Sudirman Said Yakin Menang Terpilih Jadi Jateng 1

0
163

Jakarta, namalonews.com- Apabila dari sebelumnya calon Gubernur Jawa Tengah yakni Sudirman Said sudah yakin bisa untuk mengungguli jarak survei dari dirinya dengan petahana Ganjar Pranowo di Charta Politika yang tidak sependapat.
Berdasarkan dari hasil survei Pemilihan Gubernur di Jawa Tengah (Jateng) pada periode Mei 2018, maka dari Pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen ini lebih unggul jauh dari pesaingnya yakni  Sudirman Said-Ida Fauziyah.
Hasilnya menunjukkan bahwa pasangan Ganjar-Yasin ini memperoleh 70,5 persen suara, sedangkan dari Sudirman-Ida hanya sebesar 13,6 persen.
Bagaimana ini merupakan tanggapan dari Sudirman atas hasil survei ini?
Dengan santai, dari pasangan Ida Fauziyah ini masih tetap optimis dan yakin bahwa mereka yang akan dapat memenangkan Pilgub Jateng yakni pada tanggal 27 Juni mendatang.
“Tergantung dari beberapa survei di sini bahwa siapa, itu yang menunjukkan ada metodologi yang kita pertanyakan. Saya merasakan sedang di mana-mana semakin banyak orang minta selfie. Apabila Yang dulu nggak kenal, cuek, justru sekarang yang saya rasakan bahwa masyarakat menginginkan sebuah figur baru,” ungkap Sudirman Said, di Solo, pada hari Sabtu kemarin (9/6/2018).
“Saya sekarang sudah tidaklagi terpengaruh sedikit pun dari survei siapapun, karena yang menentukan itu bukan lembaga survei, akan tetapi dari masyarakat dan Yang Di Atas,” tambahnya menerangkan.
Hal ini merupakan sebuah langkah dari Sudirman yang mengaku bahwa dirinya akan berusaha untuk terus meyakinkan masyarakat di Jawa Tengah ketika dirinya bisa untuk memberikan solusi terhadap persoalan yang terjadi saat ini. Salah satunya yakni dengan menghadiri forum-forum diskusi yang diselenggarakan oleh siapa saja selagi dia mampu untuk menghadirinya.
“Dengan cara yang demikian maka kita dapat untuk menyerap aspirasi, apabila sebenarnya yang diinginkan oleh masyarakat. Waktu tersebutlah yang ada akan saya manfaatkan sampai habis masa kampanyenya,” jelasnya menerangkan
Walaupun demikian, maka Sudirman tidak lagi bisa untuk menampik tentang pentingnya sebuah survei. Akan tetapi, beliau menilai bahwa perlu adanya sebuah evaluasi. Apakah survei tersebut memang benar-benar merupakan bagian dari demokrasi atau bagian dari tim pemenangan.
ada beberapa hal ini akan di lakukan oleh sardiman sait ketika dirinya sudah terpilih sebagai Jateng 1
Calon Gubernur Jawa Tengah yakni Sudirman Said sendiri sudah menegaskan bahwa akan langsung untuk mencabut program kartu tani ketika nanti sudah terpilih menjadi Jateng 1.
“Yang pertama-tama yakni untuk mencabut kartu tani,” ungkap Sudirman Said ketika selesai berdialog dengan sejumlah asosiasi di Semarang, hal ini seperti yang dikutip dari Antara, pada hari Rabu (6/6/2018).
Langkah selanjutnya yakni yang akan dikerjakan ketika sudah terpilih adalah meningkatkan kesejahteraan guru honorer.
Pasangan dari Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah ini bisa menyebut bahwa terdapat sekitar 200 ribu guru honorer yang harus di tingkatkan kesejahteraannya karena masih memprihatinkan.
“Perhatian pemerintah ini terhadap guru swasta dan honorer di rasa sudah sangat jauh sekali, padahal mereka melakukan hal yang sama yakni sama-sama mengajar,” ungkap dari Sudirman Said.
Sedangkan, pada kesempatan yang sama Sudirman puun akan memperhatikan berkaitan dengan kesejahteraan para buruh. Beliau akan menuturkan pemerintah dan siap untuk hadir dalam menjembatani antara pengusaha dan buruh nantinya.
Mantan Menteri ESDM ini pun memberikan kesempatan kepada pengusaha dan buruh untuk menyampaikan suaranya dengan syarat asalkan bisa disertai dengan data yang bisa dipertanggungjawabkan.
“Kalau nanti ‘pagi-pagi’ maka kami dimintai angka, tentu hal ini tidak bijak,” katanya menerangkan.
Sudirmanini akan bersama Ida yang siap dan berfokus untuk menyelesaikan berbagai urusan masyarakat yang paling bawah.
“Asal pemimpin peduli, maka hal ini bukan hal yang muluk-muluk,” jelasnya.
Sudirman Said sendiri memberikan Janji kepada Pedagang Pasar Johar Semarang. Hal ini terlihat ketika Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 yakni Sudirman Said ini dicurhati oleh sejumlah pedagang Pasar Johar di Jalan Soekarno-Hatta, Semarang, pada hari Minggu, 10 Juni 2018, alasannya karena masih banyaknya pungutan liar (pungli).
“Pungutan liar ini memang merupakan sumber masalah, dan ternyata ini pun tidak hanya di pemerintahan. Akan tetapi sudah sampai pada lingkungan terbawah salah satunya seperti di pasar pun juga sudah merebak. Kondisi ini jelas sangat merugikan pedagang,” ungkapannya yang dikutip dari Merdeka.com, pada Senin (10/6/2018).
Sudirman menambahkan lagi bahwa tindakan pungli yang sudah terjadi ini karena banyak kepala daerah yang melakukan korupsi sehingga tidak lagi memperhatikan rakyatnya. Salah satu alasan terntu karena terjadinya korupsi, selain itu karena adanya unsur keleluasaan dalam berkuasa.
“Untuk memutus mata rantainya, maka harus pilih pemimpin yang bisa amanah yang tidak berurusan dengan korupsi,” Sudirman Said menyambungkan dengan tegas.
Dalam dialog tersebut, maka Sudirman mengingatkan bahwa kepada para pedagang relokasi Pasar Johar untuk bisa terus berjuang dalam keterbatasannya. Pasangan Ida Fauziyah ini bahwa memberikan sebuah apresiasiuntuk tetap semangat kepada para pedagang di Johar karena menurutnya mereka sudah berjuang untuk memutar roda pemerintahan di Jateng.
Sudirman Said pun demikian juga berjanji untuk memperhatikan pasar-pasar tradisional di Jateng. Hal ini karena dari, pasar termasuk urat nadi perekonomian dari masyarakat.
“Pasar tradisional ini harus diperhatikan, sebab dari situlah ada ribuan masyarakat Jateng yang menggantungkan hidupnya. sehingga harus adanya ketegasan agar tidak ada pungli lagi di pasar,” tegasnya menerangkan.
Selain hal tersebut, maka beliau pun mengajak supaya dari para pedagang dan masyarakat ikut dalam mempertahankan sejarah Pasar Johar yang digunakan sebagai pasar besar yang melegenda yakni di Semarang dan Jateng.
Sudirmansendiri meminta doa dan dukungan supaya bisa untuk menang dalam pilgub, hal ini supaya ada keinginannya untuk memberantas pungli dan membesarkan pasar tradisional serta bisa diwujudkan secara cepat.
Maka dari itu harus dipilih pemimpin yang bersih yang jauh dari kepentingan pribadi, dan jangan gantungkan nasib kita pada pemimpin yang tega melakukan korupsi,” ujarnya dari calon gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 ini.
melihal antusias yang dimikian maka tidak heran dari Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said ini banyak di dukung oleh masyarakat. Akan tetapi beliau enggan untuk menandatangani kontrak politik dari Komunitas Lintas Asosiasi.
Kontrak politik ini sudah disampaikan saat dialog Komunitas Lintas Asosiasi yang isinya berupa doa yang diberikan kepada Sudirman supaya bisa terpilih menjadi Jateng 1.
Akan tetapi dari Sudirman Said sendiri yang mengaku bahwa dirinya tidak dapat untuk menandatangani kontrak politik tersebut. Beliau beralasan bahwa, selain perlu untuk mempelajarinya terlebih dahulu, maka beliau pun tidak menginginkan apabila nantinya ada sikap yang tidak percaya kepada dirinya.
“Saya bukannya tidak mau tanda tangan, akan tetapi ada alasan lain. Kalau begini maka kita rasanya tidak saling percaya. Apabila dari bapak-bapak dan ibu percaya kepada saya, maka saya tidak akan lari. Saya justru akan memperhatikan semua masukan serta mencari solusi satu apabila nantinya sudah duduk dan dipercaya masyarakati,” ujarnya.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here