Arus Balik Lebaran, Pertamina Siapkan Pasokan BBM dan LPG

0
131

Jakarta, namalonews.com- Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) pada sehari setelah hari raya Idul Fitri 1439 H, khsususnya jenis gasoline kembali mengalami kenaikan sebesar 14 % jika dibandingkan dengan rerata normal hariannya. Rerata penyaluran BBM normal harian adalah sebesar 90 juta liter, sedangkan pada H+ 1 hari raya ini, penyaluran BBM meningkat menjadi sekitar 103 juta liter.
Peningkatan penyaluran BBM pada pasca hari raya Idul Fitri ini tidak jauh berbeda dengan prediksi yang telah dilakukan oleh Satgas Ramdhan dan Idul Fitri (RAFI), di mana penyaluran BBM diperkirakan naik menjadi 103,5 juta liter.
Seperti halnya arus balik lebaran yang kian meningkat, permintaan bahan bakar pertamax dan pertalite juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pertamax mengalami peningkatan sebesar 17 persen, sedangkan pertalite mengalami peningkatan sebesar 10 persen. Hal ini telah disampaikan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito.
“Apabila pada hari H BBM mengalami penurunan, seharian setelah lebaran permintaan terhadap BBM kembali meningkat. Hal ini disebabkan oleh kunjungan para pemudik menuju beberapa daerah wisata,” jelas Adiatma.
Adiatma juga mengatakan bahwa pasokan bahan bakar, baik BBM dan LPG sudah disiapkan untuk menghadapi arus balik lebaran. Ia mengatakan bahwa penyiapan BBM ini ditujukan agar arus balik mudik dapat lancar.
“Satgas RAFI 2018, terus bersiaga untuk mengamankan pasokan BBM ataupun LPG, agar arus balik lebaran bisa kembali lancar seperti pada arus mudik,” tutur Adiatma.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, Adiatma mengatakan bahwa konsumen pada saat arus mudik tetap konsisten memilih bahan bakar yang berkualitas, baik untuk mesin kendaraan serta ramah lingkungan. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya permintaan bahan bakar jenis Pertamax dan Pertalite. Selain itu, hal ini mengindikasikan bahwa para pemudik telah merasakan manfaat dari bahan bakar yang berkualitas terhadap mesin kendaraannya. Oleh karena itu, diprediksikan pada arus balik lebaran ini pemudik juga akan memilih bahan bakar yang berkualitas, sehingga pasokan bahan bakar akan disiapkan oleh Satgas RAFI 2018.
“Harapannya, konsumen bisa terus loyal terhadap BBM yang berkualitas. Karena selain memberikan dampak yang bagus bagi kendaraan, juga dapat mengurangi polusi udara, sehingga lebih bersih dan sehat”, kata Adiatma.
Peningkatan Pelayanan Khsusus dalam Menghadapi Arus Balik Lebaran
Pertamina memprediksikan puncak arus balik lebaran terjadi pada 19 sampai dengan 20 Juni 2018. Dalam menghadapi hal ini, Pertamina telah meningkatkan pelayanan khusus di berbagai jalan tol maupun jalan utama non-tol.
Pada beberapa hari pasca hari raya Idul Fitri 1439 H, Pertamina telah menyiapkan layanan Motoris Kemasan, Kiosk Pertamax, Mobile Dispencer ataupun PTO (Portable Tank Operation) atau Tangki bahan bakar yang telah dilengkapi dengan pengukur volume.
Khusus di daerah Jawa Tengah, pelayanan BBM pada arus balik lebaran tahun ini akan diperkuat dengan Kiosk Pertamax yang tersebar di 23 titik. Pertamina juga telah menyiapkan 40 Motoris Kemasan, 12 Mobile Dispencer serta 17 PTO. Peningkatan berbagai pelayanan BBM ini ditempatkan di rest area jalur tol operasional, fungsional, serta jalur utama non-tol. Dalam menghadapi arus balik lebaran, Satgas RAFI 2018 akan terus bersiaga dan bekerja menjaga suplai BBM untuk mendukung kelancaran arus balik lebaran agar bisa seperti arus mudik sebelumnya.
Pada beberapa hari setelah hari raya Idul Fitri, permintaan terhadap bahan bakar minyak (BBM) diperkirakan akan tetap tinggi. Hal ini dikarenakan masyarakat akan mulai mengisi liburan dengan bersilaturahim berkunjung ke tempat sanak saudara atau berkunjung ke tempat wisata untuk refreshing.
“Setelah merayakan hari raya Idul Fitri, kepadatan kendaraan akan tetap terjadi di tingkat lokal, sehingga konsumsi BBM tetap tinggi untuk silaturahim maupun berkunjung ke tempat wisata. Oleh karena itu, Pertamina akan meningkatkan pasokan BBM demi kenyamanan berlibur,” jelas Adiatma.
Adiatma juga menjelaskan bahwa stok bahan bakar, baik BBM maupun LPG Pertamina masih dalam kondisi aman untuk menghadapi arus balik lebaran. Adapun stok yang disediakan oleh Pertamina adalah sejumlah BBM untuk rerata di atas 21 hari, serta pasokan LPG yang dapat mencapai 17 hari, di mana pasokan ini sudah berada di atas standar nasional, yakni 11 hari.
Pertamina juga telah menyusun strategi untuk menghadapi lonjakan permintaan LPG di berbagai daerah. Dalam menghadapi peningkatan konsumsi LPG di berbagai wilayah, Pertamina terus melakukan pemantauan terhadap permintaan LPG. Selain itu, Pertamina juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
VPCC juga menghimbau kepada para pemudik yang akan melakukan perjalanan dalam arus balik lebaran maupun dalam kunjungannya ke sanak saudara dan tempat wisata untuk mengisi penuh BBM terlebih dahulu di wilayah keberangkatan, sebelum melakukan perjalanan panjangnya. Masyarakat dapat menghubungi Pertamina apabila mengalami kesulitan atau membutuhkan bantuan, yaitu pada Contact Center Pertamina 1 500 000.
Langkah Pertamina Siapkan Premium dalam Kemasan pada Masa Mudik
Pada masa mudik hari raya Idul Fitri 1439 H ini, PT. Pertamina (Persero) membuat produk baru dalam penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Awal masa mudik kemarin, Pertamina memutuskan menjual BBM jenis premium dalam kemasan. Premium kemasan yang dikeluarkan oleh Pertamina ini merupakan kemasan satu liter. Penjualan bahan bakar premium dalam kemasan tersebut merupakan langkah yang pertama kali diambil oleh Pertamina di mana pada masa mudik sebelumnya, Pertamina hanya mengeluarkan produk Pertamax dan Dexlite yang berupa kemasan.
“Kalau biasanya, BBM yang dijual dalam bentuk kemasan itu hanya Pertamax dan Dexlite, untuk mudik tahun ini, ada BBM Premium dengan kemasan 1 L,” terang VPCC Pertamina, Adiatma Sardjito.
Pemasaran bahan bakar Premium dalam kemasan pada masa mudik tersebut juga tidak terlepas dari penugasan yang diberikan oleh pemerintah kepada PT. Pertamina. Pemerintah menugaskan kepada PT. Pertamina untuk menyediakan bahan bakar Premium dalam bentuk kemasan yang ditujukan kepada kendaraan bermotor, khususnya bagi yang melakukan perjalanan mudik atau berkunjung ke tempat wisata. Adapun stok untuk bahan bakar jenis Premium dalam kemasan yang disediakan oleh Pertamina selama musim mudik hari raya Idul Fitri tahun ini adalah sebanyak 2 kiloliter.
“Dikarenakan merupakan penugasan dari pemerintah, ini dispesifikkan untuk motor saja, tetapi tren dari tahun lalu, mereka tidak pakai Premium, maunya pakai Pertalite,” jelas Adiatma.
Selain mendapatkan tugas untuk membuat produk premium dalam kemasan, PT. Pertamina juga ditugaskan oleh pemerintah untuk menambah jumlah SPBU yang menjual premium di beberapa daerah, di antaranya Jawa, Madura, dan Bali (Jamali).
Adiatma menjelaskan, sebelumnya, di pulau Jawa, hanya ada sekitar 3000 SPBU yang menjual bahan bakar premium. Kemudian pada masa mudik lebaran tahun ini, ditambah sejumlah 571 SPBU, sehingga ada sekitar 2000 SPBU di Jawa yang menjaul bahan bakar premium.

Penulis: Sulis Sutrisna/ Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here