jarak tempuh yang jauh ditambah lagi unsur kelelahan pengemudi, kecelakaan tidak terhindarkan. Bahkan, jumlahnya bisa cukup banyak. Itulah sebabnya, kewaspadaan tetap harus dipegang teguh agar terhindar dari kecelakaan.
Jika saban tahun mudik ke kampung halaman dan selalu macet yang dirasakan oleh ribuan pemudik secara massal dan itu merupakan seninya macet akibat mudik, namun jika mudik kemudian tidak macet, itu tidak seru. Yang penting diusahakan agar minim kecelakaan.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here