Sinyal Kuat Demokrat Bareng Gerindra

0
189

Jakarta, namalonews.com- Sinyal kuat terlihat dari Partai Demokrat yang akan bergabung dengan Partai Gerindra dalam kemenangan di tahun pilpres 2019 mendatang. Kabar baik ini diketahui setelah Ketua Tim Pemenang Pemilu Partai Gerindra, Sandiaga Uno bersilaturahmi dengan Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) belum lama ini.

Lebih lanjut, keterangan yang diberikan oleh Uno, begitu panggillan akrab wakil gubernur Jakarta ini, beberapa hari belakangan dirinya intens melakukan komunikasi dengan Agus Harimurti Yodhoyono putra sulung mantan Presiden Indononesia ke-6 tersebut.

Dalam kesepakatannya, mereka berencana akan mengadakan pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan SBY.

“Tadi disampaikan bahwa Pak AHY lagi mengatur waktu dengan Pak Prabowo. Saya ketemu juga dengan AHY selama tiga hari ini. Memang Pak SBY bertitip pesan, insyaallah kami bersama-sama di 2019 ini,” ujar Sandi di kawasan Jakarta Timur, Senin (18/6) pada media.

Pada pertemuan tersebut rencananya diagendakan untuk membahas persiapan Pilkada serentak yang akan berlangsung pada 27 Juni 2018.

“Jadi nanti akan ada pertemuan lanjutan dan ini persiapan tengah dilakukan seiring mempersiapkan tanggal 27 Juni ada pilkada,” terangnya. Juga ditegaskan bahwa dirinya akan  menjelaskan program yang digagas Partai Gerindra yakni mengenai kerangka ekonomi yang tercantum di dalam Pasal 33 UUD 1945. Hal ini dipandang lebih penting karena akan menyangkut hayat hidup orang banyak.

Sandiaga Uno yakin dengan program tersebut dapat dicetuskan oleh partai Demokrat dan partai Gerindra dalam mempeejuangkan demi kepentingan rakyat.

“Harapan kita dan mudah-mudahan Pak SBY dan AHY bisa sepakat dengan platform yang kita dorong yaitu ekonomi Pasal 33,” ujar Sandi pada media.

Mendekatnya Partai Demokrat ke Gerindra juga terlihat pada sikap pimpinan partai itu belakangan. Lewat akun Twitter, SBY menganggap saat ini banyak penguasa tidak berpihak pada rakyat dan melampaui batas.

”Saya perhatikan, banyak penguasa yang lampaui batas sehingga cederai keadilan dan akal sehat. Mungkin rakyat tak berdaya, tapi apa tidak takut kepada Tuhan, Allah SWT?” cuit SBY.

Perihal pemilihan calom wakil presiden, untuk Prabowo Subianto, Sandiaga juga membicarakan hal terkait. Lebih lanjut, cawapres dari Partai Gerindra belum diumumkan sebelum Jokowi mendeklarasikan bakal wakilnya.

”Kita akan tentunya berkonsultasi dengan mitra koalisi dan kita pastikan kita tidak akan ambil keputusan cawapres sebelum Pak Jokowi sebagai incumbent mengumumkan siapa cawapresnya,” terangnya pada media.

Namun demikian sudah ada beberapa kandidat cawapres untuk Prabowo Subianto.

”Kalau nama sudah ada beberapa, diumumkannya setelah konsultasi dengan mitra koalisi dan setelah Pak Jokowi umumkan. Sebagai inkumben, Jokowi harus mengumumkan cawapresnya lebih dulu untuk Pilpres 2019 dari pihak pemerintah,” ungkapnya pada media.

Penulis: Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here