Pesan Kiai Muhamadiyah kepada Puti Guntur Muhamadiyah

0
241

Jakarta, namalonews.com- KH Abdul Mukhid Djaelani sebagai penasihat PD Muhammadiyah Jombang memberikan doa kepada wejangan secara langsung terkait dengan kepemimpinan kepada calon wakil gubernur di Jawa Timur yakni atas nama Puti Guntur Soekarno.
Hal tersebut secara langsung disampaikannya yakni terkait Puti hadir yang menjalin tali silaturahmi dan meminta doa restu yakni kepada tokoh Muhammadiyah tersebut.
Kiai Mukhid memberikan doa sekaligus titip pesan kepada Puti Guntur Soekarno bahwa apabila nantinya ketika sudah menjadi seorang pemimpin maka beliau harus bisa yang amanah dan merakyat.
Kiai Mukhid menguangkapkan di sela bertemu dengan Puti, pada hari Senin (11/6/2018) bahwa “Berdoa untuk Bung Karno, Puti Guntur Soekarno, dan Guntur Soekarno semoga bisa tetap menjaga toleransi, tidak hanya utuk melihat itu siapa pun (etnis, budaya, dan agama) dari golongan manapun,” ujarnya demikian.
Sedangkan demikian, Puti Guntur Soekarno sendiri sudah mengaku bahwa jalinan silaturahmi dengan KH Mukhid ini sangat perlu. Sehingga, dirinya sebagai anak muda maka harus mendengarkan arahan dan nasihat dari orangtua.
Puti menegaskan bahwa yang paling utama terkait dengan pembangunan Jawa Timur untuk kedepannya itu seperti apa dan bagaimana.tidak lupa beliau memberikan nasihat apabila dirinya sudah menjadi pemimpin untuk mendampingi calon gubernur Jawa Timur yakni Saifullah Yusuf atau Gus Ipul maka harus amanah dan mencintai rakyatnya dengan tulus.
uti Guntur Soekarno menyatakan bahwa “Pemimpin yang amanah dan mencintai rakyatnya tersebut adalah dari doa yang saya dapat tersebut dari Kiai Mukhid ketika sedang bertemu dengannya,” ucapnya menerangkan.
Kemudian dari Puti sendiri pun juga mendapatkan nasihat dari KH Mukhid. Apabila ke depannya sudah menjadi seorang pemimpin, maka Puti pun harus menerima masukan.
Puti sendiri menerangkan bahwa “Seperti sama halnya dengan yang dilakukakan pada sosok Presiden pertama Republik Indonesia yakni Ir Soekarno, mau untuk mendengarkan nasihat dari para kiai, ulama, maupun dari tokoh agama,” kata Puti.
Karena dari nasihat tersebut maka lebih lanjut Puti tersebut bahwa nantinya juga untuk kepentingan kemaslahatan umat.
Lebih lanjut Puti menerangkan bahwa “Apalah artinya dari sebuah nama, jabatan. Apabila tidak amanah. Sebab ada saatnya maka orang meninggal tidak akan membawa apa-apa. Itu merupakan pesan dan amanah dari Pak Kiai,” pungkasnya.
Di bulan suci Ramadan kali ini, dari calon Wakil Gubernur Jawa Timur yakni Puti Guntur Soekarno banyak mendapatkan pesan dari kehidupan yang menjadi sebuah tokoh utama yakni KH Abdul Muchid Jailani, beliau merupakan Penasihat Muhammadiyah Jombang.
Dalam kunjungan atau kedatangannya tersebut, maka Puti sendiri ingin untuk memperkuat spiritnya untuk merajut merah putih, merawat kebangsaan di provinsi Jawa Timur secara bersama dengan masyarakat setempat dari pasangannya calon Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Muchid menyatakan kepada Puti Guntur Soekarno, pada hari senin, 11/6/2018 menegaskan bahwa “Saya hanya berpesan supaya berdoa untuk kakeknya bahwa dari Bung Karno, dan untuk Bapak Guntur Soekarno Putra beserta dengan anak cucunya. Pesan untuk penghidupannya yakni ada 3 yakni yang bertakwa kepada Allah SWT, berbuat dengan tobat dan berbuat baik kepada semua orang yang tidak pandang bulu,” ujarnya.
Kemudian lebih lanjut beliau menegaskan, seperti dari sabda Nabi Muhammad SAW supaya tetap menjaga persatuan dan kesatuan.
Muchid menyatakan bahwa “Kalau gubernur itu misah-misahno untuk memecah belah, diskriminasi, supaya bakal slamet (tidak akan selamat). Maka hal tersebut lebih banyak contohnya,” katanya.
Beliau berpesan kepada Puti untuk lebih terus terang dalam merekatkan kembali antar umat beragama. Selain demikian, Puti Guntur Soekarno maka juga mendapatkan doa dari ulama sepuh tersebut.
Muchid menyatakan bahwa “Kakeknya, Bung Karno, selain dikenal yang sangat dekat dengan ulama-ulama NU, maka juga kagum dengan Muhammadiyah. Bahkan, dari Sang Proklamator tersebut berpesan, supaya ketika wafat dikafani dengan bendera Muhammadiyah,” jelasnya menerangkan.
Melihat hal demikian maka dari keluarga Puti sudah terlihat bahwa asli Muhammadiyah. Buyut Puti, Hasan Din merupakan tokoh Muhammadiyah yang bertempat di Bengkulu. Neneknya bernama Fatmawati yang dipersunting oleh Bung Karno pun juga aktif di organisasi perempuan Muhammadiyah.
Bung Karno sendiri sudah menjadi anggota Muhammadiyah sejak tahun 1938, dan beliau juga pernah diumumkan terbuka saat Muktamar Setengah Abad Muhammadiyah pada tahun 1962.
Puti menerangkan bahwa “Sebagai anak muda yang ingin bertemu dengan Kiai Muchid, maka saya mohon doa restu dan Mohon nasehat untuk bisa membangun Jawa Timur ke depannya,” katanya.
Menurut Puti, Bung Karno sendiri sudah banyak sekali memberikan bantuan demi kepentingan dan kemaslahatan umat. Mulai dari tanah maupun rumah yang diwakafkan untuk panti asuhan serta ada pula rumah sakit.
Lebih lanjut puti menegaskan “Manusia yang meninggal tidak membawa apa-apa. Bahkan tidak akan membawa harta. Yang dibawa hanyalah amal ibadahnya,” ujarnya.
Lain lagi ketika pembahasan yang menyangkut dengan Hari lahir Presiden pertama RI yakni Soekarno pada tanggal 6 Juni. Hal ini diperingati dengan dengan menggelar syukuran di rumah tempat lahir Bung Karno yakni di Surabaya, tepatnya yakni di Jalan Peneleh. Maka dari adanya peringatan yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini, ramai yang dihadiri oleh cucu Bapak Proklamator, yaitu Puti Guntur Soekarno yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur di Jawa Timur.
Kehadiran Puti ini dengan nama panggilan akrab yakni Puti Guntur Soekarno, hal ini menjadi kado yang istimewa, meskipun secara kasat mata terlihat lebih sederhana. Sebab demikian yang sesuai dengan kelahiran Soekarno pada tanggal 6 Juni 1901, maka dari itu saat ini diperhitungkan sudah menginjak usia 117 tahun.
Usia tersebut sengaja diperingati dengan menyediakan 117 nasi tumpeng yang dimakan bersama, sebagai menu buka bersama dari Puti Guntur Soekarno. Jalan Peneleh maka harus ditutup karena begitu tingginya dari antusiasme warga Surabaya yang ingin mengikuti acara tersebut.
Ternyata ramai luar biasa ada ribuan warga, tumplek blek yang memadati Jalan Peneleh dan Jalan Pandean IV, lokasi rumah lahir Bung Karno berada.
Mbak Puti yang juga ikut datang bersama dengan suaminya yakni Joy Kameron dan kedua anaknya yakni Syandria dan Syahandra Kameron, dengan ramah menyapa dan menyalami warga Surabaya yang ikut duduk lesehan di sepanjang jalan untuk menunggu waktu berbuka puasa datang.
Tujuan utama dari Mbak Puti yakni ke rumah Bung Karno. Beliau beserta dengan keluarganya masuk ke kamar Bung Karno kemudian ikut berdoa yang dipimpin oleh Joy Kameron.
Mbak Puti menyatakan bahwa “Dalam kesempatan ini saya juga akan meluruskan sejarah, bahwa kelahiran Bung Karno itu di Surabaya, sehingga masih banyak yang mengatakan Bung Karno ini lahir di kota Blitar,” katanya menerangkan.
Mbak Puti senang melihat antusiasme warga untuk mengikuti syukuran tumpengan tersebut karena merupakan sebuah bentuk keguyuban dan kegotongroyongan dari para Soekarnois maupun dari warga Surabaya yang cinta kepada Bung Karno.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here